Jakarta: Pandemi Covid-19 di Indonesia yang berlangsung hampir sepanjang tahun membuat pasar otomotif lesu dan merosot tajam. Meski demikian, Daihatsu mengumumkan bahwasanya performa penjualannya sejauh ini masih memenuhi target.
Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso, mempresentasikan performa penjualan retail merek asal Jepang itu untuk periode Januari-Oktober 2020. Mereka sudah berhasil menjual 81,6 ribu mobil atau menguasai pasar otomotif nasional sebanyak 18 persen. Meski angka ini turun 43 persen dibandingkan penjualan di periode yang sama tahun lalu, Januari-Oktober 2019 mencapai 143,2 ribu unit, namun mereka klaim sejauh ini penjualannya masih sesuai dengan target.
"Daihatsu yang ditargetkan posisi 2 dengan pangsa pasar minimal 17 persen, jadi berapapun nanti marketnya yang kita pertahankan ya itu. Kita masih di posisi 2 dari target minimal 17 persen, sekarang 18 persen. Kita optimis sampai akhir tahun dengan selisih posisi nomer 2-4, kita optimis nomor 2 masih bisa tercapai," papar Hendrayadi Lastiyoso Kamis (19/11/2020) melalui webinar.
Begitu juga dengan kondisi penjualan whole sales, secara total mencapai 77.471 unit dengan pangsa pasar menjadi 18,4 persen. Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019, masih terjadi kenaikan pangsa pasar karena tahun lalu capaiannya di 17,7 persen.
Kenaikan ini juga diikuti dengan perkembangan pasar otomotif nasional yang secara keseluruhan di kisaran 454 ribu unit. Di bulan Oktober saja, retail sales, penjualan totalnya mencapai 46 ribu unit. Angka ini naik 6 persen jika dibandingkan total penjualan di bulan sebelumnya di 43 ribu unit.
"Pemulihan pasar otomotif juga sejalan dengan pemulihan perekonomian Indonesia secara bertahap," ucap Hendrayadi.
Sebagaimana diiformasikan oleh pemerintah, laju pertumbuhan ekonomi yang tercermin pada PDB (Produk Domestik Bruto) secara YoY (Year on Year) walaupun memasuki kondisi resesi, namun terjadi peningkatan positif juga dimana pada Kuartal II berada di -5,32 persen menjadi -3,49 persen pada Kuartal III.
Selain itu, menurut laporan yang dikeluarkan oleh lembaga internasional seperti WEO – IMF (World Economy Outlook – International Monetary Fund) pada Oktober 2020, persentase penurunan ekonomi Indonesia sebesar -1,7 persen, dapat dikatakan bahwa kondisi perekonomian Indonesia relatif lebih baik dibandingkan kondisi perekonomian negara lainnya.
“Kami bersyukur penjualan hingga Oktober tetap mencatatkan hasil positif. Kami berharap peningkatan penjualan di sektor otomotif dapat membantu pemulihan perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” ujar Hendrayadi.
"Pemulihan pasar otomotif juga sejalan dengan pemulihan perekonomian Indonesia secara bertahap," ucap Hendrayadi.
Sebagaimana diiformasikan oleh pemerintah, laju pertumbuhan ekonomi yang tercermin pada PDB (Produk Domestik Bruto) secara YoY (Year on Year) walaupun memasuki kondisi resesi, namun terjadi peningkatan positif juga dimana pada Kuartal II berada di -5,32 persen menjadi -3,49 persen pada Kuartal III.
Selain itu, menurut laporan yang dikeluarkan oleh lembaga internasional seperti WEO – IMF (World Economy Outlook – International Monetary Fund) pada Oktober 2020, persentase penurunan ekonomi Indonesia sebesar -1,7 persen, dapat dikatakan bahwa kondisi perekonomian Indonesia relatif lebih baik dibandingkan kondisi perekonomian negara lainnya.
“Kami bersyukur penjualan hingga Oktober tetap mencatatkan hasil positif. Kami berharap peningkatan penjualan di sektor otomotif dapat membantu pemulihan perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” ujar Hendrayadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ERA)