AF Corse 50 di Spa (dok. AF Corse)
AF Corse 50 di Spa (dok. AF Corse)

Balap Mobil

Bangkit dari P28 dan Terjang Gelombang Panas, Sean Gelael dan AF Corse 50 Finis P5 di Spa

Gregorius Gelino • 29 Juni 2026 10:58
Ringkasnya gini..
  • Sean dan tim AF Corse 50 memulai balapan dari P28.
  • Sean dan tim AF Corse 50 harus melawan gelombang panas Eropa.
  • Sean dan tim AF Corse 50 sukse menaklukkan semua tantangan dan finis di P5.
Spa: Perjuangan luar biasa ditunjukkan oleh pembalap Indonesia, Sean Gelael, bersama rekan-rekan setimnya, Arthur Leclerc dan Lilou Wadoux, di 24 Hours of Spa. Memulai balapan dari P28 dan harus menerjang gelombang panas ekstrem di Eropa, tim AF Corse 50 sukses melakukan comeback heroik untuk finis di P5 pada balapan yang berakhir Minggu, 27 Juni.

Start dari Belakang dan Hadapi Gelombang Panas

Posisi start P28 adalah hambatan pertama. Itu artinya mereka benar-benar start dari bagian tengah karena jumlah peserta GT World Challenge Europe (GTWCE) di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia itu sebanyak 69 mobil. 
 
Bisa menghindar dari kecelakaan yang biasanya terjadi saat start tentu bukan tugas ringan. Dan Sean sebagai starting driver sekali lagi mampu menjalankan tugas itu, seperti yang ia perlihatkan di Paul Ricard dan Monza.
 
Sean berhasil membawa mobil Ferrari tim AF Corse 50 keluar dari kerumunan dengan selamat. Insiden memang terjadi bukan selepas start, namun itu tetap ada tak lama setelahnya sehingga Safety Car mesti mentralisir lomba.

Tugas berikut adalah, menaikkan posisi lomba satu per satu. Dan itu mampu dilaksanakan dengan baik pula oleh Sean. Ketika dia menyerahkan kendali lomba ke Arthur, posisinya sudah di urutan belasan.
 
Akibat gelombang panas yang kini sedang melanda Eropa, cuaca sangat tak bersahabat di mana suhu udara tertinggi adalah 42 derajat dan suhu di permukaan trek mencapai 62 derajat Celsius. Dan itu adalah musuh lain semua pembalap, terutama bagi mereka yang sedang mengejar posisi seperti Sean, Arthur, dan Lilou sehingga jadi terasa bertambah berat.

Terancam Penalti

Usaha lain adalah menghindari benturan dan penalti. Arthur sempat dihajar salah satu mobil Audi sehingga keluar trek dan mobil pun agak rusak, namun recovery yang dilakukannya sangat baik. Memang karena semua mobil berjenis GT3 dan berkemampuan sama, benturan antar-peserta adalah hal lumrah di ajang GTWCE ini.
 
Penalti juga adalah momok yang tak bisa dianggap remeh sepanjang balapan. Nyaris semua peserta terkena walau dengan porsi berbeda. Dan salah satu kunci kalau mau berhasil mendapatkan hasil baik adalah menghindari penalti besar.
 
Dan AF Corse 50 melakukan itu! Mereka hanya kena penalti 30 detik akibat melanggar track limit. Dan hukuman ini relatif kecil dibanding tim-tim lain yang bisa mencapai ratusan detik dan berulang, atau bertumpuk karena ditambah dengan penalti-penalti jenis lain.

Baca juga: Hasil AVC Men's Cup 2026: Indonesia Raih Juara usai Bungkam Korea Selatan

Setelah semua musuh itu ditaklukkan, selebihnya adalah menjaga posisi lomba. Cara AF Corse 50 adalah, Sean dari P28 menaikkan posisi lomba hingga menjadi di posisi belasan, Arthur ke Top 10, lalu Lilou mengamankan posisi tersebut, sebelum Arthur menutup race nan melelahkan itu di P5. Sebuah kerja sama tim yang hebat dari AF Corse 50!
 
"Ini benar-benar kerja keras untuk dapatkan P5. Start dari belakang, sempat naik tapi lalu turun lagi, mobil kena hajar dan rusak, panas luar biasa, tapi kami tetap bertarung sengit. Saya sangat bangga dengan tim AF Corse 50 dan rekan-rekan berkaliber bintang pada Arthur dan Lilou. Terima kasih semua!" ujar Sean, Brand Ambassador Pertamax Turbo dan Pertamina Fastron.
 
Tim Lionspeed GP 80 yang mengendarai Porsche menjadi pemenang, di mana AF Corse 51 yang lama memimpin balapan mesti puas finis di P3 akibat ban pecah dan insiden lain yang mereka alami.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan