Pabrik Jaguar Land Rover di Brazil. JLR
Pabrik Jaguar Land Rover di Brazil. JLR

Jaguar Land Rover Bakal PHK 4.000 Pekerja, Efek Persaingan dengan Merek China?

Ekawan Raharja • 11 September 2026 14:09
Ringkasnya gini..
  • Jaguar Land Rover berencana memangkas sekitar 4.000 pekerja dalam dua tahun sebagai bagian dari target penghematan £1,7 miliar.
  • PHK JLR terutama menyasar posisi bergaji tetap dan manajemen, sementara pengurangan tenaga ahli R&D memicu kekhawatiran.
  • Jaguar Land Rover menghadapi tekanan dari persaingan EV China, serangan siber, tarif AS, dan penurunan pendapatan perusahaan.
Coventry: Jaguar Land Rover (JLR) berencana memangkas sekitar 4.000 posisi pekerjaan dalam dua tahun ke depan sebagai bagian dari upaya mengurangi biaya operasional. Langkah tersebut diperkirakan terutama berdampak pada posisi bergaji tetap dan manajemen.

Mengutip laporan Autoevolution, JLR akan lebih dulu membuka program pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sukarela sebelum mempertimbangkan pengurangan tenaga kerja secara wajib. Karyawan memiliki waktu hingga 4 Oktober 2026 untuk mengajukan PHK sukarela.

Melalui restrukturisasi tersebut, pabrikan asal Inggris ini menargetkan penghematan hingga £1,7 miliar atau sekitar Rp38 triliun hingga akhir 2028. Fokus pengurangan tenaga kerja terutama berada di sisi korporasi, termasuk kantor pusat JLR di Whitley, Coventry, Inggris.

Pekerja di lini produksi diperkirakan tidak menjadi kelompok yang paling terdampak. Namn, rencana tersebut tetap menimbulkan kekhawatiran terhadap industri otomotif dan perekonomian di wilayah West Midlands yang memiliki keterkaitan erat dengan Jaguar Land Rover.

Kekhawatiran terhadap Tenaga Ahli dan R&D

Pengurangan tenaga kerja dalam jumlah besar juga memunculkan kekhawatiran terhadap kemampuan Jaguar Land Rover dalam mengembangkan kendaraan generasi berikutnya.

Baca Juga:
Pengemudi di Inggris Mulai Pertimbangkan Mobil China


Pengurangan posisi administratif dan penyederhanaan struktur organisasi dapat membantu perusahaan menekan biaya. Namun pengurangan tenaga ahli di bidang penelitian dan pengembangan (R&D) dinilai berisiko terhadap kemampuan JLR menghadirkan teknologi dan produk baru yang kompetitif.

Kondisi tersebut menjadi semakin penting karena Jaguar Land Rover tengah menghadapi persaingan ketat di pasar kendaraan listrik. Perusahaan telah menjalankan strategi elektrifikasi selama beberapa tahun, termasuk melalui Jaguar I-Pace dan keterlibatan dalam ajang Formula E untuk mengembangkan sekaligus mempromosikan teknologi kendaraan listrik.

Di sisi lain, permintaan terhadap kendaraan listrik berbaterai dengan harga tinggi mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir. Jaguar Land Rover juga menghadapi persaingan dari produsen otomotif China yang dinilai mampu menawarkan teknologi kompetitif dengan harga lebih rendah.

Dampak PHK JLR terhadap Industri Otomotif Inggris

Dampak restrukturisasi JLR tidak hanya berpotensi dirasakan oleh karyawan perusahaan. Rantai pasok Jaguar Land Rover juga memiliki keterkaitan dengan industri dan lapangan kerja di kawasan West Midlands.

Chairman Evtec Group yang berbasis di Coventry, David Roberts, menyebut sekitar 200.000 lapangan pekerjaan dapat memiliki keterkaitan dengan Jaguar Land Rover.

Baca Juga:
Suzuki Jimny Tetap Bensin, Versi Listrik Bisa Merusak Karakternya


"Jumlah ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh JLR, tetapi perusahaan memang memiliki rantai pasokan yang jauh melampaui jumlah tenaga kerja langsungnya," demikian laporan Autoevolution.

Angka tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh Jaguar Land Rover. Namun luasnya rantai pasok JLR membuat perubahan operasional perusahaan berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap pemasok dan perekonomian regional.

JLR Hadapi Tekanan dari Berbagai Sisi

Rencana pengurangan tenaga kerja dilakukan ketika Jaguar Land Rover juga menghadapi sejumlah tekanan bisnis. Perusahaan masih harus mengalokasikan investasi untuk pengembangan kendaraan elektrifikasi, sementara biaya operasional perlu ditekan.

JLR juga masih menghadapi dampak serangan siber pada 2025 yang disebut sebagai salah satu serangan paling merusak dalam sejarah Inggris.

Selain itu, tarif impor Amerika Serikat turut memberikan tekanan terhadap produsen otomotif Eropa yang belum memiliki fasilitas produksi di Amerika Serikat.

Tekanan tersebut tercermin dalam kinerja keuangan Jaguar Land Rover. Berdasarkan laporan BBC, pendapatan perusahaan pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026 turun menjadi £22,9 miliar dari £29 miliar dua tahun sebelumnya.

Dengan kondisi tersebut, Jaguar Land Rover menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan kebutuhan efisiensi biaya dengan investasi teknologi dan pengembangan produk baru. Pengurangan tenaga kerja menjadi salah satu langkah yang ditempuh perusahaan untuk memperbaiki efisiensi sekaligus menjaga daya saing di tengah perubahan industri otomotif global.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan