Riset jadi faktor penentu apakah produk benar-benar dibangun dengan berdasarkan kebutuhan terkini? ist
Riset jadi faktor penentu apakah produk benar-benar dibangun dengan berdasarkan kebutuhan terkini? ist

Memahami Proses Riset, Begini Kata Co-founder ID COMM

Ahmad Garuda • 24 Maret 2026 14:00
Ringkasnya gini..
  • Riset merupakan fondasi dari setiap studi yang berkualitas. Ia adalah proses sistematis untuk menjawab pertanyaan secara terukur
  • Riset dimulai karena ada sesuatu yang belum pasti. Ada hal yang perlu dicek dengan data, bukan hanya asumsi
  • Perubahan perilaku konsumen luar biasa. Dulu mobil penuh tombol, sekarang hampir semua fitur ada di satu layar.
Jakarta – Riset merupakan fondasi dari setiap studi yang berkualitas. Ia adalah proses sistematis untuk menjawab pertanyaan secara terukur dan biasanya dimulai dari rasa ingin tahu atau keraguan terhadap suatu fenomena, atau kebutuhan untuk memastikan sesuatu secara objektif.
 
Dari situ, pertanyaan dirumuskan secara lebih terstruktur, lalu ditentukan metode yang tepat untuk menjawabnya. Umumnya riset memiliki dua pendekatan utama. Metode kuantitatif digunakan untuk mengukur dan menguji sesuatu melalui data angka dan statistik. 
 
Sementara metode kualitatif membantu menggali persepsi, pengalaman, dan dinamika yang tidak selalu bisa diterjemahkan dalam angka. Dalam praktiknya, keduanya sering dikombinasikan agar menghasilkan pemahaman yang lebih utuh.
 
Lead Research, Co-founder ID COMM (Riset ID COMM), Asti Putri mengatakan dalam diskusi soal 'Menuju Era Mobil Listrik: Sejauh Mana Indonesia Siap?'. Hal ini Ia paparkan saat menjadi dosen tamu dalam sesi kuliah di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Serpong beberapa waktu lalu. 

Baca Juga:
One Way di Jalan Tol Arus Balik Mudik Lebaran 2026 Dimulai


“Riset dimulai karena ada sesuatu yang belum pasti. Ada hal yang perlu dicek dengan data, bukan hanya asumsi,” ujarnya.

Dalam mempersiapkan Riset ID COMM misalnya, pertanyaannya tidak hanya soal tren penjualan.
1. Kesiapan Industri
Apakah industri siap? Banyak produsen datang ke Indonesia. Apakah mereka membangun pabrik di sini atau hanya menjual produk? Bagaimana kesiapan rantai pasok, termasuk produksi spare part kecil?
 
2. Kebijakan Pemerintah
Apakah regulasinya sinkron dari hulu ke hilir? Apakah ada insentif? Apakah kebijakan mendukung investasi dan perkembangan industri?
 
3. Konsumen
Perubahan perilaku konsumen luar biasa. Dulu mobil penuh tombol, sekarang hampir semua fitur ada di satu layar. Dulu menyalakan mobil dengan kunci, sekarang bisa dengan sistem digital. Tidak semua orang siap dengan perubahan ini. Ada yang membeli, tetapi belum tentu siap menggunakan atau sebaliknya.
 
4. Infrastruktur
Bagaimana dengan pengisian daya listriknya? Apakah infrastruktur seperti home charging sudah tersedia? Bagaimana dengan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di mal atau kantor? Apakah mudah digunakan? Apakah sistem pembayarannya praktis?

Baca Juga:
Performa Epik Veda Pratama, Begini Nasihat dari Joan Mir!


Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tim peneliti melakukan :
• Literature review (menelaah regulasi dan kebijakan satu per satu untuk melihat arah kebijakan pemerintah)
• In-depth interview dengan pelaku industri, konsumen (yang sudah membeli maupun yang berencana membeli), media, dan komunitas
• Focus Group Discussion (FGD) untuk melihat dinamika persepsi antar-stakeholder
• Observasi lapangan (mengamati langsung perilaku pengguna di SPKLU)
• Social listening (memantau percakapan publik melalui social listening di media sosial)
 
Memahami proses ini penting agar tidak melihat riset sebagai sekadar kumpulan angka atau laporan tebal. “Tantangannya bukan hanya mengumpulkan data, tetapi bagaimana membuat data itu berbunyi dan menghasilkan insight yang relevan. Yang pasti, metode kuantitatif maupun kualitatif itu sama kuatnya, sama-sama powerful,” tutup Asti.
 
Sebagai peneliti, yang penting adalah kejernihan dalam membaca informasi. Informasi apa pun, jika dianalisis dengan baik, bisa menjadi data yang bermakna. Karena pada akhirnya, keputusan yang baik lahir dari pemahaman yang berbasis bukti.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan