Kepergian Messi dari panggung internasional kembali memunculkan pembahasan mengenai pensiunnya nomor punggung. Jadi, apa aturan FIFA yang jarang diketahui dan apa dampaknya terhadap nomor 10 Argentina?
Laga perpisahan melawan Benin menjadi penampilan ke-208 Messi bersama Albiceleste. Pemain berusia 39 tahun itu juga menambah catatan gol internasionalnya menjadi 126 gol setelah mencetak gol penutup dari titik penalti pada menit ke-71.
Sejak debutnya pada 2005 dan dipercaya mengenakan nomor 10 sejak 2009, Messi telah mencatatkan banyak prestasi bersama Argentina. Ia mempersembahkan dua trofi Copa América secara beruntun pada 2021 dan 2024, serta membawa Argentina meraih gelar Piala Dunia 2022 di Qatar.
Baca Juga :
Adidas Bentangkan Jersey Raksasa "Gracias 10" untuk Laga Terakhir Lionel Messi di Rosario
Tradisi Pensiun Nomor Punggung: Dari NBA hingga Sepak Bola
Di Amerika Serikat, memensiunkan nomor punggung menjadi salah satu bentuk penghormatan tertinggi bagi atlet berprestasi. Tradisi tersebut umum ditemui di Liga Basket Amerika Serikat, NBA.
Mendiang Kobe Bryant di Los Angeles Lakers dengan nomor 8 dan 24 serta Wilt Chamberlain di tiga klub berbeda menjadi contoh tradisi tersebut. Bahkan, nomor 6 milik Bill Russell dipensiunkan di seluruh kompetisi NBA.
Dalam sepak bola, praktik ini tergolong jarang, tetapi pernah dilakukan oleh sejumlah klub. Liverpool memensiunkan nomor 20 untuk mengenang Diogo Jota yang meninggal dunia pada 2025. Ajax Amsterdam juga memensiunkan nomor 14 milik Johan Cruyff.
Sementara itu, AC Milan juga memensiunkan nomor 3 milik Paolo Maldini dan nomor 6 milik Franco Baresi.
Alasan Argentina Tak Bisa Pensiunkan Nomor 10
Meski Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) berkeinginan memberikan penghormatan tertinggi kepada Messi, regulasi FIFA menutup peluang tersebut pada turnamen resmi dan kompetisi di bawah CONMEBOL
Aturan FIFA menentukan bahwa setiap tim nasional yang mendaftarkan skuad resmi, misalnya 26 pemain untuk Piala Dunia 2026, wajib menggunakan nomor punggung secara berurutan dari angka 1 hingga 26.
Penolakan serupa pernah dialami AFA menjelang Piala Dunia 2002 ketika berniat memensiunkan nomor 10 milik Diego Maradona. Permintaan tersebut ditolak FIFA hingga akhirnya nomor legendaris itu dipakai Ariel Ortega.
Namun, AFA masih memiliki opsi untuk tidak menggunakan nomor 10 dalam laga uji coba karena aturan penomoran untuk pertandingan tersebut lebih fleksibel.
Siapa Pewaris Nomor 10 Argentina?
Nomor 10 di Timnas Argentina memiliki sejarah panjang dan beban ekspektasi tinggi. Sebelum era Maradona dan Messi, nama besar seperti Mario Kempes juga pernah mengenakannya saat membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1978.
Dalam sebuah wawancara resmi, Messi sempat mengungkapkan makna di balik nomor punggung tersebut.
"Kami semua merasa sedikit berbeda sebagai pemain. Bahkan jika sebenarnya tidak, sejak usia muda kami semua ingin mengenakan nomor 10. Jelas, nomor ini selalu menjadi sesuatu yang spesial," kata Messi seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Setelah Messi pensiun, sejumlah talenta muda digadang-gadang menjadi pewaris nomor 10 tersebut. Mereka di antaranya Nico Paz (Como) dan Franco Mastantuono (Real Madrid), yang sama-sama berposisi sebagai gelandang kreatif berkaki kidal.
Selain pemain muda, opsi tersebut juga terbuka bagi pemain senior seperti Alexis Mac Allister (Liverpool).
(Ahmad Raul)