Pabrik Toyota di Kanada. Toyota
Pabrik Toyota di Kanada. Toyota

Tarif Impor Mobil Kanada 50 Persen, Toyota dan Honda Terancam Tutup Jalur Produksi

Ekawan Raharja • 03 September 2026 11:30
Ringkasnya gini..
  • Donald Trump mengusulkan tarif impor mobil Kanada menjadi 50 persen mulai 1 Januari, berpotensi menekan Toyota dan Honda.
  • Toyota dan Honda menyumbang lebih dari tiga perempat produksi mobil Kanada dan berpotensi menutup lini produksi jika tarif berlaku.
  • Tarif AS menjadi tekanan tambahan bagi Toyota dan Honda saat keduanya menghadapi persaingan EV China di pasar global.
Tokyo: Rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menaikkan tarif impor mobil asal Kanada menjadi 50 persen berpotensi menekan Toyota dan Honda. Kedua produsen otomotif Jepang tersebut menyumbang lebih dari tiga perempat produksi mobil di Kanada.

Mengutip Reuters, tarif impor mobil Kanada sebesar 50 persen tersebut diusulkan berlaku mulai 1 Januari. Jika kebijakan diterapkan, Toyota dan Honda disebut berpotensi menutup sejumlah lini produksi di Kanada karena tingginya beban biaya yang harus ditanggung.

Meski kesepakatan antara AS dan Kanada masih mungkin tercapai, waktu penerapan tarif dinilai kurang menguntungkan bagi industri otomotif Jepang. Toyota dan Honda saat ini juga menghadapi persaingan dari kendaraan listrik (EV) China berbiaya rendah di sejumlah pasar, termasuk Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Latin.

Amerika Serikat merupakan pasar terbesar bagi Toyota dan Honda. Kondisi ini membuat dampak tarif menjadi lebih signifikan, terutama karena produsen China seperti BYD belum memiliki akses ke pasar AS.

Berdasarkan analisis Barclays yang dikutip Reuters, mobil yang diproduksi di Kanada menyumbang hampir seperempat penjualan Honda di AS dan sekitar 17 persen penjualan Toyota pada tahun lalu. Angka tersebut merupakan porsi tertinggi di antara produsen otomotif besar.

Baca Juga:
Ini Syarat dan Ketentuan ⁠Gratis Bea Balik Nama Kendaraan Bekas 2026


Dengan rencana kenaikan tarif dari 25 persen menjadi 50 persen, Toyota dan Honda menjadi dua produsen yang berpotensi mengalami dampak paling besar.

"Jika Anda benar-benar ingin menghancurkan industri otomotif Kanada, Anda bisa melakukannya dengan tarif ini," kata Julie Boote, analis otomotif dari Pelham Smithers Associates di London, seperti dikutip Reuters.

Menurut Boote, kedua perusahaan kemungkinan harus menutup sejumlah lini perakitan mereka di Kanada apabila tarif tersebut diberlakukan.

Produksi Mobil Kanada Capai 1,2 Juta Unit

Industri otomotif Kanada memproduksi sekitar 1,2 juta mobil setiap tahun dan secara tidak langsung mendukung sekitar 427.000 lapangan pekerjaan.

Toyota mengekspor sejumlah kendaraan yang diproduksi di Kanada ke AS, termasuk RAV4. Sementara itu, Honda mengekspor CR-V dari Kanada ke pasar AS. Kedua model tersebut merupakan SUV dengan penjualan tinggi di Amerika Serikat.

Rencana tarif baru tersebut menjadi kebijakan perdagangan terbaru Trump yang membuat industri otomotif global harus kembali menyesuaikan rantai produksinya.

Selama bertahun-tahun, produsen mobil dan pemasok asal AS, Eropa, Jepang, serta Korea Selatan membangun rantai produksi di Amerika Utara dengan memanfaatkan perdagangan lintas negara. Meksiko juga menjadi salah satu basis produksi penting karena menawarkan biaya tenaga kerja yang lebih rendah.

Baca Juga:
AiMOGA Resmi Perkenalkan Mobo di World Robot Conference 2026


Namun, struktur biaya tersebut kini mengalami perubahan akibat kebijakan tarif AS. Toyota dilaporkan telah menanggung biaya sekitar 1,4 triliun yen atau sekitar US$8,8 miliar akibat tarif AS pada tahun fiskal terakhir.

Sebagai respons, Toyota memperkuat produksi di Amerika Serikat. Produsen otomotif terbesar di dunia tersebut tahun lalu menyatakan akan menginvestasikan hingga US$10 miliar dalam lima tahun untuk memperluas operasionalnya di AS.

Investasi tersebut mencakup pembangunan pabrik otomotif baru senilai US$3,6 miliar di Texas. Toyota berencana memindahkan produksi pikap Tacoma dari pabriknya di Baja California, Meksiko, ke fasilitas tersebut.

Honda Hadapi Tekanan di Bisnis Mobil

Honda juga menghadapi tekanan tambahan akibat kebijakan tarif AS. Produsen asal Jepang tersebut tengah berupaya memperbaiki kinerja bisnis mobilnya yang mengalami kerugian.

Seorang eksekutif senior Honda baru-baru ini mengatakan perusahaan kemungkinan tidak akan membangun pabrik perakitan kedelapan di Amerika Utara apabila pembicaraan mengenai USMCA antara AS, Kanada, dan Meksiko tidak diperpanjang.

USMCA merupakan perjanjian perdagangan bebas yang menggantikan NAFTA 1994 dan telah berlaku selama enam tahun.

Baca Juga:
Rekomendasi Motor Listrik dengan Baterai LFP


Trump pada 1 Juli memutuskan tidak memperpanjang USMCA secara otomatis sehingga perjanjian tersebut kini menjalani peninjauan tahunan. Meski demikian, pembicaraan antara ketiga negara masih berlangsung.

Bagi Toyota dan Honda, perkembangan kebijakan tarif tersebut menjadi faktor penting dalam menentukan strategi produksi di Amerika Utara. Jika tarif impor mobil Kanada sebesar 50 persen benar-benar diterapkan, kedua produsen Jepang tersebut harus menyesuaikan kembali rantai pasok dan basis produksi untuk mempertahankan daya saing di pasar AS.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan