Jakarta: Isuzu baru saja mengumumkan menyuntik mati salah satu model mobil legenda di Indonesia yakni Panther. Meski sudah ada sejak 29 tahun yang lalu, namun masih banyak yang belum mengetahui asal usul nama Panther.
Mantan Senior Service Manager PT Pantja Motor, Patar Hutauruk, bercerita bahwa nama Panther ini lahir dari sebuah candaan ketika jenama asal Jepang tersebut akan meluncurkan mobil tersebut. Dia berseloh nama ini lahir agar bisa menyaingi Toyota Kijang yang saat itu sedang ngetop di Indonesia.
"Kita kasih nama Panther, biar kita makan itu kijang. Terbukti di tahun 1994-1995, kita berhasil membuat Kijang goyang," ungkap Patar Jumat Malam (12/2/2021) melalui live Instagram bersama ifanramadhana.
Di tahun 1991, anak usaha Astra meluncurkan Panther TBR 52, 2.300 cc Diesel Direct Injection, sebagai pelopor pengguna mesin diesel untuk kendaraan niaga serba guna di Indonesia. "Di awal-awal itu, bentuknya macam-macam karena body sesuai dengan kesukaan karoseri masing-masing."
Patar mengakui bahwasanya dia menjadi salah satu bagian dari tim yang turut andil dalam melahirkan Panther di Indonesia. Kala itu dia yang bertugas mengurusi layanan purna jualnya, termasuk dalam penyediaan suku cadang.
Panther Disuntik Mati Karena Murni Bisnis
Ketika Isuzu mengumumkan penghentian produksi Panther untuk selama-lamanya, kemudian muncul banyak spekulasi mengenai penghentian tersebut. Salah satunya karena Panther dianaktirikan dan Astra berfokus kepada model lainnya.
Patar berpendapatkan bahwasanya Panther disuntik mati karena memang karena bisnis. Dia menilai penjualan Panther tidak memenuhi target, dan akhirnya dihentikan produksinya agar perusahaan tidak merugi.
"Kembali lagi kepada kuantitas, kalau tidak memenuhi dihentikan karena rugi."
Jakarta: Isuzu baru saja mengumumkan menyuntik mati salah satu model mobil legenda di Indonesia yakni Panther. Meski sudah ada sejak 29 tahun yang lalu, namun masih banyak yang belum mengetahui asal usul nama Panther.
Mantan Senior Service Manager PT Pantja Motor, Patar Hutauruk, bercerita bahwa nama Panther ini lahir dari sebuah candaan ketika jenama asal Jepang tersebut akan meluncurkan mobil tersebut. Dia berseloh nama ini lahir agar bisa menyaingi Toyota Kijang yang saat itu sedang
ngetop di Indonesia.
"Kita kasih nama Panther, biar kita makan itu kijang. Terbukti di tahun 1994-1995, kita berhasil membuat Kijang goyang," ungkap Patar Jumat Malam (12/2/2021) melalui live Instagram bersama ifanramadhana.
Di tahun 1991, anak usaha Astra meluncurkan Panther TBR 52, 2.300 cc Diesel Direct Injection, sebagai pelopor pengguna mesin diesel untuk kendaraan niaga serba guna di Indonesia. "Di awal-awal itu, bentuknya macam-macam karena body sesuai dengan kesukaan karoseri masing-masing."
Patar mengakui bahwasanya dia menjadi salah satu bagian dari tim yang turut andil dalam melahirkan Panther di Indonesia. Kala itu dia yang bertugas mengurusi layanan purna jualnya, termasuk dalam penyediaan suku cadang.
Panther Disuntik Mati Karena Murni Bisnis
Ketika Isuzu mengumumkan penghentian produksi Panther untuk selama-lamanya, kemudian muncul banyak spekulasi mengenai penghentian tersebut. Salah satunya karena Panther dianaktirikan dan Astra berfokus kepada model lainnya.
Patar berpendapatkan bahwasanya Panther disuntik mati karena memang karena bisnis. Dia menilai penjualan Panther tidak memenuhi target, dan akhirnya dihentikan produksinya agar perusahaan tidak merugi.
"Kembali lagi kepada kuantitas, kalau tidak memenuhi dihentikan karena rugi."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ERA)