Tokyo: Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa sejarah keluarga Mitsubishi Pajero ada 3 model, yakni Pajero, Pajero Sport, dan Pajero Mini. Nah untuk model terakhir ini diduga akan kembali bangkit dari kubur setelah disuntik mati hampir 1 dekade yang lalu.
Sebuah media di Jepang, Bestcarweb, menuliskan bahwa Pajero Mini akan kembali diperkenalkan pada tahun 2024. Sayangnya, mobil compact SUV tersebut diduga hadir untuk memenuhi pasar Jepang saja.
Terbuka kemungkinan Pajero Mini bakal diproduksi bersama Nissan dengan menggunakan platform NMKV. Bisa dibilang ini adalah efek dari aliansi Renault, Nissan, dan Mitsubishi sehingga ketiga merek ini bisa saling bertukar teknologi.
Sebagai pembeda, Pajero Mini tidak akan lagi menyandang status sebagai Kei-car dengan mesin tidak lebih dari 660 cc. Sebagai gantinya, mobil berlogo tiga berlian tersebut akan menggunakan motor listrik dan baterai alias berstatus sebagai mobil listrik.
Hingga saat ini masih belum ada pernyataan resmi dari pihak pabrikan mengenai Pajero Mini.
Sejarah Mitsubishi Pajero Mini
Kilas balik di tahun 1994, Pajero Mini diperkenalkan pertama kali. Kala itu, dimensinya sedikit lebih kecil dari Jimny versi kei-car.
Sosok Pajero mungil ini dibuat dari platform Mitsubishi Minica yang merupakan kei-car buatan Mitsubishi di tahun 70-an.
Kemudian karena berstatus sebagai kei-car, maka mesin yang digunakan tidak lebih dari 660 cc. Tetapi ada dua jenis mesin yang digunakan, 4A30 untuk jenis mesin tanpa turbo, dan 4A30T untuk mesin 660 cc dengan turbo.
Produksi Pajero Mini kemudian berakhir pada 2013. Total produksi mencapai 480.000 unit, sebuah angka yang cukup besar sebuah SUV mungil.
Tokyo: Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa sejarah keluarga Mitsubishi Pajero ada 3 model, yakni Pajero, Pajero Sport, dan Pajero Mini. Nah untuk model terakhir ini diduga akan kembali bangkit dari kubur setelah disuntik mati hampir 1 dekade yang lalu.
Sebuah media di Jepang, Bestcarweb, menuliskan bahwa Pajero Mini akan kembali diperkenalkan pada tahun 2024. Sayangnya, mobil compact SUV tersebut diduga hadir untuk memenuhi pasar Jepang saja.
Terbuka kemungkinan Pajero Mini bakal diproduksi bersama Nissan dengan menggunakan platform NMKV. Bisa dibilang ini adalah efek dari aliansi Renault, Nissan, dan Mitsubishi sehingga ketiga merek ini bisa saling bertukar teknologi.
Sebagai pembeda, Pajero Mini tidak akan lagi menyandang status sebagai Kei-car dengan mesin tidak lebih dari 660 cc. Sebagai gantinya, mobil berlogo tiga berlian tersebut akan menggunakan motor listrik dan baterai alias berstatus sebagai mobil listrik.
Hingga saat ini masih belum ada pernyataan resmi dari pihak pabrikan mengenai Pajero Mini.