Jakarta: Segmen low multi purpose vehicle (LMPV) dihuni oleh berbagai model kendaraan dari berbagai merek. Salah satunya adalah Ertiga yang menjadi salah satu mobil yang mendapatkan penerimaan yang baik.
Sejak diluncurkan pertama kali tahun 2012, Ertiga hingga Februari 2022 sudah terjual sebanyak 319.264 unit di dalam negeri. Bahkan penerimaan yang baik dan berlangsung sejak lama membuat mobil keluarga tersebut kini sudah memasuki generasi kedua.
4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Donny Saputra, membeberkan kunci penerimaan positif yang diterima oleh Ertiga. Menurutnya produksi dalam negeri dengan dukungan fitur yang lengkap menjadi aspek penting dalam penerimaan positif dari rival Honda Mobilio itu.
"Ertiga merupakan produk dalam negeri yang mempunyai banyak nilai, di antaranya adalah produk berkualitas, desain sesuai kebutuhan, fitur melimpah, bahan bakar dan perawatan irit, serta jaringan dealer banyak," ungkap Donny kepada Medcom.id.
Mobil dengan 7 penumpang ini diproduksi di pabrik Suzuki Cikarang, Jawa Barat. Bahkan untuk saat ini, Ertiga sudah memiliki komponen lokal hingga 86,4 persen. Bahkan dengan banyaknya komponen lokal yang digunakan, Ertiga mendapatkan insentif PPnBM DTP dan membuat harga jual tertingginya tidak mencapai Rp250 juta (on the road DKI Jakarta).
Dari segi mesin, mobil ini menggunakan mesin bensin K15B berkapasitas 1.500 cc yang mampu mengeluarkan tenaga maksimal 104,7 PS @ 6.000 rpm dan torsi puncak 138 Nm @ 4.400 rpm. Pengemudi kemudian bisa memantau efisiensi bahan bakar dan sejumlah informasi lainnya melalui layar MID (Multi Information Display) yang ada di depan.
Adapun untuk konsumsi bensin dalam kota mencapai 12,3 km/liter untuk pemakaian kecepatan rata-rata 20 km/jam, dan 17 km/l di jalan tol dengan penggunaan konstan di 100km/jam. Tester driver Medcom.id sudah pernah mencoba efisiensi bahan bakar Ertiga otomatis dan menghasilkan 25,84 km/liter dengan formasi empat penumpang.
Selain itu, mobil ini mampu memuat 7 orang penumpang dan sesuai dengan karakteristik konsumen di Indonesia yang suka bepergian bersama-sama. Kemudian apabila jok baris kedua dan ketiga tidak digunakan, bisa dilipat dan menghasilkan bagasi luas untuk mengangkut berbagai jenis barang.
Jakarta: Segmen low multi purpose vehicle (LMPV) dihuni oleh berbagai model kendaraan dari berbagai merek. Salah satunya adalah Ertiga yang menjadi salah satu mobil yang mendapatkan penerimaan yang baik.
Sejak diluncurkan pertama kali tahun 2012, Ertiga hingga Februari 2022 sudah terjual sebanyak 319.264 unit di dalam negeri. Bahkan penerimaan yang baik dan berlangsung sejak lama membuat mobil keluarga tersebut kini sudah memasuki generasi kedua.
4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Donny Saputra, membeberkan kunci penerimaan positif yang diterima oleh Ertiga. Menurutnya produksi dalam negeri dengan dukungan fitur yang lengkap menjadi aspek penting dalam penerimaan positif dari rival Honda Mobilio itu.
"Ertiga merupakan produk dalam negeri yang mempunyai banyak nilai, di antaranya adalah produk berkualitas, desain sesuai kebutuhan, fitur melimpah, bahan bakar dan perawatan irit, serta jaringan dealer banyak," ungkap Donny kepada Medcom.id.
Mobil dengan 7 penumpang ini diproduksi di pabrik Suzuki Cikarang, Jawa Barat. Bahkan untuk saat ini, Ertiga sudah memiliki komponen lokal hingga 86,4 persen. Bahkan dengan banyaknya komponen lokal yang digunakan, Ertiga mendapatkan insentif PPnBM DTP dan membuat harga jual tertingginya tidak mencapai Rp250 juta (on the road DKI Jakarta).