Jakarta: Volume lalu lintas jalan tol yang meninggalkan wilayah Jabotabek menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 mengalami lonjakan signifikan. Jasa Marga mencatat sebanyak 1.692.528 kendaraan keluar Jabotabek pada periode H-10 hingga H-2 Lebaran, atau 11–19 Maret 2026.
Angka tersebut merupakan akumulasi dari empat Gerbang Tol (GT) utama, yakni Cikampek Utama (arah Trans Jawa), Kalihurip Utama (arah Bandung), Cikupa (arah Merak), dan Ciawi (arah Puncak). Secara keseluruhan, volume lalu lintas ini meningkat 32,1 persen dibandingkan kondisi normal yang mencapai 1.280.973 kendaraan.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, menyebut jumlah kendaraan yang telah keluar Jabotabek tersebut setara dengan 48 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan selama periode mudik 11–31 Maret 2026.
Distribusi kendaraan didominasi oleh arah Timur, yaitu menuju Trans Jawa dan Bandung, dengan total 923.734 kendaraan atau 54,6 persen. Sementara itu, arah Barat menuju Merak mencapai 440.549 kendaraan (26,0 persen), dan arah Selatan menuju Puncak sebanyak 328.245 kendaraan (19,4 persen).
Baca Juga: Asuransi Astra Memberikan 'Perlindungan' Selama Mudik Lebaran 2026
Untuk arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama, tercatat 621.366 kendaraan atau melonjak 145,5 persen dibandingkan lalu lintas normal. Sedangkan arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 302.368 kendaraan, meningkat 8,5 persen.
Secara total, lalu lintas menuju arah Timur melalui kedua gerbang tol tersebut meningkat 73,7 persen dari kondisi normal.
Di sisi lain, lalu lintas menuju arah Barat melalui GT Cikupa tercatat sebanyak 440.549 kendaraan atau naik tipis 1,5 persen. Adapun menuju arah Selatan melalui GT Ciawi mencapai 328.245 kendaraan, meningkat 4,2 persen.
Pada H-2 Lebaran atau 19 Maret 2026, volume kendaraan yang meninggalkan Jabotabek mencapai 208.825 kendaraan. Angka ini naik 48,2 persen dibandingkan lalu lintas normal dan meningkat 4,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Mendekati Idulfitri 1447H yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, sekaligus memasuki akhir periode arus mudik Lebaran 2026, kami berkomitmen untuk terus menjaga layanan operasional yang optimal baik dari segi infrastruktur, sarana dan prasarana, serta kesiapsiagaan petugas selama 24 jam di lapangan. Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan, kami juga menyediakan posko siaga untuk merespons cepat kebutuhan pelanggan,“ jelas Rivan.
Sebagai bagian dari peningkatan layanan, Jasa Marga juga mengoptimalkan teknologi informasi melalui aplikasi Travoy, layanan streaming Radio Travoy FM, serta call center 133 untuk memberikan informasi lalu lintas secara real time.
“Mendekati Idulfitri 1447H yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, sekaligus memasuki akhir periode arus mudik Lebaran 2026, kami berkomitmen untuk terus menjaga layanan operasional yang optimal baik dari segi infrastruktur, sarana dan prasarana, serta kesiapsiagaan petugas selama 24 jam di lapangan. Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan, kami juga menyediakan posko siaga untuk merespons cepat kebutuhan pelanggan,“ jelas Rivan.
Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta memanfaatkan waktu istirahat di rest area. Selain itu, pengguna jalan diminta memastikan kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik, serta selalu mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.
Jakarta: Volume lalu lintas
jalan tol yang meninggalkan wilayah Jabotabek menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 mengalami lonjakan signifikan.
Jasa Marga mencatat sebanyak 1.692.528 kendaraan keluar Jabotabek pada periode H-10 hingga H-2 Lebaran, atau 11–19 Maret 2026.
Angka tersebut merupakan akumulasi dari empat Gerbang Tol (GT) utama, yakni Cikampek Utama (arah Trans Jawa), Kalihurip Utama (arah Bandung), Cikupa (arah Merak), dan Ciawi (arah Puncak). Secara keseluruhan, volume lalu lintas ini meningkat 32,1 persen dibandingkan kondisi normal yang mencapai 1.280.973 kendaraan.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, menyebut jumlah kendaraan yang telah keluar Jabotabek tersebut setara dengan 48 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan selama periode mudik 11–31 Maret 2026.
Distribusi kendaraan didominasi oleh arah Timur, yaitu menuju Trans Jawa dan Bandung, dengan total 923.734 kendaraan atau 54,6 persen. Sementara itu, arah Barat menuju Merak mencapai 440.549 kendaraan (26,0 persen), dan arah Selatan menuju Puncak sebanyak 328.245 kendaraan (19,4 persen).
Baca Juga:
Asuransi Astra Memberikan 'Perlindungan' Selama Mudik Lebaran 2026
Untuk arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama, tercatat 621.366 kendaraan atau melonjak 145,5 persen dibandingkan lalu lintas normal. Sedangkan arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 302.368 kendaraan, meningkat 8,5 persen.
Secara total, lalu lintas menuju arah Timur melalui kedua gerbang tol tersebut meningkat 73,7 persen dari kondisi normal.
Di sisi lain, lalu lintas menuju arah Barat melalui GT Cikupa tercatat sebanyak 440.549 kendaraan atau naik tipis 1,5 persen. Adapun menuju arah Selatan melalui GT Ciawi mencapai 328.245 kendaraan, meningkat 4,2 persen.
Pada H-2 Lebaran atau 19 Maret 2026, volume kendaraan yang meninggalkan Jabotabek mencapai 208.825 kendaraan. Angka ini naik 48,2 persen dibandingkan lalu lintas normal dan meningkat 4,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Mendekati Idulfitri 1447H yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, sekaligus memasuki akhir periode arus mudik Lebaran 2026, kami berkomitmen untuk terus menjaga layanan operasional yang optimal baik dari segi infrastruktur, sarana dan prasarana, serta kesiapsiagaan petugas selama 24 jam di lapangan. Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan, kami juga menyediakan posko siaga untuk merespons cepat kebutuhan pelanggan,“ jelas Rivan.
Sebagai bagian dari peningkatan layanan, Jasa Marga juga mengoptimalkan teknologi informasi melalui aplikasi Travoy, layanan streaming Radio Travoy FM, serta call center 133 untuk memberikan informasi lalu lintas secara real time.
“Mendekati Idulfitri 1447H yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, sekaligus memasuki akhir periode arus mudik Lebaran 2026, kami berkomitmen untuk terus menjaga layanan operasional yang optimal baik dari segi infrastruktur, sarana dan prasarana, serta kesiapsiagaan petugas selama 24 jam di lapangan. Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan, kami juga menyediakan posko siaga untuk merespons cepat kebutuhan pelanggan,“ jelas Rivan.
Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta memanfaatkan waktu istirahat di rest area. Selain itu, pengguna jalan diminta memastikan kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik, serta selalu mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)