DKI Jakarta: Menjawab tantangan infrastruktur pengisian daya listrik serta keberagaman kondisi jalan di Indonesia, Chery J6T CSH dihadirkan. Kendaraan ini membawa solusi teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV), sistem dua motor listrik penggerak, serta daya jelajah kombinasi hingga 1.000 km.
"Konsumen tetap memperoleh kenyamanan dan pengalaman yang berkelas ketika berkendara di perkotaan, sekaligus memiliki performa, daya jelajah, dan kemampuan all-terrain saat perjalanan berlanjut menuju medan yang lebih menantang. Inilah cara kami menghadirkan pengalaman berkendara elektrik yang relevan dengan karakter geografis Indonesia," ujar Vice Director Chery Business Unit Indonesia, Budi Darmawan Jantania, melalui keterangan resminya.
Menunjang Mobilitas Perkotaan dan Fitur Premium
Untuk penggunaan harian di perkotaan, J6T CSH dibekali Full EV Mode yang mampu mengoperasikan mobil hingga jarak tempuh 190 km hanya dengan pengisian daya eksternal. Pengoperasian motor listriknya menyajikan akselerasi halus dan suasana kabin yang senyap.
Kabin SUV ini dirancang lapang dengan sentuhan bahan kulit premium di berbagai area. Pengemudi dan penumpang disuguhi berbagai fasilitas canggih, meliputi:
Layar sentuh utama berukuran 15,6 inci.
Fitur 540˚ HD Panoramic Camera.
Sistem audio premium dengan 12 speaker.
Kursi baris kedua dengan sudut sandaran yang ergonomis.
Peranti keselamatan aktif yang mencakup 15 Fungsi ADAS.
Baca Juga :
Chery J6T CSH Pakai Teknologi REEV, Apa Bedanya dengan HEV dan PHEV?
Melewati Medan Perbukitan dan Pesisir Pantai
Dalam melahap medan tanjakan dan tikungan, dua motor listrik milik J6T CSH sanggup menghadirkan tenaga hingga 428 PS dan torsi instan 505 Nm. Kinerjanya dipadukan dengan sistem Intelligent All-Wheel Drive (iWD) yang secara otomatis mengatur distribusi tenaga ke roda depan dan belakang demi menjaga kestabilan traksi.
Kemampuan jelajah off-road SUV ini disokong oleh ground clearance setinggi 220 mm, Aluminium H-Arm Suspension, Tank Turn Function, serta 8+1 Driving Modes. Fitur Sand Mode turut disematkan untuk menyesuaikan respons traksi saat melintasi lintasan berpasir di wilayah pesisir.
Selain itu, keberadaan panoramic sunroof menambah kenyamanan menikmati pemandangan alam sepanjang perjalanan. Bagi pencinta kegiatan luar ruang (outdoor), fitur Vehicle-to-Load (V2L) berdaya 6 kW dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik portabel untuk menyalakan perangkat elektronik, peralatan memasak, hingga pencahayaan saat berkemah di tepi pantai.
DKI Jakarta: Menjawab tantangan infrastruktur pengisian daya listrik serta keberagaman kondisi jalan di Indonesia,
Chery J6T CSH dihadirkan. Kendaraan ini membawa solusi teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV), sistem dua motor listrik penggerak, serta daya jelajah kombinasi hingga 1.000 km.
"Konsumen tetap memperoleh kenyamanan dan pengalaman yang berkelas ketika berkendara di perkotaan, sekaligus memiliki performa, daya jelajah, dan kemampuan all-terrain saat perjalanan berlanjut menuju medan yang lebih menantang. Inilah cara kami menghadirkan pengalaman berkendara elektrik yang relevan dengan karakter geografis Indonesia," ujar Vice Director Chery Business Unit Indonesia, Budi Darmawan Jantania, melalui keterangan resminya.
Menunjang Mobilitas Perkotaan dan Fitur Premium
Untuk penggunaan harian di perkotaan, J6T CSH dibekali Full EV Mode yang mampu mengoperasikan mobil hingga jarak tempuh 190 km hanya dengan pengisian daya eksternal. Pengoperasian motor listriknya menyajikan akselerasi halus dan suasana kabin yang senyap.
Kabin SUV ini dirancang lapang dengan sentuhan bahan kulit premium di berbagai area. Pengemudi dan penumpang disuguhi berbagai fasilitas canggih, meliputi:
- Layar sentuh utama berukuran 15,6 inci.
- Fitur 540˚ HD Panoramic Camera.
- Sistem audio premium dengan 12 speaker.
- Kursi baris kedua dengan sudut sandaran yang ergonomis.
- Peranti keselamatan aktif yang mencakup 15 Fungsi ADAS.
Melewati Medan Perbukitan dan Pesisir Pantai
Dalam melahap medan tanjakan dan tikungan, dua motor listrik milik J6T CSH sanggup menghadirkan tenaga hingga 428 PS dan torsi instan 505 Nm. Kinerjanya dipadukan dengan sistem Intelligent All-Wheel Drive (iWD) yang secara otomatis mengatur distribusi tenaga ke roda depan dan belakang demi menjaga kestabilan traksi.
Kemampuan jelajah off-road SUV ini disokong oleh ground clearance setinggi 220 mm, Aluminium H-Arm Suspension, Tank Turn Function, serta 8+1 Driving Modes. Fitur Sand Mode turut disematkan untuk menyesuaikan respons traksi saat melintasi lintasan berpasir di wilayah pesisir.
Selain itu, keberadaan panoramic sunroof menambah kenyamanan menikmati pemandangan alam sepanjang perjalanan. Bagi pencinta kegiatan luar ruang (outdoor), fitur Vehicle-to-Load (V2L) berdaya 6 kW dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik portabel untuk menyalakan perangkat elektronik, peralatan memasak, hingga pencahayaan saat berkemah di tepi pantai.
(UDA)