Nama tersebut biasanya diikuti nama negara atau wilayah tempat balapan berlangsung, seperti British Grand Prix dan Japanese Grand Prix.
Namun, pernahkah terpikir mengapa balapan motorsport disebut Grand Prix? Istilah ini ternyata memiliki sejarah panjang yang sudah ada jauh sebelum kejuaraan Formula 1 modern terbentuk.
Dilansir dari MatraX Lubricants, istilah Grand Prix berasal dari bahasa Prancis yang secara harfiah berarti hadiah besar atau great prize dalam bahasa Inggris. Sebutan tersebut kemudian berkembang menjadi nama yang identik dengan kompetisi balap bergengsi.
Apa Arti Grand Prix dalam Balapan?
Secara bahasa, Grand Prix berasal dari dua kata dalam bahasa Prancis, yakni grand yang berarti besar dan prix yang berarti hadiah atau penghargaan. Jika digabungkan, istilah tersebut dapat diartikan sebagai hadiah besar.Dalam dunia olahraga, Grand Prix digunakan untuk menamai kompetisi atau perlombaan tertentu. Istilah ini tidak hanya ditemukan dalam balap mobil, tetapi juga digunakan dalam sejumlah cabang motorsport lainnya.
Dalam Formula 1, setiap seri kejuaraan secara resmi disebut Grand Prix. Nama balapan biasanya mengikuti negara atau lokasi penyelenggaraannya. Sebagai contoh, balapan yang berlangsung di Inggris dikenal sebagai British Grand Prix.
Penggunaan istilah ini juga meluas ke kompetisi balap motor. MotoGP, misalnya, menggunakan nama Grand Prix untuk sejumlah seri yang berlangsung di berbagai negara.
Meski demikian, Grand Prix bukan berarti semua balapan motorsport otomatis menjadi kompetisi dengan hadiah uang terbesar. Istilah tersebut memiliki sejarah penamaan tersendiri dan penggunaannya mengikuti tradisi serta aturan masing-masing kejuaraan.
Sejarah Istilah Grand Prix dalam Motorsport
Sebelum Formula 1 berdiri pada 1950, balapan mobil sudah berkembang di Eropa sejak akhir abad ke-19. Prancis menjadi salah satu negara yang berperan penting dalam perkembangan awal olahraga tersebut.Menurut MatraX Lubricants, istilah Grand Prix mulai melekat pada balapan mobil melalui perlombaan yang diselenggarakan oleh Automobile Club de France (ACF) pada 1906.
Ajang tersebut dikenal sebagai Grand Prix de l'Automobile Club de France atau Grand Prix of France. Perlombaan berlangsung di sekitar Le Mans dan diikuti 32 mobil dari 12 pabrikan berbeda.
Pembalap asal Hungaria, Ferenc Szisz, keluar sebagai pemenang dengan mengendarai mobil Renault. Ia berhasil menyelesaikan perlombaan dan mengungguli pembalap Italia, Felice Nazzaro, yang menggunakan mobil Fiat.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam sejarah balap mobil. Istilah Grand Prix kemudian semakin dikenal dan digunakan untuk menamai berbagai perlombaan di Eropa maupun negara lain.
Mengapa Istilah Grand Prix Digunakan di F1 dan MotoGP?
Popularitas Grand Prix terus berkembang seiring dengan pertumbuhan kompetisi motorsport internasional. Ketika Kejuaraan Dunia Formula 1 mulai digelar pada 1950, istilah ini sudah memiliki sejarah panjang dalam dunia balap mobil.Formula 1 kemudian mempertahankan tradisi tersebut dengan menggunakan sebutan Grand Prix untuk setiap seri dalam kalender kejuaraannya. Nama seri biasanya merujuk pada negara atau lokasi tempat perlombaan diselenggarakan.
Tradisi serupa juga ditemukan dalam balap motor. Menurut sejarah yang dipublikasikan MotoGP, penggunaan istilah Grand Prix untuk balapan sepeda motor sudah tercatat pada 1904 dalam ajang Paris Coupe Internationale des Motocyclettes.
Perkembangan kompetisi balap motor internasional selanjutnya turut memperkuat penggunaan istilah tersebut. Kejuaraan Dunia Balap Motor mulai berlangsung pada 1949, sebelum berkembang menjadi kompetisi yang kini dikenal luas sebagai MotoGP.
Dengan demikian, penggunaan Grand Prix bukan sekadar istilah modern yang dibuat untuk membuat sebuah balapan terdengar lebih bergengsi. Sebutan ini merupakan bagian dari sejarah panjang olahraga balap yang diwariskan dari generasi ke generasi.
(Ellen Octovia Suherman)