Baterai solid state. Gotion
Baterai solid state. Gotion

Baterai Sodium-Ion Diklaim Mampu Hilangkan Risiko Thermal Runaway

Ekawan Raharja • 15 April 2026 17:17
Ringkasnya gini..
  • Peneliti Chinese Academy of Sciences mengembangkan baterai sodium-ion dengan elektrolit baru untuk menekan risiko thermal runaway.
  • Teknologi ini membentuk penghalang padat saat suhu tinggi sehingga mencegah penyebaran panas dan reaksi berantai di dalam sel.
  • Baterai tetap memiliki performa tinggi dan diproyeksikan mendekati biaya lithium-ion saat produksi massal sekitar 2027–2028.
DKI Jakarta: Tim peneliti dari Chinese Academy of Sciences mengembangkan teknologi baterai sodium-ion baru yang diklaim mampu menghilangkan risiko thermal runaway pada level ampere-hour. Temuan ini dilaporkan oleh IT-Home berdasarkan hasil riset yang dipublikasikan pada 6 April di jurnal ilmiah Nature Energy.
 
Penelitian tersebut dipimpin oleh Hu Yongsheng dari Institute of Physics Chinese Academy of Sciences, seperti dikutip dari Carnewschina. Tim riset memperkenalkan elektrolit baru bernama polymerisable non-flammable electrolyte (PNE) yang memungkinkan apa yang mereka sebut sebagai penekanan penuh thermal runaway, salah satu risiko keselamatan utama dalam sistem baterai.
 
Berbeda dengan pendekatan konvensional yang umumnya menggunakan aditif tahan api, teknologi ini menggabungkan stabilitas termal, stabilitas antarmuka, dan isolasi fisik ke dalam kerangka perlindungan berlapis.

Mekanisme Pengaman Saat Suhu Tinggi

Dalam mekanisme kerjanya, elektrolit akan berubah dari bentuk cair menjadi penghalang padat ketika suhu internal baterai melampaui 150 derajat Celsius. Perubahan fase tersebut menciptakan lapisan pemisah di dalam sel baterai yang mampu menghentikan penyebaran panas sekaligus mencegah reaksi berantai di dalam sel.

Baca Juga:
Konsumen Chery Tiggo 8 CSH Curhat Mobil Bermasalah Setelah 3 Hari Pakai


Pendekatan ini dirancang untuk menghentikan propagasi kegagalan secara langsung, bukan hanya menunda proses penyalaan seperti yang umum dilakukan dalam strategi keamanan baterai konvensional.

Hasil Pengujian pada Sel Baterai

Teknologi tersebut diuji pada sel baterai sodium-ion berbentuk silinder berkapasitas 3,5 Ah. Hasil pengujian menunjukkan tidak adanya asap, api, maupun ledakan saat dilakukan uji penetrasi paku.

Selain itu, tidak ditemukan gejala thermal runaway bahkan ketika sel baterai dipanaskan hingga suhu 300 derajat Celsius. Hasil tersebut menunjukkan jalur terjadinya thermal runaway dapat terputus sepenuhnya bahkan dalam kondisi ekstrem.

Performa Tetap Stabil

Peningkatan aspek keselamatan ini disebut tidak mengurangi performa baterai. Sel baterai tetap dapat beroperasi pada rentang suhu yang cukup luas, mulai dari -40°C hingga 60°C.
 
Baterai juga mampu mempertahankan stabilitas pada tegangan di atas 4,3 volt. Dalam laporan penelitian, kepadatan energi yang dicapai mencapai 211 Wh/kg pada tingkat sel.

Baca Juga:
Keren, Indonesia Open Gunakan Mobil Listrik Sebagai Kendaraan Operasionalnya

Menuju Tahap Komersialisasi

Riset ini juga berkaitan dengan Zhongke Haina atau HiNa, perusahaan pengembang baterai sodium-ion yang merupakan spin-off dari lembaga riset tersebut.
 
Menurut laporan industri terbaru, baterai sodium-ion mulai bergerak menuju tahap komersialisasi. Pengujian pada truk berat menunjukkan konsumsi energi sekitar 15 persen lebih rendah per kilometer serta peningkatan jarak tempuh sekitar 20 persen dalam kondisi penggunaan normal.
 
HiNa juga memperkirakan biaya produksi baterai sodium-ion dapat mencapai kesetaraan dengan baterai lithium-ion sekitar 2027, dengan rentang harga yang mulai saling tumpang tindih pada 2028 seiring peningkatan skala produksi.

Momentum Pengembangan Baterai Sodium-Ion

Perkembangan teknologi ini juga sejalan dengan langkah beberapa produsen otomotif. Salah satunya adalah BAIC Group yang mengungkapkan pengembangan baterai sodium-ion dengan kemampuan pengisian penuh sekitar 11 menit.
 
Baterai tersebut juga diklaim mampu beroperasi stabil pada suhu ekstrem dari -40°C hingga 60°C serta memiliki ketahanan terhadap kondisi panas tinggi.
 
Dengan berbagai pengembangan tersebut, teknologi baterai sodium-ion dinilai berpotensi menjadi alternatif penting bagi sistem penyimpanan energi kendaraan listrik di masa depan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan