Bosch mendorong perhatian terhadap visibilitas melalui inovasi wiper dan program Care for Sight untuk mendukung kesiapan kendaraan. Bosch
Bosch mendorong perhatian terhadap visibilitas melalui inovasi wiper dan program Care for Sight untuk mendukung kesiapan kendaraan. Bosch

Wiper Mobil Mulai Berbekas? Ini Dampaknya bagi Visibilitas Berkendara

Ekawan Raharja • 10 September 2026 11:12
Ringkasnya gini..
  • Visibilitas menjadi faktor penting saat berkendara. Hujan dan kaca yang kotor dapat membuat pengemudi lebih lambat mendeteksi risiko.
  • Kondisi wiper perlu diperiksa berkala. Sapuan berbekas, suara berdecit, dan gerakan tak mulus menjadi tanda wiper perlu diganti.
  • Bosch mendorong perhatian terhadap visibilitas melalui inovasi wiper dan program Care for Sight untuk mendukung kesiapan kendaraan.
DKI Jakarta: Visibilitas menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan berkendara, terutama saat hujan. Pengamat otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengatakan sebagian besar keputusan pengemudi bergantung pada informasi visual yang diterima selama berkendara.

“Pengemudi mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka lihat. Karena itu, visibilitas yang baik menjadi bagian penting dalam membantu pengemudi membaca situasi dan mengambil keputusan lebih awal,” ujar Yannes dalam diskusi memperingati 100 tahun inovasi wiper Bosch di DKI Jakarta.

Menurut Yannes, hujan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lebih dari 31 persen. Kondisi kaca mobil yang kotor juga dapat menurunkan efektivitas kontrol visual pengemudi.

Air, kabut, maupun sisa sapuan wiper yang membuat pandangan tidak optimal dapat menurunkan kontras objek di jalan. Kondisi tersebut berpotensi membuat objek terdeteksi lebih lambat sehingga waktu dan jarak yang tersedia bagi pengemudi untuk mengenali risiko dan mengambil keputusan menjadi lebih terbatas.

Kondisi Wiper Perlu Diperhatikan

Penurunan performa wiper dapat terjadi secara bertahap sehingga kerap tidak langsung disadari pengemudi. Beberapa tanda yang dapat diperhatikan antara lain sapuan meninggalkan garis air, muncul suara berdecit, gerakan wiper tidak mulus, atau terdapat bagian kaca yang tidak lagi dibersihkan secara merata.

Baca Juga:
Pengemudi di Inggris Mulai Pertimbangkan Mobil China


Country Sales Director Bosch Mobility Aftermarket, Griselda Iwandi, mengatakan kondisi wiper perlu diperiksa secara berkala seperti komponen kendaraan lainnya.

“Idealnya, wiper diganti setiap enam bulan, tetapi kondisi penggunaan juga perlu diperhatikan. Pengemudi tidak perlu menunggu sampai wiper berhenti berfungsi. Ketika hasil sapuannya mulai menurun, itu sudah menjadi tanda untuk melakukan pemeriksaan dan penggantian,” ujar Griselda.

Menurut Griselda, kinerja wiper tidak hanya ditentukan oleh kondisi karet. Kesesuaian produk dengan kendaraan, pemasangan yang tepat, serta keaslian produk juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Konsumen disarankan memperhatikan spesifikasi wiper yang sesuai dengan kendaraannya dan memilih produk melalui kanal pembelian yang tepercaya. Hal tersebut penting agar wiper dapat bekerja sebagaimana mestinya ketika dibutuhkan, khususnya saat kondisi hujan.

Teknologi Wiper dan Keselamatan Berkendara

Managing Director Bosch Indonesia, Pirmin Riegger, mengatakan teknologi memiliki peran dalam mendukung keselamatan berkendara. Namun, pengembangan inovasi perlu mempertimbangkan kebutuhan pengguna.

“Bagi Bosch, teknologi bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang baru. Melalui prinsip Invented for Life, kami ingin memastikan bahwa inovasi memberikan manfaat nyata bagi kehidupan manusia. Dalam mobilitas, hal tersebut berarti menghadirkan teknologi yang membantu membuat perjalanan menjadi lebih aman, sekaligus dapat diandalkan dalam berbagai kondisi,” ujar Pirmin.

Baca Juga:
Suzuki Jimny Tetap Bensin, Versi Listrik Bisa Merusak Karakternya


Bosch mencatat 2026 menjadi momentum 100 tahun teknologi wiper Bosch. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari pengembangan teknologi wiper untuk menjawab kebutuhan pengemudi yang terus berubah seiring perkembangan kendaraan.

“Selama 100 tahun, kebutuhan pengemudi mungkin berkembang seiring perubahan kendaraan dan teknologi, tetapi satu hal tetap sama: manusia membutuhkan teknologi yang dapat diandalkan untuk membantu mereka berkendara dengan lebih aman. Karena itu, inovasi bagi kami bukan hanya tentang mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga tentang memahami bagaimana teknologi tersebut memberikan manfaat bagi penggunanya,” tambah Pirmin.

Bosch Hadirkan Program Care for Sight

Dalam momentum 100 tahun teknologi wiper Bosch, Bosch bersama Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN) menghadirkan inisiatif Care for Sight. Program tersebut turut diwujudkan melalui kontribusi wiper untuk mendukung kendaraan ambulans.

Griselda menjelaskan kontribusi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan perhatian terhadap kesiapan kendaraan yang memiliki peran penting dalam situasi darurat.

“Kontribusi tersebut tidak dimaksudkan sebagai solusi tunggal terhadap seluruh kebutuhan kendaraan darurat, melainkan sebagai bagian dari komitmen Bosch untuk terus mendorong kesadaran bahwa kesiapan kendaraan merupakan bagian dari ekosistem keselamatan yang lebih luas,” jelas Griselda.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan