Jakarta: Hyundai menjadi salah satu pabrikan otomotif yang memasarkan mobil listrik di Indonesia. Mereka pun membuka peluang untuk menambah portofolio mobil listrik di Indonesia.
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menyebutkan akan meningkatkan penjualan mobil listrik. Saat ini penjualan mobil listrik pabrikan asal Korea Selatan berkontribusi belasan persen dari total penjualan mereka.
“Kami bertujuan meningkatkan penjualan mobil listrik. Sejauh ini kontribusinya sekitar 18 persen, dan kami ingin meningkatkan kontribusinya menjadi 20 persen hingga 25 persen pada tahun depan (2025),” ujar pria yang akrab disapa Soerjo di Semarang.
Saat ini saudara dari Kia ini sudah menawarkan Ioniq 5, Ioniq 6, dan Kona Electric sebagai andalannya. Sehingga mereka berencana untuk menambah pilihan mobil listrik untuk masyarakat Indonesia.
“Salah satu upaya yang akan dilakukannya adalah dengan menambah portofolio,” imbuhnya.
Melihat pilihan produk di global, masih ada Hyundai Inster yang belum masuk ke Indonesia. Inster secara nomenklatur berada di segmen SUV A (Toyota Aygo X dan Suzuki Ignis) dan SUV B (Jeep Avenger dan VW T-Cross).
Performa Inster tersedia dalam pilihan varian Standard dan Long Range. Entry level, varian standard, diperkuat motor listrik tunggal dengan tenaga 95 daya kuda dan torsi 147 Nm. Ia disuplai baterai berkapasitas 42 kWh untuk daya tualang lebih dari 300 km.
Sementara versi Long Range punya tenaga lebih masif, yaitu 113 daya kuda dan dipadukan catu daya lebih besar yaitu 49 kWh. Ini memberikan kemampuan jelajah mencapai 355 km berdasarkan standar WLTP.
Jakarta: Hyundai menjadi salah satu pabrikan
otomotif yang memasarkan mobil listrik di Indonesia. Mereka pun membuka peluang untuk menambah portofolio
mobil listrik di Indonesia.
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menyebutkan akan meningkatkan penjualan mobil listrik. Saat ini penjualan mobil listrik pabrikan asal Korea Selatan berkontribusi belasan persen dari total penjualan mereka.
“Kami bertujuan meningkatkan penjualan mobil listrik. Sejauh ini kontribusinya sekitar 18 persen, dan kami ingin meningkatkan kontribusinya menjadi 20 persen hingga 25 persen pada tahun depan (2025),” ujar pria yang akrab disapa Soerjo di Semarang.
Saat ini saudara dari Kia ini sudah menawarkan Ioniq 5, Ioniq 6, dan Kona Electric sebagai andalannya. Sehingga mereka berencana untuk menambah pilihan mobil listrik untuk masyarakat Indonesia.
“Salah satu upaya yang akan dilakukannya adalah dengan menambah portofolio,” imbuhnya.
Melihat pilihan produk di global, masih ada Hyundai Inster yang belum masuk ke Indonesia. Inster secara nomenklatur berada di segmen SUV A (Toyota Aygo X dan Suzuki Ignis) dan SUV B (Jeep Avenger dan VW T-Cross).
Performa Inster tersedia dalam pilihan varian Standard dan Long Range. Entry level, varian standard, diperkuat motor listrik tunggal dengan tenaga 95 daya kuda dan torsi 147 Nm. Ia disuplai baterai berkapasitas 42 kWh untuk daya tualang lebih dari 300 km.
Sementara versi Long Range punya tenaga lebih masif, yaitu 113 daya kuda dan dipadukan catu daya lebih besar yaitu 49 kWh. Ini memberikan kemampuan jelajah mencapai 355 km berdasarkan standar WLTP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)