Mitsubishi Pajero Sport. Mitsubishi
Mitsubishi Pajero Sport. Mitsubishi

Mengenal Fitur UMS Mitsubishi Pajero Sport, Cegah Salah Injak Pedal Gas

Ekawan Raharja • 03 September 2026 12:13
Ringkasnya gini..
  • Mitsubishi Pajero Sport memiliki UMS yang membantu mengantisipasi salah pengoperasian pedal gas saat ada penghalang.
  • UMS menggunakan empat sensor di bumper depan dan belakang untuk mendeteksi penghalang hingga jarak sekitar 4 meter.
  • UMS dapat menahan keluaran mesin hingga lima detik dan memiliki sejumlah kondisi yang membuat sistem tidak dapat beroperasi.
DKI Jakarta: Mitsubishi Pajero Sport dibekali sejumlah fitur keselamatan untuk membantu meminimalkan kesalahan pengemudi saat berkendara. Salah satunya adalah Ultrasonic Misacceleration Mitigation System (UMS) yang dirancang untuk mencegah atau mengurangi dampak kerusakan akibat potensi kecelakaan.

Fitur UMS bekerja dengan memanfaatkan sensor ultrasonik yang mendeteksi keberadaan kendaraan maupun penghalang di sekitar mobil. Sistem ini terdiri dari empat sensor pada bumper depan dan empat sensor pada bumper belakang.

Ketika sensor mendeteksi kendaraan atau penghalang dalam jarak sekitar 4 meter di depan maupun belakang, UMS akan menilai kondisi pengoperasian pedal gas. Jika pedal gas diinjak terlalu cepat dan kuat yang mengindikasikan kemungkinan salah pengoperasian, sistem dapat menahan keluaran mesin hingga lima detik.

Jeda tersebut memberikan kesempatan kepada pengemudi untuk menyadari kesalahan dan melakukan tindakan yang diperlukan, seperti menginjak pedal rem.

Cara Kerja Fitur UMS

Sebagai gambaran, kondisi tersebut dapat terjadi ketika pengemudi panik karena melihat objek di depan kendaraan yang semakin mendekat. Pengemudi seharusnya menginjak rem, tetapi dalam situasi yang berlangsung cepat justru menekan pedal gas.

Baca Juga:
Ini Syarat dan Ketentuan ⁠Gratis Bea Balik Nama Kendaraan Bekas 2026


Dalam kondisi seperti itu, sensor UMS mendeteksi adanya objek di sekitar kendaraan sekaligus membaca pengoperasian pedal gas. Apabila sistem menilai terdapat potensi salah pengoperasian, keluaran mesin akan ditahan hingga lima detik.

Fitur ini dapat bekerja ketika kendaraan dalam kondisi berhenti, bergerak maju, maupun bergerak mundur pada kecepatan sekitar 10 km/jam.

Ketika UMS bekerja, peringatan akan ditampilkan pada layar informasi di panel instrumen. Selain itu, buzzer akan mengeluarkan suara secara putus-putus sebagai peringatan kepada pengemudi.

UMS secara otomatis berada dalam kondisi siaga setelah mesin kendaraan dinyalakan. Namun, pengemudi dapat menonaktifkan fitur tersebut dengan menekan tombol UMS selama lebih dari tiga detik.

Kapan UMS Tidak Aktif?
Meskipun dirancang sebagai fitur keselamatan tambahan, UMS tidak selalu dapat beroperasi dalam seluruh kondisi berkendara. Ada sejumlah situasi yang dapat membuat sistem tidak bekerja secara optimal atau tidak aktif.

Beberapa kondisi tersebut antara lain ketika sensor atau area di sekitarnya telah dilap menggunakan tangan, maupun ketika sensor tertutup stiker atau aksesori. Lumpur, air, dan salju yang menutupi sensor juga dapat memengaruhi pengoperasian sistem.

Baca Juga:
AiMOGA Resmi Perkenalkan Mobo di World Robot Conference 2026


UMS juga dapat tidak beroperasi ketika terjadi perubahan suhu lingkungan yang sangat besar atau dalam kondisi cuaca buruk, seperti hujan, angin kencang, salju, dan badai pasir.

Sistem juga memiliki keterbatasan ketika kendaraan mendekati penghalang yang terlalu dekat, misalnya kendaraan lain yang tiba-tiba melintas. Kondisi ketika hanya sebagian penghalang berada di area deteksi sensor juga dapat membuat sistem tidak beroperasi.

Selain itu, UMS dapat tidak aktif ketika sensor terkena panas atau dingin secara berlebihan, maupun sesaat setelah mesin baru dinyalakan.

Kondisi jalan juga menjadi salah satu faktor. UMS dapat tidak beroperasi ketika kendaraan melewati jalan dengan banyak tikungan, termasuk saat memasuki atau keluar dari tikungan. Hal serupa dapat terjadi ketika kendaraan melaju di jalan curam dengan banyak tanjakan dan turunan.

Permukaan jalan yang bergelombang atau tidak rata juga dapat memengaruhi kerja sistem. Begitu pula kondisi bodi kendaraan yang sangat miring akibat membawa muatan berat atau tekanan ban yang tidak sesuai.

UMS juga dapat tidak beroperasi apabila pengendaraan tidak stabil akibat kecelakaan atau terdapat masalah pada kendaraan. Gangguan ultrasonik dari sumber lain serta penghalang yang tidak berbentuk horizontal terhadap arah perjalanan kendaraan juga termasuk kondisi yang dapat membuat sistem tidak bekerja.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan