Keributan antara pemain dan staf kepelatihan Uberlândia dan Mamoré dalam pertandingan semifinal U-20 di Brasil. Foto: Instagram @the.independent
Keributan antara pemain dan staf kepelatihan Uberlândia dan Mamoré dalam pertandingan semifinal U-20 di Brasil. Foto: Instagram @the.independent

Chaos di Laga Sepak Bola Brasil, Wasit Keluarkan 51 Kartu Merah

Muhammad Syahrul Ramadhan • 05 November 2026 11:52
Ringkasnya gini..
  • Pertandingan U-20 di Brasil antara Uberlândia dan Mamoré diwarnai keributan hingga wasit mengeluarkan 51 kartu merah.
  • Sebanyak 43 pemain dan delapan staf kepelatihan mendapat kartu merah setelah keributan pecah di lapangan.
  • Insiden tersebut berpotensi melampaui rekor 36 kartu merah dalam satu pertandingan yang tercatat pada 2011.
Jakarta: Pertandingan sepak bola kelompok umur di Brasil diwarnai keributan besar hingga wasit mengeluarkan total 51 kartu merah. Insiden tersebut melibatkan pemain dan staf kepelatihan dari dua tim yang bertanding, Uberlândia dan Mamoré.

Melansir All Football, pertandingan tersebut merupakan leg pertama semifinal Divisi Kedua Kejuaraan U-20 Minas Gerais. Duel berlangsung di Stadion Parque do Sabiá dan berakhir dengan skor 3-1 untuk keunggulan Mamoré.

Dari total 51 kartu merah, sebanyak 43 diberikan kepada pemain, sedangkan delapan lainnya ditujukan kepada anggota staf kepelatihan kedua tim.

Awal Mula Keributan di Pertandingan Uberlândia vs Mamoré

Pertandingan sebenarnya sudah berlangsung panas sejak awal. Wasit Patrick bahkan telah mengeluarkan empat kartu merah selama pertandingan berlangsung, masing-masing dua untuk Uberlândia dan Mamoré.

Kartu merah tersebut diberikan karena sejumlah pelanggaran, mulai dari tindakan memukul, pelecehan verbal, menyerang penjaga gawang lawan, hingga gestur provokatif.

Situasi semakin tidak terkendali ketika Mamoré unggul 3-1 pada penghujung babak kedua. Pemain Mamoré, Davi Bittencourt, melakukan tindakan provokatif saat merayakan gol di hadapan bangku cadangan Uberlândia.

Tindakan tersebut memicu reaksi dari pihak lawan. Keributan kemudian meluas hingga melibatkan pemain dan staf kepelatihan kedua kesebelasan.

Dalam laporan pertandingan, wasit menyebut sejumlah pemain saling menendang dan memukul lawan. Akibatnya, sebanyak 39 pemain tambahan diusir dari pertandingan.

Dengan demikian, total pemain yang menerima kartu merah mencapai 43 orang.

Wasit Catat Kartu Merah dalam Laporan Pertandingan

Keributan yang terjadi membuat wasit kesulitan memberikan kartu merah secara langsung kepada setiap orang yang terlibat.

Karena situasi di lapangan tidak memungkinkan, delapan kartu merah untuk anggota staf kepelatihan dicatat melalui laporan resmi pertandingan. Mereka yang diusir termasuk kedua pelatih kepala, pelatih penjaga gawang, fisioterapis, dan seorang tukang pijat.

Wasit juga mengonfirmasi telah mengajukan pengaduan terkait insiden tersebut. Pihak kepolisian disebut akan melakukan penyelidikan atas keributan yang terjadi.

Lampaui Rekor Kartu Merah Sebelumnya

Jika dikonfirmasi secara resmi, insiden tersebut berpotensi mencatatkan rekor baru untuk jumlah kartu merah terbanyak dalam satu pertandingan sepak bola.

Sebelumnya, rekor yang tercatat di Guinness World Records adalah 36 kartu merah. Rekor itu terjadi dalam pertandingan antara dua klub divisi lima Argentina, Claypole Athletic dan Victoriano Arenas, pada 2011.

Jumlah 51 kartu merah dalam pertandingan Uberlândia melawan Mamoré melampaui catatan tersebut dengan selisih 15 kartu.

Meski demikian, pengakuan resmi dari Guinness World Records terhadap insiden di Brasil ini masih perlu dikonfirmasi.
(Ellen Octovia Suherman)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan