Jakarta: Ramai di media sosial terkait curhatan konsumen Chery Tiggo 8 CSH yang mengaku mobilnya bermasalah setelah 3 hari serah terima unit.
Dalam pengakuannya, pemilik akun bernama Yongki Miga Rustono menjelaskan mobil yang ia terima pada 12 Maret 2026 mendadak mengalami malfunction.
“Mobil saya terima pada 12 Maret 2026. Namun hanya dalam waktu 3 hari (15 Maret 2026), kendaraan sudah mengalami mafunction dan tidak bisa digunakan sama sekali. Bahkan mobil tidak dapat dinetralkan, sampai agak sulit naikin ke towing,” tulisnya.
Akun tersebut menambahkan, mobil itu akhirnya di-towing ke Chery Bogor pada tanggal 16 Maret 2026 lalu kemudian ia mengajukan kendaraan pengganti yang diterima pada tanggal 19 Maret 2026.
Baca Juga :
Pabrik Chery di Indonesia Mulai Dibangun 2026
Meski begitu, hal yang paling membuat pemilik Chery Tiggo 8 CSH tersebut kecewa adalah karena penanganan yang dinilai tidak transparan dan tidak proaktif.
“Saya harus bolak-balik menghubungi hanya untuk mendapatkan informasi. Baru pada 4 April 2026 disampaikan bahwa masalah ada pada wiring harness dan masih menunggu part dari pusat (CSI),” sambungnya.
Tak cukup itu saja, dalam unggahan yang sama, pemilik akun juga mengkritik banyak hal, antara lain soal ketidakjelasan kepastian waktu perbaikan, solusi, kesiapan aftersales, hingga transparansi kepada konsumen.
Hingga artikel ini tayang, pihak Chery Indonesia saat ini masih belum memberikan tanggapan resmi.
Jakarta: Ramai di
media sosial terkait curhatan konsumen
Chery Tiggo 8 CSH yang mengaku mobilnya bermasalah setelah 3 hari serah terima unit.
Dalam pengakuannya, pemilik akun bernama Yongki Miga Rustono menjelaskan mobil yang ia terima pada 12 Maret 2026 mendadak mengalami malfunction.
“Mobil saya terima pada 12 Maret 2026. Namun hanya dalam waktu 3 hari (15 Maret 2026), kendaraan sudah mengalami mafunction dan tidak bisa digunakan sama sekali. Bahkan mobil tidak dapat dinetralkan, sampai agak sulit naikin ke towing,” tulisnya.
Akun tersebut menambahkan, mobil itu akhirnya di-towing ke Chery Bogor pada tanggal 16 Maret 2026 lalu kemudian ia mengajukan kendaraan pengganti yang diterima pada tanggal 19 Maret 2026.
Meski begitu, hal yang paling membuat pemilik Chery Tiggo 8 CSH tersebut kecewa adalah karena penanganan yang dinilai tidak transparan dan tidak proaktif.
“Saya harus bolak-balik menghubungi hanya untuk mendapatkan informasi. Baru pada 4 April 2026 disampaikan bahwa masalah ada pada wiring harness dan masih menunggu part dari pusat (CSI),” sambungnya.
Tak cukup itu saja, dalam unggahan yang sama, pemilik akun juga mengkritik banyak hal, antara lain soal ketidakjelasan kepastian waktu perbaikan, solusi, kesiapan aftersales, hingga transparansi kepada konsumen.
Hingga artikel ini tayang, pihak Chery Indonesia saat ini masih belum memberikan tanggapan resmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)