Penjualan mobil listrik BYD meningkat tajam di Oktober 2025, kalahkan angka penjualan Mitsubishi di posisi 3. medcom-uda
Penjualan mobil listrik BYD meningkat tajam di Oktober 2025, kalahkan angka penjualan Mitsubishi di posisi 3. medcom-uda

Atto 1, Bikin Penjualan BYD Melejit di Oktober 2025

Ahmad Garuda • 14 November 2025 13:46
Jakarta -  Peluncuran BYD Atto 1 yang dilakukan BYD bertepatan dengan penyelenggaraan pameran otomotif GAIKINDO Indonesia Interanational Auto Show (GIIAS) di ICE BSD pada Juli 2025 lalu, ternyata cukup ampuh. Terutama dalam mendongkrak penjualan mobil BYD pada Oktober. 
 
Dari data yang dilampirkan oleh GAIKINDO di laman resminya, posisi penjualan BYD saat ini sebagai produsen mobil listrik asal Tiongkok, bercokol di urutan keenam. Posisi ini ditopang dengan baik dengan adanya mobil kecil dengan jarak tempuh hingga 500 km yang mereka punya saat ini.
 
Atto 1 pun langsung mendapat angka penjualan yang cukup fantastis pada Oktober 2025. Yaitu sebanyak 9,396 unit secara nasional. Tentu ini terbagi dua antar varian Dynamic Standard Range dengan angka penjualan 5,057 dan varian Premium Standard Range sebanyak 4,339 unit. 

Sementara sisanya dipasok dari tipe lain seperti Atto 3, Sealion, Seal, Dolphin, M6 dan E6. Dengan angka penjualan yang naik cukup tajam hingga 10,593 unit pada OKtober, tentu BYD sanggup melampaui angka penjualan selama Oktober 2025 yang diduduki oleh Mitsubishi di urutan ketiga. 

Baca Juga:
Ini 6 Penyebab Ban Mobil Cepat Aus dan Cara Mencegahnya


Fakta ini tentu menjadi ancaman serius buat produsen mobil asal Jepang. Mengingat BYD selalu punya senjata andalan yang jadi gebrakan tersendiri di pasar otomotif nasional. Terutama untuk mobil-mobil listrik dengan harga terjangkau dan jarak tempuh yang cukup jauh.
 
Dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu, Presiden Direktur BYD Motor Indonesia (BMI) Eagle Zhao, menegaskan bahwa selain produk baru, mereka juga pasang komitmen tinggu untuk memperluas jaringan penjualannya di seluruh wilayah Indonesia. 
 
"Kami sangat senang produk mobil listrik BYD diterima baik oleh masyarakat di Indonesia. Kami juga sangat mengutamakan kualitas produk dan layanan termasuk ekosistemnya. Sehingga semua jejaring Kami di Indonesia wajib mempunya sistem pengisian ulang baterai," pungkas Eagle Zhao.
 
Jika brand asal Tiongkok itu kembali mencatat angka penjualan yang sama untuk November dan Desember nanti, tentu ini akan memperkuat posisi mereka di pasar otomotif Indonesia. Kita lihat saja. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan