Ilustrasi ban mobil. Dunlop
Ilustrasi ban mobil. Dunlop

Ini 6 Penyebab Ban Mobil Cepat Aus dan Cara Mencegahnya

Ekawan Raharja • 11 November 2025 17:46
Jakarta: Pernahkah Sobat Medcom merasa ban mobil lebih cepat aus dari seharusnya, padahal baru diganti? Kondisi ban mobil cepat aus bisa menjadi tanda adanya masalah pada kendaraan atau kebiasaan berkendara yang kurang tepat.
 
Jika diabaikan, keausan ban yang tidak normal bukan hanya menambah biaya perawatan, tapi juga meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
 
Banyak pemilik mobil mengira keausan ban hanya dipengaruhi jarak tempuh atau kualitas produk. Padahal, faktor seperti tekanan angin, keseimbangan roda, gaya berkendara, hingga beban mobil berperan besar dalam mempercepat proses aus.

Dunlop melalui situs resmunya membahas jenis-jenis keausan ban, enam penyebab utama ban mobil cepat aus, serta cara mencegahnya agar ban lebih awet dan perjalanan tetap aman.

Baca Juga:
5.000 Kamera ETLE Bakal Dipasang pada 2026

Jenis-Jenis Keausan Ban

Keausan ban tidak selalu terjadi secara merata di seluruh permukaan. Pola aus yang berbeda bisa menandakan adanya masalah tertentu pada kendaraan. Beberapa jenis keausan yang umum terjadi antara lain:

Keausan Tengah (Center Wear)

Ciri-ciri: Telapak ban aus di bagian tengah.
Penyebab: Tekanan angin terlalu tinggi.
Solusi: Pastikan tekanan angin sesuai standar pabrikan.

Keausan Pinggir (Shoulder Wear)

Ciri-ciri: Bagian sisi luar dan dalam ban aus, tengah masih tebal.
Penyebab: Tekanan angin terlalu rendah.
Solusi: Rutin periksa tekanan angin sesuai rekomendasi.

Keausan Satu Sisi (One-Side Wear)

Ciri-ciri: Satu sisi ban aus lebih cepat.
Penyebab: Sudut kemudi (camber) tidak sejajar.
Solusi: Lakukan spooring dan rotasi ban berkala.

Baca Juga:
Mobil Bekas LCGC Rp60 Jutaan, Emang Ada?

Keausan Tidak Merata (Patchy/Spot Wear)

Ciri-ciri: Keausan berbentuk tambalan di beberapa titik.
Penyebab: Balancing roda atau suspensi bermasalah.
Solusi: Periksa balancing dan kondisi shock absorber.

Feathering (Permukaan Bergelombang)

Ciri-ciri: Telapak ban terasa kasar ke satu arah.
Penyebab: Sudut toe tidak tepat.
Solusi: Lakukan spooring untuk mengatur sudut roda.

Cupping/Scalloping (Bergelombang seperti Gelombang Laut)

Ciri-ciri: Permukaan ban bergelombang dengan cekungan berulang.
Penyebab: Suspensi lemah atau aus.
Solusi: Ganti komponen suspensi dan lakukan spooring.

Heel and Toe Wear (Tumpul-Tajam di Tiap Blok Ban)

Ciri-ciri: Blok ban terasa tumpul di satu sisi dan tajam di sisi lain.
Penyebab: Umumnya terjadi pada ban belakang akibat traksi.
Solusi: Lakukan rotasi ban secara rutin.

Baca Juga:
5 Pilihan Mobil Keluarga Rp100 Jutaan yang Irit

Enam Penyebab Umum Ban Cepat Aus

1. Tekanan Angin yang Tidak Sesuai

Ban dengan tekanan rendah membuat sisi luar cepat aus, sementara tekanan terlalu tinggi membuat bagian tengah lebih cepat habis.
Cara mencegahnya: Cek tekanan ban tiap dua minggu, gunakan alat ukur digital, dan ikuti standar dari pabrikan.

2. Spooring dan Balancing Tidak Rutin

Ketidaksejajaran roda atau balancing buruk membuat ban aus tidak merata dan setir bergetar.
Cara mencegahnya: Lakukan spooring dan balancing tiap 10.000 km atau setelah menghantam lubang.

3. Gaya Berkendara Agresif

Akselerasi dan pengereman mendadak mempercepat keausan pada telapak ban.
Cara mencegahnya: Jaga kecepatan stabil dan hindari manuver tajam.

4. Muatan Berlebih (Overload)

Beban berlebih meningkatkan tekanan pada ban, terutama bagian belakang.
Cara mencegahnya: Perhatikan load index ban dan hindari membawa muatan melebihi batas.

5. Kualitas Jalan dan Medan yang Dilewati

Jalan berlubang dan kasar mempercepat abrasi serta merusak struktur ban.
Cara mencegahnya: Hindari kecepatan tinggi di jalan rusak dan gunakan ban dengan daya tahan tinggi jika sering melewati medan berat.

6. Tidak Melakukan Rotasi Ban

Ban depan dan belakang memiliki beban kerja berbeda, menyebabkan keausan tidak merata jika tidak dirotasi.
Cara mencegahnya: Lakukan rotasi setiap 10.000 km atau sesuai panduan pabrikan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan