Sejumlah peserta Automechanika Jakarta 2026 kunjungi BPLJSKB di Bekasi untuk melihat pengujian kendaraan berstandar internasional.
Sejumlah peserta Automechanika Jakarta 2026 kunjungi BPLJSKB di Bekasi untuk melihat pengujian kendaraan berstandar internasional.

Automechanika 2026 Indonesia Ajak Peserta Intip Teknologi di Fasilitas VTCC

Ekawan Raharja • 27 September 2026 09:48
Ringkasnya gini..
  • Peserta Automechanika Jakarta 2026 dari berbagai negara mengunjungi fasilitas uji kendaraan BPLJSKB Cibitung pada 25 September lalu.
  • Rombongan diajak melihat fasilitas modern seperti uji tabrak, high speed track, hingga pengujian emisi berstandar internasional.
  • BPLJSKB membuka peluang kerjasama strategis bagi industri otomotif global dan UMKM untuk sertifikasi produk kendaraan.
DKI Jakarta: Automechanika Jakarta 2026 hadir sebagai pameran komponen dan aftermarket otomotif internasional untuk pertama kalinya hadir di Indonesia pada 24-27 September 2026. Tidak sekadar pameran, Automechanika Jakarta 2026 juga memiliki rangkaian kegiatan, salah satunya mengajak perwakilan paviliun luar negeri, seperti dari China, Uni Eropa, India, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Thailand kunjungan ke lokasi pengujian kualitas kendaraan.

Mereka diajak berkunjung ke Balai Pengujian Laik Jalan dan Serifikasi Kendaraan BerMotor (BPLJSKB), atau Vehicle Testing and Certification Center (VTCC), yang berlokasi di Kawasan Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (25/9/2026). Dikatakan, BPLJSKB Proving Ground Bekasi berusaha menjadi fasilitas pengujian kendaraan berstandar internasional. 

Adapun tujuan utama dari pengembangan fasilitas pengujian tersebut adalah meningkatkan standar keamanaan produk kendaraan bermotor, dan untuk menguransi tingkat emisinya. 

Pengembangan ini akan mencakup penerapan 19 UN Regulations untuk pengujian kendaraan bermotor, termasuk uji tabrak dan uji emisi.

Peluang Kerjasama BPLJSKB dan Peserta Automechanika

Rombongan peserta pameran Automechanika dari beberapa negara ini langsung disambut Kepala BPLJSKB Kementerian Perhubungan, Iman Sukandar, beserta staf. Iman menyampaikan BPLJSKB ini memiliki lahan seluas 90 hektar, dan boleh dikatakan terbesar dan paling komprehensif di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

“Kami menawarkan para peserta pameran Automechanika, untuk memanfaatkan fasilitas pengujian maupun melakukan sertifikasi produk-produknya. Pastinya kami menjamin profesionalitas yang kami tawarkan,” jelas Iman.

Karena memang dalam mendukung kendaraan yang berkeselamatan dan pengembangan teknologi otomotif, BPLJKSB terbuka untuk bekerjasama dengan industri otomotif, Lembaga Pendidikan, Lembaga penelitian, Lembaga sertifikasi, dan UMKM di bidang otomotif.

Head of Passive Safety VTCC, Aris menyampaikan fasilitas ini diresmikan pada 26 Maret 1988. “Sebelumnya hanya kami yang bisa mengetes mobil impor, namun sejak 2022 menjadi PSA, dan layanan kami sekarang menerima riset dan pengembangan,” katanya.

Melihat Teknologi pada Fasilitas BPLJKSB

Dalam kesempatan tersebut, para peserta dibawa berkeliling melihat fasilitas yang ada di BPLJKSB. Mulai dari fasilitas High Speed Oval Track, yang digunakan untuk menguji stabilitas pada kecepatan tinggi, daya tahan mesin, dan akurasi speedometer.

Kemudian terdapat fasilitas Noise Emission Loop Track, bertujuan untuk mengukur emisi kebisingan kendaraan secara presisi. 

Rombongan dibawa naik bus, keliling melihat ada fasilitas Low Friction Braking Track & Test Hills, untuk uji pengereman di berbagai jenis permukaan jalan. 

Lalu Test Hills, untuk menilai kemampuan pengereman di tanjakan dan turunan. Tersedia Dynamic Area, untuk mengevaluasi stabilitas kendaraan selama bermanuver.

Setelah berkeliling naik bus, rombongan Automechanika diajak melihat Passive Safety Lab, menguji fitur keselamatan pasif yang ada pada kendaraan. 

Pada Passive Safety Lab dilakukan uji tabrak kendaraan dari depan, samping dan belakang. Kemudian melihat Rear Visibility Lab, untuk mengetahui tingkat visibiltas spion yang terpasang, serta memastikan fungsi kelistrikan kendaraan, dan sejumlah fasilitas lainnya.

Selain pemanfaatan aset dan pelatihan, bagi supplier atau UMKM yang ingin bekerjasama dengan BPLJKSB menggunakan system bagi hasil, program reseller atau metode lainnya dapat memberikan penawaran berupa proposal usaha, dan produk yang akan ditawarkan. (Autogear.id/Alun Segoro)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan