Suzuki S-Presso meluncur di GIIAS 2022. (foto: medcom.id)
Suzuki S-Presso meluncur di GIIAS 2022. (foto: medcom.id)

GIIAS 2022

S-Presso Dikhawatirkan Bunuh Ignis, Ini Kata Suzuki

Adri Prima • 16 Agustus 2022 07:09
Jakarta: Peluncuran Suzuki S-Presso di pamerang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 dikhawatirkan bakal memakan pasar Suzuki Ignis. 
 
Kedua kendaraan tersebut memang diposisikan pada segmen city car dan sama-sama memiliki ciri SUV mungil. 
 
Section Head 4W Brand Development and Marketing Research Suzuki Indomobil Sales (SIS), Harold Donel mengatakan dirinya tidak terlalu pusing dengan anggapan tersebut. Malah menurutnya, fenomena kanibalisme tidak akan terjadi pada model S-Presso dan Ignis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau soal kanibalisme kita baru bisa rilis setelah 6 bulan pasca launching (S-Presso). Tapi sepertinya keduanya tidak akan kanibal karena mereka berdua ada di price market Rp150-200 jutaan. Dan keduanya sudah punya target market masing-masing," ujar Harold, Senin, 15 Agustus 2022, di ICE, BSD, Tangerang.
 
Harol menambahkan, target market Ignis sedikit lebih mature di usia 30-35 tahun seperti karyawan muda yang meniti karier atau pasangan yang baru menikah. Sedangkan S-Presso diposisikan pada market lebih muda di rentang usia 25-30 tahun. 
 
"Ignis lebih mature (dewasa), itu menyasar first jobber, early married. Kalau S-Presso lebih muda lagi," lanjut Harold. 
 

Bicara perbandingan harga, Suzuki S-Presso dibanderol Rp155 juta (OTR Jakarta) untuk MT. Sedangkan varian S-Presso AGS, dijual dengan harga Rp164 juta (OTR Jakarta).
 
Sementara itu, untuk Suzuki Ignis dibanderol Rp207,2 juta (OTR Jakarta) untuk tipe GX MT. Kemudian tipe GX AT dilepas dengan harga Rp217,5 juta (OTR Jakarta).

Target penjualan S-Presso


Suzuki Indonesia sendiri cukup optimis dengan kehadiran S-Presso. Bahkan Suzuki menargetkan S-Presso bisa terjual sebanyak 2.300 unit hingga akhir tahun 2022.
 
"Target kita untuk S-Presso ini sebanyak 2.300 unit yang terjual di Indonesia hingga akhir tahun nanti," ungkap Harold.
 
Target tersebut tentunya bukan tanpa alasan. Secara positioning, S-Presso diplot di pasar LCGC dua baris dan city car yang sejauh ini masih belasan persen mengisi pangsa pasar otomotif nasional. 
 
"Artinya market 2 row LCGC dan city car ini masih stabil. Selain itu kita mengharapkan bonus demografi kaum milenial dan Gen Z yang sudut pandangnya tidak seperti kita. Mereka lebih individual, nggak semuanya harus bisa masuk mobil. Jadi alasan-alasan itu membuat kita tetap pede mendatangkan S-Presso ke market Indonesia," pungkas Harold.
 
(PRI)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif