Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelatih renang Indonesia sekaligus memperkuat sistem pembinaan olahraga akuatik agar mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Prestasi Kemenpora, Leny Kurnia, mengatakan prestasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kualitas atlet, tetapi juga oleh kompetensi pelatih yang menjadi ujung tombak pembinaan.
“Atas nama Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, narasumber, dan tamu undangan. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga, khususnya pada cabang olahraga akuatik,” kata Leny.
Dorong Peningkatan Kompetensi Pelatih Renang
Menurut Leny, pelatih memiliki peran strategis dalam setiap tahapan pembinaan atlet. Peran tersebut dimulai dari proses pencarian dan identifikasi bakat, pengembangan kemampuan, penyusunan program latihan, hingga mengantarkan atlet mencapai prestasi di level internasional.Karena itu, peningkatan kompetensi pelatih renang menjadi salah satu aspek penting dalam membangun ekosistem olahraga akuatik yang profesional dan berkelanjutan. Pelatihan bertaraf internasional tersebut diikuti oleh 20 peserta yang sebelumnya telah lolos seleksi melalui pre-test yang dilaksanakan oleh World Aquatics.
Hadirkan Instruktur Internasional
Dalam program World Aquatics Certification Course for Youth Group Combination Swimming, World Aquatics menghadirkan Lee Yu Gary Tan sebagai instruktur utama untuk program Swimming Coach Age Group. Dengan pengalaman dan kompetensinya, Gary memberikan berbagai materi yang berkaitan dengan pengembangan teknik renang, perencanaan program latihan, metode latihan modern, hingga pendekatan pembinaan atlet usia muda.Materi yang diberikan juga mencakup penyusunan program latihan yang efektif dan berkelanjutan serta berbagai aspek penting dalam proses pembentukan atlet agar mampu mencapai performa terbaik. Leny mengapresiasi FAI yang telah melaksanakan proses seleksi secara objektif serta menunjukkan komitmen dalam membangun sistem pembinaan pelatih yang berkualitas.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada PB Akuatik Indonesia atas proses seleksi yang objektif serta komitmennya dalam membangun sistem pembinaan pelatih yang berkualitas. Kami juga menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Lee Yu Gary Tan yang berkenan berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik kepada para peserta,” ujarnya.
Dapat Materi dan Praktik
Pelaksanaan pelatihan pelatih renang ini tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk menjalani praktik kepelatihan secara langsung.Baca juga: Jelang ARRC Mandalika 2026, Andhi Satria Sebut Kelas Besar Jadi Tantangan Pembalap Indonesia
Dalam sesi praktik, peserta melakukan simulasi kepelatihan, mengamati teknik atlet, menyusun program latihan, serta menerapkan berbagai metode pembinaan yang telah dipelajari selama pelatihan.Perpaduan antara teori, diskusi, dan praktik tersebut diharapkan membuat peserta mampu memahami materi secara lebih komprehensif sekaligus menerapkannya secara konkret ketika kembali menjalankan tugas sebagai pelatih di lapangan.
Dengan demikian, sertifikasi yang diperoleh tidak hanya menjadi pengakuan terhadap kompetensi, tetapi juga dapat mendukung penerapan metode kepelatihan yang lebih profesional dalam pembinaan atlet.
Indonesia Tuan Rumah Pelatihan Open Water Swimming Asia
Selain World Aquatics Certification Course, Indonesia juga dipercaya menjadi hosting penyelenggaraan International Open Water Swimming Course. Dalam program tersebut, World Aquatics menghadirkan Melanie Tantrum sebagai narasumber.Para peserta mendapatkan pembelajaran mengenai pengembangan olahraga renang perairan terbuka atau Open Water Swimming (OWS) berdasarkan standar internasional. Penyelenggaraan pelatihan ini menjadi kesempatan penting bagi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di cabang olahraga renang perairan terbuka.
Perkuat Ekosistem Olahraga Akuatik Indonesia
Leny menegaskan bahwa Kemenpora RI terus memberikan perhatian terhadap peningkatan kompetensi tenaga keolahragaan sebagai salah satu prioritas pembangunan olahraga nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi pelatih yang mengacu pada standar nasional maupun internasional.“Dengan semakin banyak pelatih yang memiliki kompetensi dan sertifikasi yang diakui secara internasional, kita optimistis kualitas pembinaan atlet akan semakin merata, profesional, dan mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan bangsa,” tuturnya.
Menurutnya, pengembangan prestasi olahraga tidak dapat hanya berfokus pada atlet. Peningkatan kapasitas pelatih juga harus menjadi bagian penting dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
“Penyelenggaraan kedua kegiatan ini memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat ekosistem olahraga akuatik. Pengembangan prestasi tidak hanya diarahkan kepada atlet, tetapi juga pada peningkatan kapasitas pelatih sebagai sosok penting di balik proses pembinaan. Kualitas pelatih menjadi salah satu fondasi penting bagi lahirnya atlet Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya World Aquatics Certification Course 2026 di Bali, Kemenpora bersama FAI dan World Aquatics diharapkan dapat terus memperluas akses peningkatan kompetensi pelatih serta memperkuat standar pembinaan olahraga renang di Indonesia. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem olahraga akuatik yang semakin profesional dan mampu mendukung lahirnya atlet-atlet Indonesia berprestasi di pentas internasional.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda