Jelang Asian Games 2018

Nomor Spesialisasi Eko Yuli Dicoret, Menpora Surati OCA

Rendy Renuki H 22 Februari 2018 21:44 WIB
angkat besiolah raga
Nomor Spesialisasi Eko Yuli Dicoret, Menpora Surati OCA
Lifter Eko Yuli (Istimewa)
Jakarta: Indonesia harus menelan pil pahit setelah nomor andalan lifter Eko Yuli Irawan dicoret Federasi Angkat Besi Asia (AWF) dari gelaran Asian Games 2018. Tak tinggal diam, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi langsung menyurati Komite Olimpiade Asia (OCA) perihal hal tersebut.

Surat bernomor 2.22.1/MENPORA/II/2018 itu ditujukan Menpora kepada Presiden OCA Syeikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah. Dalam suratnya, Cak Imam menolak pencoretan nomor andalan Eko Yuli Irawan tersebut.

Pasalnya, nomor kelas 62 kilogram itu menjadi andalan Indonesia mendulang emas di ajang multievent empat tahunan tersebut. Nomor yang sekaligus menjadi andalan Eko Yuli meraih medali, seperti yang telah dibuktikannya di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 lalu dengan meraih medali perak.

Baca juga: Asian Games 2018: Nomor Andalan Eko Yuli Dicoret, PABBSI Ajukan Protes

"Mengacu kepada surat Presiden AWF kepada Tuan Attila Adamfi, sebagai Direktur Federasi Angkat Besi Internasional mengenai penghapusan nomor 62 kilogram. Dengan sangat menyesal kami memberitahukan menolak keputusan dari Komite Teknik AWF dan anggota eksekutif AWF untuk menghapus nomor 62 kilogram dari Asian Games 2018," kata Imam dalam surat tertanggal Kamis 22 Februari 2018.


"Karena pada rapat komite koordinasi dengan OCA di Jakarta 14 Januari lalu, tidak mendiskusikan hal tersebut dan bahkan membahas pengurangan atau penggantian nomor untuk Asian Games 2018," sambung Menpora.

Alasan AWF mencoret nomor 62 kilogram karena dinilai rentan terjadi kecurangan, dalam hal penggunaan doping. Namun, Wakil Ketua Umum Persatuan Angkat Besi dan Berat Indonesia (PABBSI) Joko Pramono menilai keputusan itu tidak logis.

Baca juga: Angkat Besi Indonesia Ingin Cetak Sejarah di Asian Games 2018

Apalagi, menurutnya Eko Yuli selalu konsisten melakukan tes doping. Lifter asal Lampung itu belum pernah punya catatan buruk menggunakan barang haram tersebut.

"Keputusan AWF mendadak sekali. Harusnya pencoretan kelas pertandingan itu menjangkau dunia. Tapi ini kenapa hanya level Asia saja," ujar Joko kepada Medcom.id.

"Kemudian, semua negara juga tidak diajak duduk bersama untuk membicara rencana pencoretannya. Jadi yang memutuskannya itu hanya AWF dan komisi itu-itu saja," tambahnya.

Video: Liga 1 Bergulir Setelah PT LIB Lunasi Tunggakan ke Klub
 



(RIZ)