Bosch terus kembangkan teknologi terkait konektivitas, automasi dan elektrifikasi. Bosch
Bosch terus kembangkan teknologi terkait konektivitas, automasi dan elektrifikasi. Bosch

Bosch Masih Fokus Kembangkan Teknologi Elektrikfikasi Otomotif

Otomotif industri otomotif giias bosch GIIAS 2019 Wuling GIIAS 2019
M. Bagus Rachmanto • 21 Juli 2019 08:46
Tangerang: Perusahaan teknologi asal Jerman, Bosch, pamer ragam beragam teknologi untuk mobilitas saat ini dan masa depan, di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019. Hal ini sejalan dengan perkembangan industri otomotif yang mengarah kepada kendaraan listrik.
 
"Di Bosch, kami mencapai kemajuan berarti dalam tiga domain mobilitas yakni, konektivitas, automasi dan elektrifikasi," kata Managing Director Bosch Indonesia, Andrew Powell, di ICE BSD City, beberapa waktu lalu.
 
Ingin tetap fokus di ranah elektrifikasi, Bosch mengatakan mengklaim punya rencana yang sistematis dan terintegrasi, termasuk menginvestasikan sekitar 400 juta euro per tahun guna meningkatkan deretan solusi powertrain-nya. Di seluruh dunia, komponen powertrain listrik karya Bosch disebut telah menggerakkan lebih dari setengah juta kendaraan di jalan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun Indonesia masih berada di tahap awal elektromobilitas, adopsi kendaraan listrik diperkirakan akan terus tumbuh secara signifikan. Pemerintah Indonesia berharap jumlah kendaraan listrik di negara ini dapat mencapai 20 persen dari keseluruhan moda yang ada kelak, atau sekitar 400.000 unit pada 2025 mendatang.
 
"Bosch siap mendukung percepatan mobilitas listrik di Indonesia melalui ragam teknologi masa depan kami, baik untuk mobil maupun kendaraan roda dua," tambah Powell.
 
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa sistem pengereman merupakan salah satu elemen terpenting dalam perangkat keselamatan pada kendaraan. Sistem tersebut mengubah tenaga pengereman dari pengemudi menjadi lebih optimal sehingga kendaraan dapat berhenti dengan aman dan nyaman.
 
Namun, ada alasan lain mengapa sistem pengereman menjadi pusat perhatian publik saat ini lantaran berkaitan dengan emisi karbon. Mayoritas polusi partikulat dari lalu lintas bukan disebabkan oleh penggunaan bahan bakar, melainkan oleh jalan, ban dan keausan rem. Menurut Badan Lingkungan Jerman, rem dan ban bertanggung jawab atas 32 persen emisi partikulat yang berasal dari kegiatan mengemudi, sekitar setengahnya berasal dari debu rem. Karenanya, mengurangi debu rem secara signifikan sangatlah penting untuk meningkatkan kualitas udara, terutama di kota-kota besar.
 
Sistem pengereman regeneratif memungkinkan pemulihan energi dari proses pengereman – alih-alih menggunakan rem gesekan, sehingga menjadikan proses pengereman bebas dari emisi. Mesin pembakaran yang lebih efisien membutuhkan sistem pengereman tanpa-vakum yang modular dengan skala yang fleksibel. iBooster dari Bosch, booster rem elektromekanis, didesain untuk semua konfigurasi drivetrain kendaraan hibrida maupun listrik.
 
Booster rem tanpa-vakum ini diklaim memperpendek jarak pengereman dan membuat kendaraan hibrida maupun listrik menjadi lebih efisien dengan mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 – khususnya dalam situasi lalu lintas perkotaan yang mengharuskan pengemudi melakukan pengereman dan akselerasi berkali-kali. Saat dikombinasikan dengan ESP®hev, yaitu sistem pengereman regeneratif berbasis vakum untuk kendaraan hibrida dan listrik, pemulihan energi yang dihasilkan dapat mengurangi debu rem hingga 95 persen.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif