Gambaran suasana kabin mobil fully driveles system yang Tesla kembangkan. (BI/Tesla)
Gambaran suasana kabin mobil fully driveles system yang Tesla kembangkan. (BI/Tesla)

Teknologi Otomotif

Adu Cepat Menghadirkan Mobil Otonom (1)

M. Bagus Rachmanto • 15 Desember 2016 14:32
medcom.id: Tidak dapat dipungkiri mobil listrik dengan autonomous system alias self driving akan menjadi masa depannya otomotif. Teknologi canggih yang menjadi syarat utamanya, membuat tidak banyak produsen mampu melakukan riset pengembangan
 
Bussines Insider mencatat setidaknya ada 20 yang beberapa tahun terakhir giat membuat percobaan. Ada produsen otomotif ternama Eropa, kampiun Silicon Valley dan perusahaan rintisan di Tiongkok. Semuanya mematok target siap produksi dalam lima tahun ke depan.
 
Tapi siapakah yang terlebih dahulu mencapai garis finish? Berikut ini 20 perusahaan yang sedang adu cepat mengembangkan mobil otonom dan capaiannya.

Tesla
 
Pada akhir Oktober lalu pemain utama mobil listrik ini mengumumkan sedang mempersenjatai generasi baru Model S, Model X dan Model 3 dengan hardware yang memungkinnya menjadi mobil otonom. Purwarupanya akan diuji jalan dari Los Angeles ke New York, AS, pada akhir 2017.
 
Mereka kini menunggu validasi perangkat lunak dan payung hukum tentang legalitas beroperasi mobil otonom di jalan raya. "Mobil otonom kami siap pada 2018," kata CEO Tesla, Elon Musk.
 
Uber
 
Pelopor apps ride sharing ini mengaku puas dengan hasil uji coba Ford Fusion yang dimodifikasi dengan perangkat teknologi self-driving. Uji coba di Pittsburgh, AS, pada September lalu itu melibatkan beberapa pengguna Uber sebagai pengemudi cadangan bila sewaktu-waktu terjadi situasi darurat.
 
Selanjutnya mereka mengajak Volvo bekerjasama dalam proyek senilai USD 300 juta tersebut. Agresifnya Uber juga ditandai dengan langkah akuisisi terhadap Otto, start-up yang berhasil mengujicoba jalan self-driving system untuk truk. Tim risetnya diperkuat ahli ilmu robotika dari Universitas Carnegie.
 
Adu Cepat Menghadirkan Mobil Otonom (1)
 
Google
 
Visi raksasa IT ini tentang self-driving system sangat khas inovator. Mereka bertekad pada 2020 siap menghadirkan mobil otonom yang sesungguhnya. Maksud 'yang sesungguhnya' adalah mobil yang tidak perlu dilengkapi dengan pedal gas, rem bahkan tidak juga kemudi. Tidak ada pengemudi, hanya penumpang.
 
Tidak terlalu berlebihan, sebab mereka kan sudah memiliki infrastruktur navigasi seperti Google Map, Google Street View dan Google Earth yang saling plug n play. Namun pada Mei lalu Larry Page, co-founder Google, dikabarkan nyaris frustasi terhadap perkembangan proyek tersebut.
 
Buntutnya adalah pengunduran diri Chris Urmson sebagai pemimpin proyek. November lalu Google melakukan uji coba jalan, masih menggunakan mobil konvensional yang dibekali perangkat radar dan navigasi. Hasil lengkapnya sedang ditunggu dunia.
 
BMW
 
Tiongkok sudah BMW pilih sebagai tempat yang tepat untuk memperkenalkan mobil listrik konsep fully autonomous pertamanya pada akhir 2021. Melalui proyek iNext seluruh proses riset dilakukan dan ditargetkan hasilnya dapat masuk jalur produksi massal pada 2025.
 
Kini raksasa Jerman ini sedang menyempurkan semi autonomous system yang akan menjadi piranti di generasi baru model X-series dan 7-series. Fitur wajibnya adalah collision protection dan keeping assist yang juga sedang disempurnakan oleh kompetitor BMW.
 
Volvo
 
Di luar kerjasamanya dengan Uber di AS, produsen asal Swedia ini sedang mengembangkan fully autonomous system. Proyek bernama DriveMe tersebut melibatkan 100 sukarelawan untuk mengujicoba crossover XC90 dengan driveless system di jalan-jalan raya yang padat di Beijing, Gothenburg dan London.
 
Adu Cepat Menghadirkan Mobil Otonom (1)
 
Volvo yakin pada 2020 mobil fully autonomous system pertamanya sudah bisa diperkenalkan kepada dunia.
 
Ford
 
Pelopor industri otomotif ini mempunyai kesamaan visi dengan Google, mobil fully self-driving yang tidak memerlukan pedal gas, rem dan roda kemudi. Ford menggandeng Baidu berinvestasi sebesar USD 150 juta ke produsen Lidar (perangkat deteksi berbasis radar), Volodyne.
 
April lalu mobil driveless system diklaim sukses dalam uji coba di jalanan gelap total dan bersalju. Hasil penyempurnaanya akan diuji lagi pertengahan 2017 dan pada 2021 akan diluncurkan dalam ujud armada layananan taxi berbasis aplikasi.
 
Adu Cepat Menghadirkan Mobil Otonom (1)
 
"Boleh jadi mobil driveless system kami nanti bukan yang pertama di dunia. Tapi kami pastikan mobil ini tidak hanya bagi yang mampu membeli mobil mewah,"  ujar CEO Ford, Mark Fields.
 
Nissan
 
Agustus lalu, Nissan di dalam website resminya mengumumkan bahwa "telah mencapai kemajuan teknologi yang akan membuat fiksi menjadi kenyataan". Pengumuman itu bersamaan dengan peluncuran proyek autonomous system yang dinamai ProPilot.
 
Adu Cepat Menghadirkan Mobil Otonom (1)
 
Produsen asal Jepang yang menjalin aliansi dengan Renault dan Misubishi ini akan menguji ProPilot di Eropa, Tiongkok dan AS. Mobil fully self-driving akan mereka luncurkan pada 2020.
 
Baca juga: Jatuh bangun membangun mobil otonom
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LHE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan