Indonesia dan Thailand bermain imbang 2-2 selama 120 menit. Penentuan juara akhirnya dilakukan melalui adu penalti yang dimenangkan Indonesia dengan skor 4-2.
Herdman Pilih Pemain Paling Klinis
Menariknya, Herdman mempercayakan sejumlah pemain belakang untuk menjadi eksekutor penalti. Kapten Kevin Diks, Dean James, Calvin Verdonk, dan Shayne Pattynama termasuk pemain yang mendapat tugas tersebut.
Herdman menjelaskan keputusan itu diambil berdasarkan performa pemain selama latihan. Sebelum pertandingan, skuad Indonesia memang menjalani latihan khusus untuk mempersiapkan kemungkinan adu penalti.
"Kemudian ada adu penalti. Kami berlatih penalti kemarin. Kami menghabiskan banyak waktu bersama para pemain untuk mempersiapkan aspek mental mereka," ujar Herdman dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan.
"Setiap pemain diberi kesempatan. Kami menganalisis para pemain yang mengambil penalti dan mereka yang akhirnya ditunjuk adalah pemain yang paling klinis dalam latihan kemarin," tambahnya.
Herdman juga menyebut Elkan Baggott sebagai salah satu pemain yang menunjukkan ketenangan dalam latihan. Bek Timnas Indonesia itu bahkan dipercaya menjadi salah satu opsi untuk situasi bola mati.
"Elkan Baggott adalah salah satunya. Saya bahkan mengatakan kepadanya untuk mencetak gol dengan kepalanya, tetapi dia tampil luar biasa," ungkap Herdman.
Selain Baggott, Dean James dan Shayne Pattynama juga dinilai memiliki kemampuan penyelesaian akhir yang baik selama latihan.
"Dean James, Shayne Pattynama, dan pemain-pemain lainnya juga sangat klinis dalam penyelesaian akhir pada latihan kemarin," tutur Herdman.
Penyerang Tidak Selalu Jadi Pilihan
Herdman mengakui sejumlah pemain depan justru tidak tampil sebaik pemain belakang dalam sesi latihan penalti. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan eksekutor.
"Beberapa pemain depan justru tidak terlalu baik dalam latihan dan tidak terlalu percaya diri. Sering kali, ketika seorang pemain belum mampu melakukannya dalam latihan, Anda memberikan kesempatan kepada pemain yang terlihat sedang berada dalam kondisi terbaik."
Menurut Herdman, latihan yang dilakukan sebelum pertandingan membantu para pemain mempersiapkan diri menghadapi tekanan adu penalti. Keputusan memilih eksekutor pun akhirnya didasarkan pada kesiapan dan performa mereka dalam latihan.
"Kami selalu berlatih situasi seperti ini dan latihan akhirnya membuahkan hasil," pungkas pelatih asal Inggris tersebut.
(Muhammad Zaidan Rizky)