Rencana FIGC menjadikan Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas Italia menemui hambatan. (Foto: Instagram resmi Andrea Pirlo)
Rencana FIGC menjadikan Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas Italia menemui hambatan. (Foto: Instagram resmi Andrea Pirlo)

Pirlo Terancam Gagal Latih Timnas Italia, Kerja Samanya dengan Situs Taruhan Dipermasalahkan

Kautsar Halim • 26 Juli 2026 19:40
Ringkasnya gini..
  • Andrea Pirlo terancam gagal menjadi pelatih Timnas Italia setelah kerja samanya dengan perusahaan taruhan Rusia, Fonbet, mendapat sorotan.
  • Pirlo membela diri dan menyebut kritik terhadap dirinya bersifat “instrumental” serta menegaskan keterlibatannya hanya berkaitan dengan sepak bola.
  • FIGC dan Giovanni Malago kini harus menentukan apakah tetap mempercayai Pirlo atau mencari opsi lain untuk posisi pelatih Gli Azzurri.
Roma: Langkah Andrea Pirlo menuju kursi pelatih Timnas Italia dikabarkan tengah menemui hambatan. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) tengah mempertimbangkan ulang keputusan mereka karena Pirlo punya hubungan komersial dengan perusahaan taruhan asal Rusia, Fonbet.
 
Sebelumnya, Pirlo menjadi pilihan menarik utama FIGC karena statusnya sebagai legenda sepak bola Italia dan pemahamannya terhadap karakter Gli Azzurri. Namun, sebelum keputusan resmi diumumkan, federasi harus menghadapi tekanan publik terkait aktivitas komersial sang pelatih di luar lapangan.
 
Situasi tersebut membuat masa depan Pirlo sebagai pelatih Italia belum sepenuhnya aman.
 

Kerja Sama dengan Fonbet Dipermasalahkan


Polemik bermula dari hubungan komersial Pirlo dengan Fonbet, perusahaan taruhan asal Rusia yang menjadikan dirinya sebagai salah satu figur promosi.

Kerja sama tersebut kemudian menjadi perhatian karena posisi pelatih Timnas Italia memiliki tanggung jawab besar. Sosok yang menduduki jabatan tersebut bukan hanya bertugas merancang strategi di lapangan, tetapi juga menjadi representasi sepak bola Italia di mata publik.
 
Menurut laporan Football Italia, sejumlah pihak mempertanyakan apakah hubungan komersial tersebut dapat menimbulkan masalah citra apabila Pirlo resmi menangani Gli Azzurri.
 
Namun, persoalan ini bukan berarti Pirlo melakukan pelanggaran. Perdebatan lebih banyak berkaitan dengan persepsi publik dan bagaimana FIGC ingin menjaga citra tim nasional.
 

Pirlo Tidak Tinggal Diam, Kritik Disebut Berlebihan


Di tengah tekanan yang muncul, Pirlo memilih memberikan pembelaan. Pelatih yang pernah menangani Juventus tersebut menilai kritik terhadap dirinya terlalu jauh dan tidak sepenuhnya melihat konteks sebenarnya.
 
"Kritik ini bersifat instrumental dan hipokrit," ujar Pirlo seperti dikutip Corriere della Sera.
 
Pirlo juga menegaskan bahwa keterlibatannya dengan Rusia tidak memiliki agenda politik. Menurutnya, sepak bola harus tetap menjadi ruang yang mampu mempertemukan berbagai pihak.
 
"Kami datang ke sini hanya untuk sepak bola dan anak-anak. Sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan orang dan melewati batas," terang Pirlo yang juga dikritik atas kehadirannya dalam acara sepak bola di Rusia.
 
“Kami datang ke sini hanya untuk sepak bola dan anak-anak. Sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan orang dan melewati batas," kata Pirlo
 
Pernyataan tersebut menjadi respons Pirlo atas anggapan yang menyebutkan bahwa aktivitasnya di luar lapangan dapat memengaruhi kelayakannya sebagai pelatih tim nasional.
 

FIGC Mulai Mempertimbangkan Ulang Memilih Pirlo


Kontroversi tersebut membuat FIGC berada dalam posisi yang tidak mudah. Di satu sisi, Pirlo memiliki modal besar. Ia merupakan juara Piala Dunia 2006, legenda AC Milan dan Juventus, serta salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Italia.
 
Di sisi lain, federasi harus mempertimbangkan dampak dari keputusan mereka. Penunjukan pelatih tim nasional selalu mendapat perhatian besar, terlebih setelah Italia mengalami periode sulit dalam beberapa tahun terakhir.
 
Presiden FIGC, Giovanni Malago, disebut sebagai sosok paling penting dalam menentukan sosok pelatih anyar Timnas Italia. Tapi, Malago yang sempat memberikan dukungan penuh kepada Pirlo juga mulai menunjukkan sikap hati-hati karena sang kandidat punya hubungan kerja sama dengan Fonbet.
 

Penunjukan Pirlo Memang Sudah Mengundang Perdebatan


Sebelum isu Fonbet muncul, rencana penunjukan Pirlo sebenarnya sudah menjadi perbincangan. Sebagian pihak mempertanyakan apakah pengalaman kepelatihan Pirlo sudah cukup untuk menangani Timnas Italia.
 
Keraguan tersebut muncul karena perjalanan Pirlo sebagai pelatih masih relatif singkat. Ia memang pernah menangani Juventus, tetapi belum memiliki pengalaman panjang di level internasional.
 
Untuk sebagian pengamat, memilih Pirlo merupakan keputusan penuh risiko karena ia harus langsung menghadapi tekanan besar sejak pertandingan pertama.
 
Namun, pendukung Pirlo melihat sisi berbeda. Mereka menilai pengalaman sebagai pemain elite, pemahaman terhadap budaya sepak bola Italia, serta statusnya sebagai legenda dapat menjadi modal penting untuk membangun kembali Gli Azzurri.
 

Pirlo Hadapi Ujian Berat Jika Pimpin Gli Azzurri


Jika akhirnya dipercaya menjadi pelatih Timnas Italia, tantangan Pirlo tidak akan mudah. Ia harus membangun identitas permainan baru, mengembangkan generasi pemain berikutnya, sekaligus mengembalikan kepercayaan publik setelah Italia gagal tampil di Piala Dunia 2018 dan 2022.
 
Namun sebelum berbicara mengenai taktik dan strategi, Pirlo kini harus terlebih dahulu melewati ujian di luar lapangan.
 
FIGC harus menentukan apakah kontroversi terkait kerja sama komersial tersebut cukup besar untuk mengubah keputusan mereka, atau tetap memberikan kesempatan kepada sang legenda.
 

Pirlo Masih Menunggu Keputusan FIGC


Untuk saat ini, Andrea Pirlo belum bisa sepenuhnya tenang. Peluangnya menjadi pelatih Timnas Italia tetap terbuka, tetapi polemik terkait hubungan dengan perusahaan taruhan membuat proses penunjukannya tidak lagi berjalan mulus.
 
Bagi Pirlo, kesempatan menangani Gli Azzurri bisa menjadi momen terbesar dalam karier kepelatihannya. Namun sebelum itu terjadi, ia harus meyakinkan FIGC dan publik Italia bahwa kontroversi di luar lapangan tidak akan mengganggu fokusnya membawa tim nasional kembali bersaing.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan