Pabrik Alva di Cikarang. Alva
Pabrik Alva di Cikarang. Alva

Alva Buka Kapasitas Pabrik 100 Ribu Motor Listrik per Tahun, TKDN Tembus 40%

Ekawan Raharja • 28 September 2026 10:03
Ringkasnya gini..
  • Alva memaparkan kapasitas pabrik Cikarang sebesar 100.000 unit per tahun dan TKDN seluruh lini produk di atas 40 persen.
  • Dalam kunjungan Komisi VII DPR RI, Alva membahas manufaktur, rantai pasok lokal, dan kebutuhan industri kendaraan listrik.
  • Hingga September 2026, Alva memiliki lebih dari 590 konektor Boost Charge, 19 titik penjualan, dan 130 titik layanan purnajual.
Bekasi: PT Ilectra Motor Group (IMG) melalui merek Alva memaparkan kapabilitas manufaktur dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik roda dua kepada Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Kawasan Industri Komisi VII DPR RI. Kunjungan kerja berlangsung di Kawasan Industri Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (23/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Komisi VII DPR RI untuk mendengarkan pengalaman, tantangan, dan kebutuhan pelaku industri sebagai masukan dalam penyusunan RUU Kawasan Industri.

Merek sepeda motor itu menyampaikan sejumlah aspek, mulai dari kapasitas produksi, peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), pengembangan rantai pasok lokal, hingga kesiapan infrastruktur pendukung kendaraan listrik.

Chief Executive Officer Alva, Purbaja Pantja, mengatakan pertumbuhan industri kendaraan listrik membutuhkan dukungan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari manufaktur, komponen lokal, teknologi, infrastruktur, hingga sumber daya manusia.

"Pengembangan industri kendaraan listrik tidak hanya tentang kemampuan memproduksi kendaraan, tetapi juga bagaimana kita membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhannya secara berkelanjutan. Melalui kesempatan ini, kami berbagi pengalaman 5 tahun ini Alva sebagai pelaku industri, termasuk bagaimana kawasan industri dapat berperan dalam memperkuat manufaktur, mengembangkan rantai pasok lokal, dan meningkatkan daya saing industri kendaraan listrik Indonesia," ujar Purbaja melalui keterangan resminya.
 

Pabrik Alva Cikarang Berkapasitas 100 Ribu Unit per Tahun

Sejak 2021, IMG melalui Alva mengembangkan ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh. Kegiatannya mencakup riset dan pengembangan mandiri, manufaktur, kepemilikan kekayaan intelektual (IP) lokal, distribusi, infrastruktur pengisian daya, hingga layanan purnajual.

Fasilitas manufaktur di Cikarang memiliki kapasitas produksi hingga 100.000 unit sepeda motor listrik per tahun. Pabrik tersebut menerapkan pendekatan smart manufacturing berbasis Industry 4.0 untuk mendukung proses produksi.

Dalam operasionalnya, fasilitas manufaktur Alva didukung sertifikasi ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen mutu dan ISO 14001:2015 untuk sistem manajemen lingkungan. Pabrik tersebut juga telah menjalani asesmen INDI 4.0 dari Kementerian Perindustrian.

Dari sisi pengembangan produk, pabrikan meraih penghargaan Best Design pada Good Design Indonesia Award 2026 yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan. Penghargaan tersebut diberikan atas kualitas desain dan inovasi model N3 sebagai produk mobilitas yang dikembangkan di Indonesia.

Perusahaan juga memperoleh penghargaan Best Charging Station Provider kategori 2-Wheeler dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terkait kontribusinya dalam mengembangkan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik roda dua.
   

TKDN Motor Listrik Alva di Atas 40 Persen

Dalam kunjungan kerja tersebut, Alva turut memaparkan pengembangan rantai pasok lokal. Seluruh lini produk yang diproduksi diklaim telah memiliki TKDN di atas 40 persen.

Peningkatan penggunaan komponen dalam negeri dilakukan melalui kolaborasi dengan pemasok lokal. Komponen yang diproduksi di dalam negeri mencakup rangka dan struktur kendaraan, panel bodi, sistem pengereman, hingga komponen kelistrikan pendukung.

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah keterlibatan dua industri kecil dan menengah (IKM) binaan Kementerian Perindustrian yang memasok komponen battery box dan battery bracket.

Meski demikian, Alva mengungkapkan sejumlah tantangan dalam meningkatkan TKDN kendaraan listrik. Tantangan tersebut meliputi skala pasar kendaraan listrik yang masih berkembang, kesiapan pemasok memenuhi standar industri otomotif, serta kebutuhan investasi teknologi dan peralatan produksi atau tooling.

Perusahaan juga menilai kepastian pasar dan arah kebijakan diperlukan untuk mendukung pengembangan rantai pasok serta investasi industri kendaraan listrik secara berkelanjutan.

Kawasan Industri Didorong Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Alva menilai keberadaan pabrik di Kawasan Industri Lippo Cikarang memberikan akses terhadap berbagai fasilitas penunjang manufaktur. Fasilitas tersebut mencakup infrastruktur dasar, utilitas, tenaga kerja, jaringan logistik, serta kedekatan dengan pemasok dan mitra industri otomotif.
 

Seiring perkembangan industri kendaraan listrik, Alva melihat peluang penguatan kawasan industri melalui penyediaan energi bersih dan andal, perluasan infrastruktur pengisian daya, serta pengembangan fasilitas riset dan pengujian bersama.

Selain itu, peningkatan kemampuan IKM lokal agar mampu memenuhi standar industri otomotif dinilai dapat mendukung penguatan rantai pasok kendaraan listrik nasional.

Purbaja mengatakan integrasi antara produsen kendaraan, pemasok komponen, pengembangan teknologi, dan infrastruktur menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kawasan industri.

"Keberadaan Alva di kawasan industri memberikan kami akses terhadap berbagai fasilitas dan jaringan industri yang mendukung kegiatan manufaktur. Ke depan, kami melihat peluang untuk semakin memperkuat integrasi antara produsen kendaraan, pemasok komponen, pengembangan teknologi, hingga infrastruktur pendukung. Kami berharap pengalaman yang kami bagikan dapat menjadi salah satu masukan dalam pembahasan RUU Kawasan Industri, sehingga pengembangan kawasan dapat semakin selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang," tambah Purbaja.

Alva Miliki Lebih dari 590 Konektor Pengisian Daya

Selain memperkuat manufaktur dan rantai pasok lokal, Alva terus memperluas infrastruktur pengisian daya serta jaringan layanan kendaraan listrik.

Hingga September 2026, Alva mencatat telah memiliki lebih dari 590 konektor Boost Charge. Jumlah tersebut meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan sekitar 150 konektor pada 2025.

Di sisi penjualan dan layanan, Alva memiliki 19 titik penjualan, termasuk 10 Alva Experience Center, serta lebih dari 130 titik layanan purnajual di berbagai wilayah Indonesia.

Pengembangan jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya Alva membangun ekosistem kendaraan listrik roda dua yang mencakup produksi, distribusi, pengisian daya, dan layanan purnajual.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan