Managing Partner CLS Knights Indonesia Christopher Tanuwidjaja saat meladeni pertanyaan wartawan di acara media day ABL 2017--2018 di Surabaya (Foto: Dok. CLS Knights)
Managing Partner CLS Knights Indonesia Christopher Tanuwidjaja saat meladeni pertanyaan wartawan di acara media day ABL 2017--2018 di Surabaya (Foto: Dok. CLS Knights)

ASEAN Basketball League 2017--2018

Dikalahkan Saigon Heat, CLS Knights Indonesia Keluhkan Kinerja Wasit

Krisna Octavianus • 19 Februari 2018 22:44
Surabaya: Selepas laga melawan Saigon Heat, Managing Partner CLS Knights Indonesia, Christopher Tanuwidjaja turut menghadiri konferensi pers yang rutin dilaksanakan pada setiap game kandangnya.
 
Sebelum berbicara, ia sempat menunduk diam beberapa detik lamanya untuk menghimpun kata-kata yang akan ia coba utarakan kepada para media. Laga semalam memang menjadi milik tim asal Vietnam, Saigon Heat. Tapi ada guratan kekecewaan yang tertuang dalam penjelasannya, khususnya kepada tiga orang pengadil yang memimpin jalannya pertandingan ASEAN Basketball League saat CLS Knights kalah 88-93 dari Saigon Heat, Minggu 18 Februari 2018.
 
Sambil menarik nafas yang panjang, Itop, demikian biasa ia disapa, mengeluarkan komentarnya kepada awak media mengenai kinerja wasit yang hari ini disorot tidak hanya olehnya, namun juga oleh sebagian penonton yang hadir langsung di GOR Kertajaya.
 

Baca: Tim LeBron James Menang Dramatis atas Tim Stephen Curry


"Buat saya hari ini seperti pelajaran basic matematika, delapan lebih besar dari angka lima. Mungkin kalian bisa menerjemahkannya sendiri. Para penonton yang melihat langsung di game tadi juga sudah pintar, mereka kecewa dengan beberapa keputusan wasit (bad call) yang sangat merugikan kami,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima medcom.id.

Dikalahkan Saigon Heat, CLS Knights Indonesia Keluhkan Kinerja Wasit
(Managing Partner CLS Knights Indonesia Christopher Tanuwidjaja) 
 
Hasil ini memang tidak bisa mengubah apapun. Salah seorang jurnalis yang sempat bertanya perihal rencana protes resmi Manajemen CLS Knights terhadap ABL, akhirnya mengerti bahwa kompetisi ABL memiliki aturan yang sudah ditetapkan dan ini merupakan konsekuensi yang harus dijalani oleh tim kebanggaan warga kota Surabaya.
 

Baca juga: Daftar Juara Skill Challenge, Three Point, dan Slam Dunk Contest


“Untuk protes secara resmi, yang pertama kita harus transfer USD5 ribu (Rp67 juta) dalam kurun waktu 30 menit setelah laga usai kepada pihak ABL. Iya kalau komplain kita diterima, tapi kalau tidak? Bukan bermaksud menyudutkan, tiga menit akhir kuarter keempat khususnya, kinerja wasit yang memimpin pertandingan kurang begitu jeli. Daripada saya ajukan protes resmi, lebih baik saya konsentrasi untuk memperbaiki berbagai kekurangan. Masih banyak pekerjaan rumah kami yang harus dibenahi,” paparnya lagi.
 
Meski demikian Itop pun juga sadar, mengikuti kompetisi dengan level yang lebih tinggi dengan jadwal yang ketat, membuat ia dan manajemen akan terus belajar dan juga berbenah untuk bisa membawa CLS Knights Indonesia meraih kemenangan lagi di setiap gamenya. Apalagi para fans basket di Indonesia maupun suporter mereka tidak sedikit yang kritis untuk mengomentari di media sosial khususnya saat menderita kekalahan.
 
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
 
Video: Joko Driyono Ditunjuk Jadi Plt Ketum PSSI

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ACF)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan