Tangkapan layar kejadian tendangan kungfu Pertandingan Piala Soeratin U-17 antara BLJ 2000 dan Universitas Safin Pati. (Dok. Ist)
Tangkapan layar kejadian tendangan kungfu Pertandingan Piala Soeratin U-17 antara BLJ 2000 dan Universitas Safin Pati. (Dok. Ist)

Tendangan Kungfu di Piala Soeratin U-17 Berujung Pemain Masuk Rumah Sakit

Alfa Mandalika • 29 Juli 2026 11:10
Ringkasnya gini..
  • Laga Piala Soeratin U-17 antara BLJ 2000 dan Universitas Safin Pati diwarnai insiden tendangan kungfu yang membuat seorang pemain harus dilarikan ke rumah sakit.
  • Korban diduga mengalami patah tangan, sementara penyebab kericuhan masih dalam penyelidikan pihak terkait.
  • Askab PSSI Pati memastikan akan memanggil kedua tim dan wasit, serta menyiapkan sanksi tegas bagi pelaku demi menegakkan sportivitas.
Pati: Pertandingan Piala Soeratin U-17 antara BLJ 2000 dan Universitas Safin Pati di Lapangan Gelora Bung Karno, pada Senin (27/7), diwarnai insiden kekerasan di atas lapangan. Aksi tendangan kungfu terhadap pemain lawan dalam laga tersebut menjadi sorotan.
 
Dalam rekaman yang beredar, seorang pemain berseragam terang berlari dan melayangkan tendangan keras ke arah pemain lawan yang mengenakan jersey gelap saat terjadi perselisihan di lapangan. Laga yang berakhir imbang 1-1 itu pun diwarnai kericuhan akibat insiden tersebut.
 
Penyebab pasti keributan masih dalam penyelidikan. Korban diketahui bernama Rama Jangkar, pemain BLJ 2000, yang harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah diduga mengalami patah tangan akibat tendangan tersebut.
 

Kekerasan di Sepak Bola Muda Terulang


Insiden ini menambah daftar kasus kekerasan di kompetisi usia muda Indonesia. Pada 19 April lalu, aksi serupa juga terjadi pada pertandingan Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-20 antara Bhayangkara FC dan Dewa United di Stadion Citarum, Semarang. Ketika Fadly Alberto Hengga melakukan tendangan keras terhadap pemain Dewa United, Raka Nurholis.
 
Namun, insiden di EPA U-20 tersebut berakhir damai. Dewa United dan Bhayangkara FC sepakat menyelesaikan persoalan tersebut melalui mediasi secara kekeluargaan yang digelar di Dewa United Arena, Banten, pada Rabu (22/4/2026).
 

Askab PSSI Pati Siapkan Sanksi Tegas


Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Askab PSSI Pati, Dian Dwi Budianto, menyampaikan penyesalan mendalam. Ia menegaskan bahwa aksi kekerasan sangat bertolak belakang dengan fungsi kompetisi usia muda yang berfokus pada pembinaan karakter dan sportivitas.
 
"Insiden semacam ini sangat disayangkan dan tidak mencerminkan nilai-nilai sportivitas yang harus dijunjung tinggi dalam sepak bola," ujar Dian, Selasa (28/7/2026).

Askab PSSI Pati memastikan akan menindaklanjuti kasus ini dengan memanggil manajemen kedua tim serta wasit yang bertugas. Pihak federasi juga mendesak pemberian sanksi tegas kepada pelaku sesuai regulasi yang berlaku demi memberikan efek jera dan menjaga semangat fair play.
 
(Ahmad Raul)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan