Bagian belakang DFSK Glory E3 di GIIAS 2019. Adit
Bagian belakang DFSK Glory E3 di GIIAS 2019. Adit

DFSK Pamer Mobil Listrik di GIIAS 2019

Otomotif giias DFSK GIIAS 2019 Wuling GIIAS 2019
Ekawan Raharja • 17 Juli 2019 16:52
Jakarta: Hingga saat ini pemerintah Indonesia terus mempersiapkan regulasi kendaraan listrik di tanah air, mulai dari skema produksi hingga skala ekonomisnya. Melihat era kendaraan listrik yang segera dimulai di tanah air, DFSK mempersiapkan ancang-ancang menyambut masa kendaraan ramah emisi gas buang.
 
Ajang tahunan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) selalu menjadi panggung terbaik bagi merek-merek mobil besar untuk meluncurkan produk-produk baru di Indonesia sebagai pasar mobil terbesar di Asia Tenggara. Tak mau ketinggalan, DFSK memanfaatkan GIIAS dengan memberi kejutan dengan memamerkan SUV listrik milik DFSK yaitu Glory E3. Kendaraan ini mengusung konsep rendah emisi gas buang karena menggunakan tenaga listrik sebagai penggeraknya.
 
"Glory E3 sebuah kendaraan listrik hasil riset dan pengembangan DFSK ditenagai oleh energi listrik murni (pure electric). Glory E3 ini akan menjadi contoh bagaimana kendaraan-kendaraan DFSK di masa depan, yang ramah lingkungan, nyaman, namun tetap menyenangkan untuk dikendarai," kata Managing Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile Franz Wang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


DFSK Pamer Mobil Listrik di GIIAS 2019
 
Produksi kendaraan listrik bukanlah sesuatu hal yang baru karena DFSK sudah sejak lama memproduksi kendaraan listrik. Diketahui bahwa DFSK memiliki kerja sama dengan Tesla Motors sebagai produsen kendaraan listrik untuk memproduksi kendaraan-kendaraan listrik dengan menerapkan teknologi tinggi. Selain itu, DFSK pun sudah memiliki sejumlah kendaraan listrik dengan berbagai model di Tiongkok yang sudah digunakan secara umum.
 
Mobil yang hadir pertama kali di Shanghai Auto Show 2019, sepenuhnya digerakan oleh tenaga listrik. Glory E3 yang menghadirkan kombinasi motor listrik dan baterai, memiliki berbagai varian berdasarkan kemampuan jarak tempuh, mulai dari 305/405 kilometer. Untuk melakukan pengisian daya baterai, Glory E3 hanya memerlukan waktu 30 menit dan mampu mencapai 80 persen daya baterai.
 
"Hingga saat ini DFSK sudah memiliki beberapa kendaraan listrik di luar negeri, dan kemungkinan untuk dibawa ke Indonesia sangat terbuka lebar. Infrastruktur pabrik yang telah kami miliki di Cikande sudah memiliki standar pembuatannya. Kami sangat harapkan kesiapan ini akan mendapat dukungan dari pemerintah dalam hal regulasi dan lainnya. Sehingga akan mempercepat elektrifikasi kendaraan di tanah air, dan DFSK siap menyongsong era tersebut,” pungkas Franz Wang.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif