Pelatnas Asian Games 2018

Menengok Persiapan Pelatnas Asian Games di Yogyakarta bersama Menpora

A. Firdaus 13 Maret 2018 01:45 WIB
asian games 2018berita kemenpora
Menengok Persiapan Pelatnas Asian Games di Yogyakarta bersama Menpora
Menpora Imam Nahrawi saat berdiskusi dengan atlet panjat tebing Indonesia yang tengah menjalani pelatnas Asian Games 2018 (Foto: medcom.id/A. Firdaus)
Yogyakarta: Hari spesial dijalani para atlet-atlet Indonesia yang akan berjibaku pada Asian Games 2018. Bagaimana tidak, aktivitas latihan mereka di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) disambangi Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, Senin 12 Maret 2018.

Kunjungan ke Pelatnas memang telah menjadi komitmen Menpora demi bisa mengetahui bagaimana persiapan para atlet, tepat lima bulan jelang Asian Games bergulir. Sebab ini menjadi fokusnya, setelah infrastuktur atau pembangunan telah memasuki tahap akhir.

Pekan lalu, Menpora juga telah menyambangi Pelatnas Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI), di mana ia ikut melihat latihan timnas Polo Air dan juga Timnas Renang Indah. Masih pada hari yang sama, giliran Pelatnas Angkat Besi yang menjadi sasaran kunjunganya.
 

Baca: Menpora: Panjat Tebing Mampu Penuhi Target Dua Emas


Awal pekan ini, ada tiga cabang olahraga (Cabor) yang beruntung mendapat tinjauan Menpora. Di antaranya, Pelatnas Panjat Tebing di Komplek Stadion Mandala Krida, BMX di Youth Centre, Sleman, dan Pelatnas Rugby di Parangtritis.


Menjajal Tembok Panjat Tebing Berstandar Internasional
Kunjungan pertama Menpora menyasar ke Kompleks Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Kedatangannya telah ditunggu oleh wartawan lokal dan tentunya para atlet panjat tebing.

Menpora bertanya kepada pelatih dan manajer mengenai kesiapan tim dalam menyambut Asian Games. Sesekali ia juga bertanya tentang keluhan dan juga kendala para atlet selama menjalani Pelatnas.



Bahkan ada salah satu atlet yang ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil selesai ia membela Merah Putih.

"Yang penting juara dulu. Asian Games sekarang beda dengan Olimpiade Rio De Janeiro 2016, dulu dapat medali Rp5 miliar dan PNS. Pemerintah ingin memberikan perhatian dan penghargaan pada atlet berprestasi," ujar Menpora.

"Asian Games kali ini PNS baru sampai ke perak. Untuk Asian Games angkanya tidak sebesar Olimpiade. Tapi ini bonus terbesar sepanjang Asian Games karena kita tuan rumah, tapi bagi peraih medali emas," lanjutnya.

"Karena yang menentukan kita klasemen berapa adalah emas, 10-5 besar. Maka itu semuanya saya pacu untuk mendapatkan emas. Dapat rumah juga, nanti itu," demikian janji Menpora.

Momen langka pun terjadi ketika Menpora hendak memanjat tembok yang biasa digunakan para atlet latihan. Sayangnya, ia hanya mencapai ketinggian 1,5 meter dari total 15 meter tinggi tembok berstandar internasional itu.

"Ternyata tidak mudah ya. Butuh latihan serius. Latihan lagi, kompetisi lagi, konsentrasi lagi fokus, karena tadi terus terang harus melawan diri saya, karena inginnya langsung ke atas, namun baru satu step dua step sudah tidak kuat. Saya harus bisa melawan diri sendiri," ujar Menpora selepas memanjat.

"Setidaknya bagi atlet harus serasi, sesuai antara tekniknya, berat badannya, emosinya, dan kemauannya," tuturnya.

Untuk Panjat Tebing, PPTI menargetkan dua emas pada Asian Games nanti. Bahkan terlepas dari target, dan dengan persiapan yang terbilang cukup matang, bukan tak mungkin bisa melampaui target tersebut.



Selesai mampir di Pelatnas, Menpora beranjak ke Youth Centre di Sleman tempat Timnas Sepeda BMX berlatih. Sayangnya, saat didatangi Menpora skuat asuhan Priyo Susanto itu tak lengkap, lantaran pembalap putri satu-satunya, Elga Kharisma yang turun pada nomor sprint putri sedang menjalani terapi di Jakarta usai cedera bahu.

Kendati begitu, Menpora tetap antusias untuk melihat tiga pembalap putra memamerkan skill mereka. Di mana salah satunya adalah Toni Syafrudin yang sempat terjun di Olimpiade Rio 2016.

Bercermin pada Atlet Rugby
Setelah itu, Menpora mengajak ketiga pembalap beserta para pelatih untuk menengok Pelatnas Rugby di Gumuk Pasir Parangtritis. Lantas apa alasan Menpora mengajak ketiga atlet Sepeda BMX menengok persiapan Timnas Rugby?



"Saya sengaja membawa atlet BMX ke sini coba saksikan, bagaimana atlet Rugby berlatih. Dan mereka berpikir, ya Allah ternyata kayak begini ya. Kalau di tempat Pelatnas kami masih ada pohon satu. Sedangkan rugby tanpa satu pohon dan hanya ditemani pasir dengan terik matahari," terangnya.

Pesan itu menjadi inspirasi agar para atlet sepeda BMX bisa lebih baik lagi berprestasi. Sebaliknya bagi para atlet rugby, mereka akan makin termotivasi.

Ketika Menpora Melayani Atlet Rugby Makan Malam
Bukan Menpora kalau tak memberikan aksi yang berbeda di sela-sela kunjungannya. Kali ini ketika mengunjungi mess Timnas Rugby, Ia dengan rela menyendoki nasi merah ke setiap piring para atlet secara bergilir.

"Mengapa saya ikut makan malam dengan para atlet rugby? Agar saya tahu pasti dan ingin merasakan bagaimana makan di sini. Saya juga tahu persis porsi atlet makan malam," terangnya.



Tak lupa, Menpora memberikan motivasi kepada para atlet rugby untuk tetap memperjuangkan olahraga mereka, yang sebelumnya dianggap sebelah mata di negara ini.
 

Baca juga: Menpora: Sukses Prestasi di Atas Segalanya


Menpora yang juga secara detail melihat kamar dan tempat Gym 'dadakan' di mess rugby, sempat tercuri perhatiannya dengan 'Papan Motivasi'. Papan tersebut berisi coretan tangan tentang harapan dan tekad para atlet,  pada saat olahraga yang mereka geluti masih dianggap sebelah mata.

"Awalnya ada cabang olahraga yang dieleminasi. Tapi kami terus mendorong kalau rugby harus dipertandingkan di Asian Games. Saya bilang sudah pasti dapat, minimal dapat harapan," tegasnya.

Menpora pun menyimpulkan bahwa pada ketiga cabang tersebut telah menunjukkan kesiapan mereka untuk Asian Games. Tentunya siap menjaga nama baik Indonesia sebagai tuan rumah multi event terbesar di Asia tersebut.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Jersey Egy Maulana di Lechia Gdansk Dibanderol Rp970 ribu





(ACF)