Menpora Erick Thohir. (Foto: ADITYA IRAWAN / AFP)
Menpora Erick Thohir. (Foto: ADITYA IRAWAN / AFP)

Atlet Kickboxing Jatim Dilecehkan Pelatih, Erick Thohir: Kita Semua Terluka!

Kautsar Halim • 12 Maret 2026 08:12
Ringkasnya gini..
  • Atlet kickboxing putri Jawa Timur berinisial VAP mengungkap dugaan kekerasan seksual yang dilakukan pelatihnya melalui media sosial setelah memendam kejadian tersebut dalam waktu lama.
  • Polisi menetapkan pelatih berinisial WPC sebagai tersangka dalam kasus yang kini ditangani Polda Jawa Timur.
  • Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengecam keras penyalahgunaan kekuasaan dalam dunia olahraga dan menegaskan pelaku bisa dikenai sanksi larangan seumur hidup dari dunia olahraga.
Jakarta: Kasus dugaan pelecehan seksual bukan hanya terjadi di cabang olahraga (cabor) panjat tebing. Belakangan ini, kasus serupa juga terjadi pada cabor kickboxing, seperti yang diungkapkan atlet putri Jawa Timur (Jatim) berinisial VAP (24) dalam akun media sosialnya.
 
"Aku memendam kejadian ini sejak lama. Aku takut bersuara karena dia adalah ketua, dan aku hanyalah seorang atlet yang seharusnya fokus untuk juara. Tapi, diam terlalu lama membuat luka ini semakin berat," tulis VAP di Instagram.
 
Saat ini, kasus telah ditangani Polda Jawa Timur dan menetapkan terduga pelaku yang berinisial WPC sebagai tersangka.
 

Menpora Erick Kecam Pelaku dan Hargai Keberanian Korban


Jeritan atlet dan terungkapnya tindak kriminal ini mendapatkan perhatian penuh dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir. Ia lantas menghargai keberanian korban dalam mengungkapkan kebenaran dan mengecam keras pelaku karena menyalahgunakan kewenangan untuk menodai harkat serta martabat atlet

"Cerita atlet kickboxing tentang kekerasan seksual yang dialaminya sungguh membuat kita semua terluka. Saya merasakan kepedihan ketika membaca proses dan perjuangan korban untuk mendapatkan keadilan dengan melaporkan tindakan pelecehan kepada berbagai pihak," ujar Erick dalam keterangan resmi Kemenpora. 
 
"Ironisnya, terduga pelaku adalah pelatih dan ketua pengurus provinsi kickboxing Indonesia Jawa Timur, yang seharusnya amanah dalam mengayomi, menjaga, membantu dan membina atlet," imbuhnya. 
 
"Saya hargai keberanian korban untuk bercerita, tentu bukan hal mudah untuk mengatasi trauma pahit itu, tapi korban berani bersuara agar tindakan serupa tidak terulang," lanjut Menpora Erick.
 
Menpora Erick juga menyampaikan bahwa terduga pelaku dari dua kasus kekerasan seksual atlet belakangan ini dilakukan oleh pelatih yang menyalahgunakan kewenangan. Ia mengecam keras sikap penyalahgunaan wewenang tersebut dan berharap keadilan bagi korban dapat ditegakkan. 
 
"Kami mengecam keras penyalahgunaan kekuasaan ini. Dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman, bermartabat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Saya berharap dengan ditetapkannya terduga pelaku sebagai tersangka, keadilan bagi korban dapat ditegakkan," tutur Erick.
 

Sanksi Seumur Hidup Menanti Pelaku


Menpora Erick juga menjelaskan bahwa tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan relasi kuasa, jabatan, atau posisi dalam dunia olahraga untuk melakukan tindakan yang merugikan atlet maupun insan olahraga lain. Jika terbukti melakukan pelanggaran itu, maka pelakunya bakal mendapat sanksi tidak boleh terlibat dalam dunia olahraga seumur hidup.
 
"Kami ingin memastikan dunia olahraga Indonesia bersih dari kekerasan. Siapa pun yang terbukti menyalahgunakan kekuasaan atau memanfaatkan relasi kuasa untuk melakukan kekerasan, termasuk kekerasan seksual, tidak boleh lagi dilibatkan dalam dunia olahraga seumur hidup. Tidak ada toleransi dan tidak ada tempat bagi mereka yang menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangan," kata Erick.
 

Perkuat Sistem Perlindungan Atlet 


Kemenpora juga mendorong seluruh organisasi olahraga, pengurus cabang olahraga, serta pemangku kepentingan terkait untuk memperkuat sistem perlindungan atlet, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
 
"Kita harus bersama-sama membangun lingkungan olahraga yang sehat, aman, dan berintegritas. Atlet harus dilindungi agar dapat berprestasi tanpa rasa takut dan kita ciptakan support system bagi mereka," tutup Menpora.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan