DKI Jakarta: Pemerintah berencana menaikan standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mobil listrik tahun depan menjadi 60%. Menanggapi kondisi tersebut, Hyundai Akui tak ada masalah.
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, mengakui sipa mengikuti arahan dari pemerintah. Menurutnya, pabrik mereka di Indonesia didukung lini rantai pasok yang terintegrasi di dalam negeri, mulai dari fasilitas manufaktur perakitan, jaringan dealer, hingga produksi komponen baterai listrik.
"Jadi, kalau kita lihat kan memang Hyundai adalah salah satu brand yang memiliki supply chain yang cukup lengkap. Jadi bukan hanya manufacture untuk assembly saja. Kendaraan, terus kemudian dealer, ataupun supply chain yang lain itu untuk layani customer kita," kata pria yang akrab disapa Soerjo pada Rabu (7/10/2026) di Kuningan DKI Jakarta.
Soerjo menggaris bawahi juga fasilitas produksi baterai yang mereka miliki. Fasilitas produksi ini melengkapi pabrik Hyundai di Cikarang, Jawa Barat, yang memproduksi sejumlah model mobil listrik.
"Jadi kalau kita lihat secara keseluruhan, karena kelengkapan itu, maka TKDN yang 60 persen itu sebenarnya tidak menjadi masalah buat Hyundai," ucap dia.
Mengenai langkah penyiapan target 60 persen tersebut, Fransiscus menyoroti nilai investasi besar yang telah dikucurkan Hyundai untuk membangun infrastruktur produksi di Indonesia.
"Persiapannya ya teman-teman sudah tau. Kita kan sudah investasi 50 triliun, 3 miliar USD. Jadi sekitar 50 triliun itu kan investasi yang enggak main-main. Dengan kapasitas 150 ribu untuk pabrikan," tutur dia.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan