Svolt mulai memproduksi massal baterai semi-solid Dragon Armor berkapasitas 100 kWh yang mendukung pengisian daya 6C. SVOLT
Svolt mulai memproduksi massal baterai semi-solid Dragon Armor berkapasitas 100 kWh yang mendukung pengisian daya 6C. SVOLT

Baterai Semi-Solid Svolt Mulai Diproduksi Massal, Isi Daya 12 Menit untuk Jarak 500 Km

Ekawan Raharja • 28 Oktober 2026 10:39
Ringkasnya gini..
  • Svolt memproduksi massal baterai semi-solid 100 kWh bertegangan 900V yang diklaim mampu menambah jarak tempuh 500 km dalam 12 menit.
  • Baterai Dragon Armor mendukung pengisian 6C, memiliki masa pakai teoretis lebih dari 1 juta km, dan dilengkapi enam lapisan perlindungan.
  • Svolt belum mengumumkan kendaraan yang akan menggunakan baterai tersebut.
China: Svolt mulai memproduksi massal baterai semi-solid Dragon Armor berkapasitas 100 kWh yang mendukung pengisian daya 6C. Baterai bertegangan 900 volt ini diklaim mampu menambah jarak tempuh hingga 500 km dalam 12 menit.

Dikutip dari CarNewsChina, unit pertama baterai tersebut keluar dari lini produksi di Changzhou, China, pada 26 Oktober 2026. Svolt menyebut teknologi baterai hibrida cair-padat dengan kimia ternary sebagai salah satu jalur pengembangan jangka panjang.

Svolt didirikan Great Wall Motor (GWM) pada 2012 sebagai anak perusahaan yang memproduksi baterai kendaraan listrik. Perusahaan ini berdiri independen pada 2018, tetapi masih menjadi pemasok utama dan mitra strategis GWM.

Teknologi dan Daya Tahan Baterai Svolt

Baterai Dragon Armor menggunakan teknologi cell-level separator transfer-printing yang diklaim meningkatkan keselamatan saat pengisian daya cepat. Sistem pendinginan cairan mendukung pengisian 6C, dengan kemampuan menambah jarak tempuh hingga 500 km dalam 12 menit.
 

Menurut Svolt, baterai ini memiliki masa pakai teoretis lebih dari 1 juta km dengan kemampuan mencapai 3.000 siklus pengisian. Baterai tersebut juga dilengkapi enam lapisan perlindungan yang diklaim memberikan ketahanan terhadap benturan hingga tiga kali lipat standar pemerintah China.

Svolt belum mengumumkan kendaraan yang akan menggunakan baterai tersebut. Namun, CarNewsChina memperkirakan SUV listrik murni Wey V8X BEV berpotensi menjadi salah satu model pertama yang mengadopsinya.

Ketua sekaligus CEO Svolt, Yang Hongxin, mengatakan informasi lebih lanjut mengenai baterai ini akan diumumkan dalam waktu dekat.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan