Upacara penganugerahan berlangsung di kompleks latihan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) di Ezeiza, Argentina, beberapa jam sebelum Messi menjalani pertandingan perpisahannya bersama skuad La Albiceleste.
Dewan Tinggi UBA menyetujui pemberian gelar kehormatan tersebut secara bulat. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas perjalanan karier profesional Messi, kontribusinya dalam mewakili Argentina, serta pengaruh sosial dan budaya yang ia berikan di luar lapangan.
Doctor Honoris Causa merupakan gelar kehormatan tertinggi yang diberikan UBA. Gelar tersebut bersifat non-akademik sehingga penerimanya tidak perlu mengikuti perkuliahan atau pendidikan doktoral formal.
Messi Terharu Usai Terima Gelar Doktor Kehormatan
Dalam acara tersebut, Messi menerima medali dan diploma yang diserahkan langsung oleh Rektor UBA, Ricardo Gelpi, dan Wakil Rektor UBA, Emiliano Yacobitti. Prosesi itu turut disaksikan oleh para dekan dan perwakilan Dewan Tinggi UBA.
Messi mengaku tersanjung dan emosional menerima penghargaan tersebut, terlebih penganugerahan berlangsung bertepatan dengan pertandingan terakhirnya bersama Timnas Argentina.
"Menerima penghargaan seperti ini merupakan sebuah kehormatan bagi saya, terutama bisa mengatakan bahwa saya adalah seorang doktor kehormatan," kata Messi seperti dikutip dari laman resmi UBA.
"Ini hari yang sangat spesial. Saya tahu ini akan menjadi hari yang sulit dan saya akan berusaha menikmatinya. Saya tenang, tetapi ketika pertandingan semakin dekat, semuanya menjadi sedikit lebih sulit. Jadi, memulainya dengan cara seperti ini, dengan penghargaan ini, membuatnya jauh lebih spesial. Ini benar-benar sebuah kehormatan besar," tuturnya.
Alasan UBA Anugerahkan Gelar Kehormatan
Rektor UBA, Ricardo Gelpi, menegaskan bahwa penganugerahan gelar tersebut tidak hanya didasarkan pada prestasi Messi di dunia sepak bola. Prestasi itu mencakup gelar Copa America 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, Copa America 2024, hingga posisi runner-up di Piala Dunia 2026.
Gelpi juga menyoroti kepribadian Messi yang tetap rendah hati serta kepeduliannya terhadap persoalan sosial. Messi mendirikan Leo Messi Foundation pada 2007 dan menjadi Duta Niat Baik Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) sejak 2010.
"Di luar pencapaiannya yang luar biasa, Messi tidak pernah melupakan asal-usulnya, keluarganya, dan akarnya. Mungkin karena itulah pada 2007 ia mendirikan Leo Messi Foundation, yang bertujuan meningkatkan akses terhadap kesehatan, pendidikan, dan olahraga bagi anak-anak serta remaja," jelas Gelpi.
Gelpi menambahkan bahwa Messi berhasil membawa identitas dan budaya Argentina ke panggung internasional.
"Melalui sepak bola, Messi berhasil melampaui ranah olahraga dan membawa Argentina ke panggung internasional. Ia menjadi salah satu sosok dan perjalanan karier paling menonjol serta penting dalam sejarah nasional kita. Ini merupakan pencapaian luar biasa yang ingin diakui oleh universitas ini," tutupnya.
(Ahmad Raul)