Jakarta - Di tengah percepatan transformasi industri otomotif global, Changan tidak sekadar berbicara tentang teknologi. Pabrikan asal Tiongkok ini mengusung filosofi 'Sharing the Future', sebuah komitmen untuk berbagi kemajuan, inovasi, dan masa depan mobilitas yang lebih berkelanjutan bersama masyarakat dunia.
Sebagai salah satu dari empat grup otomotif terbesar di Tiongkok, Changan membawa fondasi kuat dengan lebih dari 40 tahun pengalaman dalam manufaktur otomotif. Rekam jejak panjang ini menjadi pijakan bagi merek ini untuk berkembang sebagai pemain global berbasis teknologi dan rekayasa, bukan sekadar produsen kendaraan.
CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya menegaskan bahwa perjalanan panjang dalam inovasi dan pencapaian global, mereka hadir di Indonesia sebagai partner mobilitas yang ingin tumbuh. Kemudian juga berkontribusi besar bersama masyarakat Indonesia.
"Melalui semangat Sharing the Future, kami berkomitmen menghadirkan teknologi yang telah teruji secara global, kualitas dan keandalan yang dapat dipercaya, serta inovasi yang relevan untuk mendukung masa depan mobilitas yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” Setiawan Surya.
Baca Juga:
Mandatori Biodiesel 2026 Tetap Solar B40, B50 Masih Tahap Kajian
Kekuatan utamanya terletak pada kapabilitas engineering berstandar internasional. Perusahaan ini aktif mengembangkan teknologi keselamatan dan elektrifikasi, yang sudah diaplikasikan secara nyata.
Salah satunya adalah Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang kini diterapkan pada Deepal S07, mempertegas fokus mereka pada keselamatan dan kenyamanan berkendara masa depan. Di sektor elektrifikasi, inovasi yang melakukan juga terlihat melalui pengembangan Golden Shield Battery, sistem baterai canggih yang digunakan pada Deepal S07.
Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, serta keandalan kendaraan listrik—menjawab kebutuhan mobilitas berkelanjutan yang kian mendesak. Komitmen globalnya diperkuat oleh jejaring industrinya yang luas.
Saat ini, mereka memiliki 21 basis manufaktur dan 76 pabrik di berbagai negara, serta jaringan pusat riset dan pengembangan (R&D) di enam negara, yakni Tiongkok, Italia, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, dan Jerman.
Baca Juga:
Rencana Skema Baru Uni Eropa Lindungi Industri Otomotif dari Merek China
Melalui filosofi Sharing the Future, mereka menegaskan bahwa inovasi bukan hanya soal teknologi mutakhir, tetapi juga tentang menghadirkan solusi mobilitas yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan. Sebuah ajakan untuk membangun masa depan otomotif bersama.
Jakarta - Di tengah percepatan transformasi
industri otomotif global,
Changan tidak sekadar berbicara tentang teknologi. Pabrikan asal Tiongkok ini mengusung filosofi 'Sharing the Future', sebuah komitmen untuk berbagi kemajuan, inovasi, dan masa depan mobilitas yang lebih berkelanjutan bersama masyarakat dunia.
Sebagai salah satu dari empat grup otomotif terbesar di Tiongkok, Changan membawa fondasi kuat dengan lebih dari 40 tahun pengalaman dalam manufaktur otomotif. Rekam jejak panjang ini menjadi pijakan bagi merek ini untuk berkembang sebagai pemain global berbasis teknologi dan rekayasa, bukan sekadar produsen kendaraan.
CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya menegaskan bahwa perjalanan panjang dalam inovasi dan pencapaian global, mereka hadir di Indonesia sebagai partner mobilitas yang ingin tumbuh. Kemudian juga berkontribusi besar bersama masyarakat Indonesia.
"Melalui semangat Sharing the Future, kami berkomitmen menghadirkan teknologi yang telah teruji secara global, kualitas dan keandalan yang dapat dipercaya, serta inovasi yang relevan untuk mendukung masa depan mobilitas yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” Setiawan Surya.
Kekuatan utamanya terletak pada kapabilitas engineering berstandar internasional. Perusahaan ini aktif mengembangkan teknologi keselamatan dan elektrifikasi, yang sudah diaplikasikan secara nyata.
Salah satunya adalah Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang kini diterapkan pada Deepal S07, mempertegas fokus mereka pada keselamatan dan kenyamanan berkendara masa depan. Di sektor elektrifikasi, inovasi yang melakukan juga terlihat melalui pengembangan Golden Shield Battery, sistem baterai canggih yang digunakan pada Deepal S07.
Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, serta keandalan kendaraan listrik—menjawab kebutuhan mobilitas berkelanjutan yang kian mendesak. Komitmen globalnya diperkuat oleh jejaring industrinya yang luas.
Saat ini, mereka memiliki 21 basis manufaktur dan 76 pabrik di berbagai negara, serta jaringan pusat riset dan pengembangan (R&D) di enam negara, yakni Tiongkok, Italia, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, dan Jerman.
Melalui filosofi Sharing the Future, mereka menegaskan bahwa inovasi bukan hanya soal teknologi mutakhir, tetapi juga tentang menghadirkan solusi mobilitas yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan. Sebuah ajakan untuk membangun masa depan otomotif bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)