Jakarta: Pembangunan pabrik Hyundai di Indonesia sudah rampung. Pabrik yang berlokasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tersebut sudah mulai beroperasi dan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), bersama dengan Executive Chair Hyundai Motor Group, Euisun Chung.
Pabrik ini diketahui berdiri di atas lahan seluas 77,7 hektar dengan luas bangunan mencapai 18,8 hektar. Pabrik ini sendiri memiliki nilai investasi sekitar USD 1,55 miliar, dengan kapasitas produksi tahunan hingga 150 ribu unit di tahun ini dan akan mencapai 250 ribu unit per tahun kedepannya.
Pihak perusahaan juga membangun pabrik ini dengan mengedepankan visi Progress for Humanity yang dapat dilihat dari berbagai fasilitas yang tersedia. Mulai dari penggunaan teknologi ramah lingkungan seperti solar panel yang dapat memenuhi kebutuhan pasokan listrik untuk operasional area Assembly Shop.
Selain itu, pada proses pengecatan kendaraan menggunakan cat berbasis air atau waterborne yang memiliki kandungan Volatile Organic Compound (VOC) lebih rendah dibandingkan jenis cat lain. Sebagai informasi, VOC dapat merusak kesehatan dan lingkungan. Selain itu, bau tak sedap dari larutan thinner yang menusuk juga dapat dikurangi akibat dari penggunaan waterborne ini.
Hyundai juga mengutamakan kenyamanan karyawan selama bekerja dengan memasang fasilitas AC (air conditioner) di hampir seluruh bangunan area pabrik, sehingga menjadikan pabrik manufaktur ini sebagai yang pertama di Indonesia memasang fasilitas tersebut.
Pabrik ini kemudian dilengkapi pula dengan Safety Training Center yang menyediakan sesi pelatihan bagi seluruh karyawan serta mitra lokal yang akan terlibat dalam semua kegiatan di dalam pabrik. Pusat pelatihan ini juga mengadopsi teknologi Virtual Reality (VR) sebagai bagian dari materi pelatihan untuk simulasi langsung di lapangan.
Terdapat pula Mobility Innovation Center yang memiliki peran untuk mendorong pengembangan model produk strategis di ASEAN, dengan fasilitas yang beragam mulai dari lab material hingga fasilitas evaluasi berkendara.
"Kami optimis, kehadiran pabrik ini akan mendorong Indonesia untuk memainkan peran penting di kancah internasional. Kami berharap teknologi baru yang diusung Hyundai di masa mendatang akan menjadi pondasi untuk kolaborasi yang jauh lebih besar antara Hyundai dan Indonesia," ungkap Euisun Chung melalui keterangan resminya.
Jakarta: Pembangunan pabrik Hyundai di Indonesia sudah rampung. Pabrik yang berlokasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tersebut sudah mulai beroperasi dan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), bersama dengan Executive Chair Hyundai Motor Group, Euisun Chung.
Pabrik ini diketahui berdiri di atas lahan seluas 77,7 hektar dengan luas bangunan mencapai 18,8 hektar. Pabrik ini sendiri memiliki nilai investasi sekitar USD 1,55 miliar, dengan kapasitas produksi tahunan hingga 150 ribu unit di tahun ini dan akan mencapai 250 ribu unit per tahun kedepannya.
Pihak perusahaan juga membangun pabrik ini dengan mengedepankan visi Progress for Humanity yang dapat dilihat dari berbagai fasilitas yang tersedia. Mulai dari penggunaan teknologi ramah lingkungan seperti solar panel yang dapat memenuhi kebutuhan pasokan listrik untuk operasional area Assembly Shop.
Selain itu, pada proses pengecatan kendaraan menggunakan cat berbasis air atau waterborne yang memiliki kandungan Volatile Organic Compound (VOC) lebih rendah dibandingkan jenis cat lain. Sebagai informasi, VOC dapat merusak kesehatan dan lingkungan. Selain itu, bau tak sedap dari larutan thinner yang menusuk juga dapat dikurangi akibat dari penggunaan waterborne ini.
Hyundai juga mengutamakan kenyamanan karyawan selama bekerja dengan memasang fasilitas AC (air conditioner) di hampir seluruh bangunan area pabrik, sehingga menjadikan pabrik manufaktur ini sebagai yang pertama di Indonesia memasang fasilitas tersebut.