DKI Jakarta: Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Wibowo, menegaskan persoalan lalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Menurutnya lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan sekaligus mencerminkan budaya dan tingkat modernisasi suatu bangsa.
“Berbicara lalu lintas berarti berbicara tanggung jawab bersama. Karena lalu lintas itu adalah urat nadi kehidupan, lalu lintas itu adalah cerminan budaya sebuah bangsa, lalu lintas itu adalah cerminan modernisasi,” ujar Wibowo dikutip dari situs resmi Korlantas Polri.
Wibowo menjelaskan terdapat dua tantangan besar yang akan memengaruhi keamanan dan keselamatan berlalu lintas di Indonesia, yakni bonus demografi dan perkembangan teknologi.
“Sebuah tantangan besar yang harus kita hadapi. Dua tantangan yang memang akan berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan lalu lintas. Yang terkait dengan bonus demografi, yang kedua adalah terkait dengan kemajuan teknologi,” kata Wibowo.
Baca Juga:
Wuling Pastikan Aira EV Langsung Diproduksi di Pabrik Cikarang
Menurutnya tantangan tersebut semakin kompleks karena masih rendahnya budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. Salah satu pelanggaran yang masih sering ditemukan adalah pengendara yang melawan arus.
Perilaku tersebut berpotensi mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain itu, perkembangan teknologi dan tingginya mobilitas masyarakat juga menuntut pelayanan lalu lintas yang semakin modern. Karena itu, pelayanan kepada masyarakat harus efektif, efisien, mudah diakses, sekaligus tetap menjamin aspek keamanan.
“Aktivitas masyarakat saat ini juga cukup tinggi, yang membutuhkan sebuah pelayanan yang efektif, efisien, mudah dijangkau, mudah diakses, tapi juga harus aman,” ungkap Wibowo.
DKI Jakarta: Kepala Korps
Lalu Lintas (
Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Wibowo, menegaskan persoalan lalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Menurutnya lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan sekaligus mencerminkan budaya dan tingkat modernisasi suatu bangsa.
“Berbicara lalu lintas berarti berbicara tanggung jawab bersama. Karena lalu lintas itu adalah urat nadi kehidupan, lalu lintas itu adalah cerminan budaya sebuah bangsa, lalu lintas itu adalah cerminan modernisasi,” ujar Wibowo dikutip dari situs resmi Korlantas Polri.
Wibowo menjelaskan terdapat dua tantangan besar yang akan memengaruhi keamanan dan keselamatan berlalu lintas di Indonesia, yakni bonus demografi dan perkembangan teknologi.
“Sebuah tantangan besar yang harus kita hadapi. Dua tantangan yang memang akan berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan lalu lintas. Yang terkait dengan bonus demografi, yang kedua adalah terkait dengan kemajuan teknologi,” kata Wibowo.
Menurutnya tantangan tersebut semakin kompleks karena masih rendahnya budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. Salah satu pelanggaran yang masih sering ditemukan adalah pengendara yang melawan arus.
Perilaku tersebut berpotensi mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain itu, perkembangan teknologi dan tingginya mobilitas masyarakat juga menuntut pelayanan lalu lintas yang semakin modern. Karena itu, pelayanan kepada masyarakat harus efektif, efisien, mudah diakses, sekaligus tetap menjamin aspek keamanan.
“Aktivitas masyarakat saat ini juga cukup tinggi, yang membutuhkan sebuah pelayanan yang efektif, efisien, mudah dijangkau, mudah diakses, tapi juga harus aman,” ungkap Wibowo.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(UDA)