Wuhu: Pabrikan otomotif asal China, Chery, tengah mengembangkan mobil listrik generasi berikutnya yang menggunakan teknologi baterai solid-state. Teknologi ini secara teoritis memungkinkan kendaraan listrik menempuh jarak sangat jauh dalam sekali pengisian daya, bahkan disebut mampu melaju dari Sydney ke Adelaide tanpa perlu berhenti mengisi ulang.
Baterai solid-state menjadi fokus pengembangan banyak produsen otomotif global karena menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan baterai lithium-ion konvensional, dikutip dari Drive.
Teknologi ini tidak lagi menggunakan elektrolit cair, sehingga berpotensi membuat baterai lebih ringan, memiliki kepadatan energi lebih tinggi, serta lebih efisien dari sisi biaya dalam jangka panjang.
Meski demikian, Chery belum mengungkapkan secara pasti kapan teknologi baterai tersebut akan mulai digunakan pada mobil produksinya.
Kepadatan Energi Lebih Tinggi
Chery menyatakan prototipe baterai solid-state yang saat ini dikembangkan sudah mampu mencapai kepadatan energi 400 watt-hour per kilogram (Wh/kg). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion yang saat ini digunakan pada sebagian besar kendaraan listrik, yang umumnya berada di kisaran 250 hingga 300 Wh/kg.
Baca Juga:
Ternyata Ada, Mobil Listrik Paling Murah 2026 Mulai Rp60 Jutaan
Ke depan, mereka menargetkan peningkatan kepadatan energi hingga 600 Wh/kg pada generasi baterai berikutnya. Dengan spesifikasi tersebut, kendaraan listrik yang menggunakan teknologi ini diperkirakan mampu menempuh jarak lebih dari 1.500 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Jarak tersebut akan melampaui sebagian besar mobil listrik yang ada di pasar saat ini.
Sebagai gambaran, mobil listrik dengan jarak tempuh terpanjang yang tersedia di Australia saat ini adalah BMW iX3 dengan klaim jarak 805 km berdasarkan pengujian WLTP. Dalam waktu dekat, angka tersebut diprediksi akan dilampaui oleh model baru seperti Volvo EX60 yang diklaim memiliki jarak tempuh 810 km, serta BMW i3 generasi terbaru yang ditargetkan mencapai 900 km.
Masuk dalam Keluarga Baterai “Rhino”
Teknologi baterai solid-state ini akan menjadi bagian dari lini baterai baru Chery yang disebut “Rhino”. Dalam keluarga baterai tersebut, Chery juga mengembangkan beberapa varian lain untuk berbagai jenis kendaraan elektrifikasi.
Baca Juga:
Toyota Land Cruiser 250 Terbaru Ada Fitur Anti Maling
Beberapa di antaranya meliputi:
H Series, baterai untuk kendaraan hybrid yang diklaim mampu memberikan jarak tempuh hingga 2.000 km.
E Series, baterai lithium-ion untuk kendaraan listrik murni.
Selain itu, jenama asal China itu juga mengungkapkan baterai tersebut dirancang memiliki daya tahan hingga 5.000 siklus pengisian daya. Pabrikan ini juga menargetkan kemampuan pengisian cepat yang memungkinkan kendaraan memperoleh tambahan jarak 500 km hanya dalam delapan menit pengisian. Namun belum dijelaskan secara rinci apakah kemampuan tersebut berlaku untuk baterai lithium-ion atau solid-state.
Wuhu: Pabrikan
otomotif asal China,
Chery, tengah mengembangkan mobil listrik generasi berikutnya yang menggunakan teknologi
baterai solid-state. Teknologi ini secara teoritis memungkinkan kendaraan listrik menempuh jarak sangat jauh dalam sekali pengisian daya, bahkan disebut mampu melaju dari Sydney ke Adelaide tanpa perlu berhenti mengisi ulang.
Baterai solid-state menjadi fokus pengembangan banyak produsen otomotif global karena menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan baterai lithium-ion konvensional, dikutip dari Drive.
Teknologi ini tidak lagi menggunakan elektrolit cair, sehingga berpotensi membuat baterai lebih ringan, memiliki kepadatan energi lebih tinggi, serta lebih efisien dari sisi biaya dalam jangka panjang.
Meski demikian, Chery belum mengungkapkan secara pasti kapan teknologi baterai tersebut akan mulai digunakan pada mobil produksinya.
Kepadatan Energi Lebih Tinggi
Chery menyatakan prototipe baterai solid-state yang saat ini dikembangkan sudah mampu mencapai kepadatan energi 400 watt-hour per kilogram (Wh/kg). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion yang saat ini digunakan pada sebagian besar kendaraan listrik, yang umumnya berada di kisaran 250 hingga 300 Wh/kg.
Ke depan, mereka menargetkan peningkatan kepadatan energi hingga 600 Wh/kg pada generasi baterai berikutnya. Dengan spesifikasi tersebut, kendaraan listrik yang menggunakan teknologi ini diperkirakan mampu menempuh jarak lebih dari 1.500 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Jarak tersebut akan melampaui sebagian besar mobil listrik yang ada di pasar saat ini.
Sebagai gambaran, mobil listrik dengan jarak tempuh terpanjang yang tersedia di Australia saat ini adalah BMW iX3 dengan klaim jarak 805 km berdasarkan pengujian WLTP. Dalam waktu dekat, angka tersebut diprediksi akan dilampaui oleh model baru seperti Volvo EX60 yang diklaim memiliki jarak tempuh 810 km, serta BMW i3 generasi terbaru yang ditargetkan mencapai 900 km.
Masuk dalam Keluarga Baterai “Rhino”
Teknologi baterai solid-state ini akan menjadi bagian dari lini baterai baru Chery yang disebut “Rhino”. Dalam keluarga baterai tersebut, Chery juga mengembangkan beberapa varian lain untuk berbagai jenis kendaraan elektrifikasi.
Beberapa di antaranya meliputi:
- H Series, baterai untuk kendaraan hybrid yang diklaim mampu memberikan jarak tempuh hingga 2.000 km.
- E Series, baterai lithium-ion untuk kendaraan listrik murni.
Selain itu, jenama asal China itu juga mengungkapkan baterai tersebut dirancang memiliki daya tahan hingga 5.000 siklus pengisian daya. Pabrikan ini juga menargetkan kemampuan pengisian cepat yang memungkinkan kendaraan memperoleh tambahan jarak 500 km hanya dalam delapan menit pengisian. Namun belum dijelaskan secara rinci apakah kemampuan tersebut berlaku untuk baterai lithium-ion atau solid-state.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)