medcom.id: Produsen komponen otomotif, Bosch sedang mengembangkan Connected Car Effect 2025 dengan teknologi electronic stability program (ESP). Sistem ini menggabungkan kinerja emergency brake system dengan sistem perpindahan jalur secara otomatis.
Bosch mencoba menghadirkan teknologi ini agar bisa menurunkan fatalitas kecelakaan yang diakibatkan konsentrasi pengemudi yang kurang.
"Mobilitas yang terkoneksi berarti akan menurunkan kecelakaan, meningkatkan efisiensi bahan bakar, dan mengurangi stres. Kunci dari revolusi koneksi ini adalah sistem yang membantu dan nyaman bagi pengemudi," ujar salah satu direktur Bosch, Dirk Hohelsel, seperti dikutip Autocarpro, Selasa (27/12/2016).
Menurut studi dari perusahaan teknologi dan komponen aftermarket tersebut, sistem yang dikembangkan ini dapat mencegah 260 ribu kecelakaan. Selain itu, sistem ini juga diklaim mampu mengurangi emisi CO2 hingga 390 ton.
Bosch yakin teknologi ini akan diaplikasikan hingga 90 persen mobil di Amerika Serikat, Jerman, dan Tiongkok pada 2025.
Baca juga: Persaingan Raksasa IT & Komponen Siapkan Mobil Otonom
medcom.id: Produsen komponen otomotif,
Bosch sedang mengembangkan Connected Car Effect 2025 dengan teknologi electronic stability program (ESP). Sistem ini menggabungkan kinerja
emergency brake system dengan sistem perpindahan jalur secara otomatis.
Bosch mencoba menghadirkan teknologi ini agar bisa menurunkan fatalitas kecelakaan yang diakibatkan konsentrasi pengemudi yang kurang.
"Mobilitas yang terkoneksi berarti akan menurunkan kecelakaan, meningkatkan efisiensi bahan bakar, dan mengurangi stres. Kunci dari revolusi koneksi ini adalah sistem yang membantu dan nyaman bagi pengemudi," ujar salah satu direktur Bosch, Dirk Hohelsel, seperti dikutip
Autocarpro, Selasa (27/12/2016).
Menurut studi dari perusahaan teknologi dan komponen
aftermarket tersebut, sistem yang dikembangkan ini dapat mencegah 260 ribu kecelakaan. Selain itu, sistem ini juga diklaim mampu mengurangi emisi CO2 hingga 390 ton.
Bosch yakin teknologi ini akan diaplikasikan hingga 90 persen mobil di Amerika Serikat, Jerman, dan Tiongkok pada 2025.
Baca juga: Persaingan Raksasa IT & Komponen Siapkan Mobil Otonom
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(HIL)