Jakarta: Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, pasar kendaraan listrik di Indonesia tercatat meningkat sekitar 49%, melampaui rata-rata negara ASEAN.
Kendaraan listrik memiliki karakter tersendiri, seperti bobot yang lebih berat dan respons akselerasi yang lebih instan dibandingkan kendaraan konvensional, menuntut kesiapan komponen pendukung yang tepat, termasuk pemilihan ban yang sesuai.
Hal ini menjadi penting karena karakteristik tersebut dapat mempengaruhi tingkat keselamatan dan stabilitas berkendara, khususnya saat melaju pada kondisi jalan basah di periode dengan curah hujan yang tinggi.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan masih berpotensi terjadi hingga awal Maret, meskipun secara umum diperkirakan akan berangsur menurun. Namun, hujan lebat masih dapat terjadi secara lokal.
Kondisi ini dapat menyebabkan permukaan jalan menjadi licin, munculnya genangan air, serta kerusakan di sejumlah titik yang secara langsung mempengaruhi tingkat keselamatan berkendara, terutama bagi pengguna mobil listrik.
Hal ini sejalan dengan pernyataan Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) yang menekankan bahwa kondisi cuaca, khususnya saat hujan, menjadi salah satu faktor perlu mendapat perhatian lebih utamanya dalam keselamatan berkendara.
“Data Korlantas Polri yang kami peroleh pada tahun 2025 memperlihatkan bahwa kecelakaan dalam kondisi hujan sebanyak 3.715 kasus atau 2,4 persen dari total kejadian, sedangkan ketika berawan atau mendung sebanyak 2.878 kasus atau sekitar 1,86 persen,” ujar Edo Rusyanto.
Dia menegaskan, bahwa setidaknya ada sekitar rata-rata 10 kasus kecelakaan lalu lintas jalan per hari ketika cuaca sedang hujan.
Sementara itu, Harso Kurniawan, Sekretaris Jenderal Jarak Aman, menambahkan, untuk mengurangi risiko aquaplaning, intinya kondisi ban jangan sampai ‘botak’ biar ada jalur air. "Kondisi ban yang baik juga turut meningkatkan kemampuan pengereman kendaraan. Selain itu penting untuk memperhatikan jarak aman dan laju kecepatan ketika berkendara saat musim hujan,” ujarnya.
Hankook iON, ban khusus mobil listrik
Menjawab kebutuhan tersebut, Hankook Tire menawarkan lini ban Hankook iON, yaitu ban yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik, guna memastikan kenyamanan dan performa optimal di berbagai kondisi jalan.
Bartek (Byunghak) Choi, Presiden Direktur Hankook Tire Sales Indonesia mengatakan produk-produk Hankook Tire selalu dikembangkan dengan mempertimbangkan dinamika kebutuhan pasar, termasuk meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
"Kami berupaya memastikan setiap produk yang kami hadirkan sesuai dengan kebutuhan pasar lokal, mulai dari kondisi dan konstruksi jalan hingga kebiasaan berkendara masyarakat Indonesia. Melalui lini Hankook iON, kami menghadirkan beragam pilihan ban yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik guna mendukung kenyamanan, efisiensi, dan keselamatan berkendara,” ujar Bartek (Byunghak) Choi.
Hankook iON dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik mobil listrik dan kebutuhan pengendaranya, dengan menghadirkan berbagai teknologi unggulan seperti i Perfect Grip yang memberikan daya cengkeram optimal saat bermanuver di jalan basah maupun saat aquaplaning, i Sound Absorber yang mampu mengurangi kebisingan hingga 18%, i Super Mileage yang memberikan usia tapak hingga 15% lebih panjang, serta i Extreme Lightness yang membantu meningkatkan efisiensi baterai dan performa kendaraan listrik.
Hankook iON tersedia dalam beberapa tipe, yaitu iON EVO yang direkomendasikan untuk kendaraan listrik berperforma tinggi (high-performance EV). Lalu ada iON EVO AS yang dirancang untuk perjalanan jarak jauh dengan performa yang stabil, iON GT yang menawarkan stabilitas dengan material lebih ramah lingkungan, serta iON ST AS yang juga direkomendasikan untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh.
Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan tersebut, Hankook Tire terus berinovasi menghadirkan produk ban berkualitas tinggi yang tidak hanya mengedepankan performa dan kenyamanan, tetapi juga aspek keselamatan berkendara di berbagai kondisi jalan.
Jakarta: Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, pasar
kendaraan listrik di Indonesia tercatat meningkat sekitar 49%, melampaui rata-rata negara ASEAN.
Kendaraan listrik memiliki karakter tersendiri, seperti bobot yang lebih berat dan respons akselerasi yang lebih instan dibandingkan kendaraan konvensional, menuntut kesiapan komponen pendukung yang tepat, termasuk pemilihan ban yang sesuai.
Hal ini menjadi penting karena karakteristik tersebut dapat mempengaruhi tingkat keselamatan dan stabilitas berkendara, khususnya saat melaju pada kondisi jalan basah di periode dengan curah hujan yang tinggi.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan masih berpotensi terjadi hingga awal Maret, meskipun secara umum diperkirakan akan berangsur menurun. Namun, hujan lebat masih dapat terjadi secara lokal.
Kondisi ini dapat menyebabkan permukaan jalan menjadi licin, munculnya genangan air, serta kerusakan di sejumlah titik yang secara langsung mempengaruhi tingkat keselamatan berkendara, terutama bagi pengguna mobil listrik.
Hal ini sejalan dengan pernyataan Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) yang menekankan bahwa kondisi cuaca, khususnya saat hujan, menjadi salah satu faktor perlu mendapat perhatian lebih utamanya dalam keselamatan berkendara.
“Data Korlantas Polri yang kami peroleh pada tahun 2025 memperlihatkan bahwa kecelakaan dalam kondisi hujan sebanyak 3.715 kasus atau 2,4 persen dari total kejadian, sedangkan ketika berawan atau mendung sebanyak 2.878 kasus atau sekitar 1,86 persen,” ujar Edo Rusyanto.
Dia menegaskan, bahwa setidaknya ada sekitar rata-rata 10 kasus kecelakaan lalu lintas jalan per hari ketika cuaca sedang hujan.
Sementara itu, Harso Kurniawan, Sekretaris Jenderal Jarak Aman, menambahkan, untuk mengurangi risiko aquaplaning, intinya kondisi ban jangan sampai ‘botak’ biar ada jalur air. "Kondisi ban yang baik juga turut meningkatkan kemampuan pengereman kendaraan. Selain itu penting untuk memperhatikan jarak aman dan laju kecepatan ketika berkendara saat musim hujan,” ujarnya.
Hankook iON, ban khusus mobil listrik
Menjawab kebutuhan tersebut,
Hankook Tire menawarkan lini ban Hankook iON, yaitu ban yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik, guna memastikan kenyamanan dan performa optimal di berbagai kondisi jalan.
Bartek (Byunghak) Choi, Presiden Direktur Hankook Tire Sales Indonesia mengatakan produk-produk Hankook Tire selalu dikembangkan dengan mempertimbangkan dinamika kebutuhan pasar, termasuk meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
"Kami berupaya memastikan setiap produk yang kami hadirkan sesuai dengan kebutuhan pasar lokal, mulai dari kondisi dan konstruksi jalan hingga kebiasaan berkendara masyarakat Indonesia. Melalui lini Hankook iON, kami menghadirkan beragam pilihan ban yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik guna mendukung kenyamanan, efisiensi, dan keselamatan berkendara,” ujar Bartek (Byunghak) Choi.
Hankook iON dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik mobil listrik dan kebutuhan pengendaranya, dengan menghadirkan berbagai teknologi unggulan seperti i Perfect Grip yang memberikan daya cengkeram optimal saat bermanuver di jalan basah maupun saat aquaplaning, i Sound Absorber yang mampu mengurangi kebisingan hingga 18%, i Super Mileage yang memberikan usia tapak hingga 15% lebih panjang, serta i Extreme Lightness yang membantu meningkatkan efisiensi baterai dan performa kendaraan listrik.
Hankook iON tersedia dalam beberapa tipe, yaitu iON EVO yang direkomendasikan untuk kendaraan listrik berperforma tinggi (high-performance EV). Lalu ada iON EVO AS yang dirancang untuk perjalanan jarak jauh dengan performa yang stabil, iON GT yang menawarkan stabilitas dengan material lebih ramah lingkungan, serta iON ST AS yang juga direkomendasikan untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh.
Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan tersebut, Hankook Tire terus berinovasi menghadirkan produk ban berkualitas tinggi yang tidak hanya mengedepankan performa dan kenyamanan, tetapi juga aspek keselamatan berkendara di berbagai kondisi jalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)