Tempo “Road to Berlin 2026”
Lomba marathon di Berlin bukan sekadar lomba lari biasa. Lomba ini merupakan sebuah
“statement” tentang konsistensi, ketahanan, dan keyakinan bahwa mengejar yang terbaik.
di lintasan maupun dalam kesehatan, adalah pilihan yang selalu layak dimenangkan.
Nilai-nilai inilah yang selama ini menjadi fondasi Tempo sejak lahir di Jerman pada 1929, brand yang terbukti konsisten dalam menjaga kualitas, dari generasi ke generasi.
Country Head PT Vinda Internasional Indonesia, Abraham Nandiwardhana, menyampaikan, "Tempo lahir dari satu keyakinan - bahwa kualitas bukan kemewahahan sesaat, melainkan standar hidup yang dipegang setiap hari. Lari marathon di Berlin merepresentasikan hal yang sama: konsistensi, ketahanan, dan performa terbaik yang lahir dari pilihan personal yang tidak pernah setengah-setengah. Program ini adalah cara kami menghadirkan spirit Tempo secara nyata, kepada konsumen Indonesia yang memang sudah hidup dengan standar tersebut."
Di Indonesia, tren lari tengah berada di titik puncak, tercatat lebih dari 550 ajang lari digelar
sepanjang 2025. Dan bagi komunitas pelari yang serius, lari marathon di Berlin merupakan
suatu kebanggaan dan pencapaian, karena berarti berlari di salah satu ajang World Marathon Majors, rangkaian enam ajang lari paling bergengsi di dunia, dengan slot yang
sangat terbatas dan diperebutkan oleh pelari dari seluruh penjuru dunia.
Ini seperti yang disampaikan Agung Triyudanta yang pernah ikut pada edisi 2019. Agung yang juga merupakan captain RIOT Indonesia ini mengungkapkan tidak mudah untuk mendapatkan balot marathon di Berlin, karena yang mendaftar hingga ratusan ribu.
“Dari ratusan ribu yang mendaftar yang dipilih hanya 10 ribu orang, dan jadi kurang lebihnya orang Indonesia yang terpilih itu sekitar 1 sampai 5 persen pendaftar. Jadi kesempatan dapat balot lari di Berlin itu sangat susah,” ujar Agung.
Agung menambahkan program “Road to Berlin 2026” sangat menguntungkan bagi para pelari di Indonesia. “Kasarnya gampang nih untuk kita bisa lari di Berlin itu, buat kami pelari kesempatan yang sayang dilewatkan. Caranya bisa kita kontrol, kalau balot kan untung-untungnya. Semacam undian, hanya bisa 1 persen,” ungkapnya.
Gandeng Komunitas Lari
Tempo juga menggandeng komunitas lari terkurasi - RIOT Indonesia, TNG Runner, Serikat Pelarian, Wake and Run, Run on Bali, dan Indo Runner Surabaya. Melalui kolaborasi ini, setiap komunitas memiliki referral code masing-masing yang dapat digunakan peserta saat mengunggah struk pembelian.
Komunitas dengan penggunaan referral code terbanyak nantinya akan mendapatkan kesempatan untuk mengirimkan perwakilannya ke Berlin bersama Tempo. Kolaborasi ini dijadikan sebagai bagian dari upaya Tempo untuk melibatkan ekosistem lari secara lebih dekat dan menghadirkan semangat program yang lebih relevan di komunitas pelari Indonesia.
Cara Ikutan “Road to Berlin 2026”
Selain dari komunitas lari, Tempo juga mengundang seluruh konsumen di Indonesia untuk mengikuti program ini dengan mekanisme yang dirancang cukup sederhana:
- Beli produk tisu Tempo di mitra retailer pilihan: Alfamidi, AEON, FamilyMart, Foodhall, Ranch Market, atau Pepito
- Unggah foto struk pembelian melalui QR Code yang tersedia atau melalui akun Instagram @tempoindonesia
- Verifikasi data diri dan ikuti akun resmi @Tempolndonesia serta akun outlet mitra: @alfamidi_ku, @thefoodhall.id, @ranchmarket99id, @aeonstore_id, @pepito.market, dan @familymartid
- Pantau akumulasi transaksi melalui sistem leaderboard yang transparan
Program "Road to Marathon in Berlin 2026" berlangsung mulai 1 April hingga 30 Juni 2026. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada Juli 2026, sementara kegiatan marathon di Berlin sendiri akan berlangsung pada September 2026.
Hadiah Utama
Melalui program ini, Tempo akan memberangkatkan empat pemenang utama untuk mendapatkan pengalaman penuh mengikuti marathon di Berlin pada tahun 2026. Hadiah yang diberikan mencakup:- Slot atau ballot marathon
- Tiket pesawat pulang-pergi
- Akomodasi
- Uang saku
Pemenang juga akan mendapatkan asuransi, sehingga bisa fokus untuk merasakan pengalaman mengikuti ajang lari paling prestisius di dunia itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News