Tim putra Surabaya Bhayangkara Samator melawan Palembang Bank SumselBabel di GOR Ken Arok, Malang, Minggu 17 Februari 2019. (Foto: Humas Proliga)
Tim putra Surabaya Bhayangkara Samator melawan Palembang Bank SumselBabel di GOR Ken Arok, Malang, Minggu 17 Februari 2019. (Foto: Humas Proliga)

Proliga 2019

Samator Jumpa BNI 46 di Grand Final Proliga

Olahraga voli proliga
Daviq Umar Al Faruq • 18 Februari 2019 05:24
Malang: Tim putra Surabaya Bhayangkara Samator dipastikan bakal berjumpa Jakarta BNI 46 pada babak grand final di GOR Among Rogo, Yogyakarta, 23-24 Februari 2019.
 
Raihan itu didapat usai Samator tampil mengesankan saat menaklukkan Palembang Bank SumselBabel 3-0 (25-21, 25- 25-20, 25-23) dalam laga putaran kedua final four Proliga 2019 di GOR Ken Arok, Malang, Minggu 17 Februari 2019.
 
Pada laga ini, Samator dan Bank SumselBabel harus saling bunuh untuk memperebutkan satu tiket tersisa di laga puncak. Hanya saja, Samator membuktikan menjadi tim yang mampu bermain dengan tenang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Samator memulai set pertama dengan langsung menekan pertahanan lawan 11-9. Walaupun Bank SumselBabel mengejar dengan menyamakan kedudukan 12-12, namun Samator tetap bermain tenang dan tidak mengikuti irama lawan sehingga berhasil mengamankan set pertama dengan 25-21.

Baca: Tunggal Putri Kanada Bernostalgia dengan PB Djarum


Pada set kedua, Bhayangkara Samator tak mengubah pola permainannya dan kembali melancarkan serangan hingga memimpin 7-2. Mencoba bangkit, Bank SumselBabel bermain menekan namun masih belum mampu mengejar ketertinggalan. Samator pun kembali mengamankan set kedua 25-20.
 
Pada set ketiga, Bank SumselBabel mencoba keluar dari tekanan dengan bermain lebih agresif. Bagus Wahyu Ardinto dan kawan-kawan pun memimpin 7-3. Hanya saya, keunggulan tak mampu dipertahankan akibat banyaknya kesalahan yang dilakukan.
 
Samator pun memanfaatkan kondisi itu dengan menyamakan skor 17-17. Seketika, kedudukan pun berbalik sehingga Samator mampu mengakhiri pertandingan dengan 25-23. Kemenangan ini membuat Samator berhak menemani Jakarta BNI 46 di partai puncak Proliga 2019.
 
Pelatih Surabaya Bhayangkara Samator, Ibarsjah Djanu Tjahyono mengaku bersyukur dengan hasil dalam laga ini. Meski kondisi permainan timnya sempat naik turun, dia tetap mengapresiasi poin penuh ini.
 
"Besok di Yogya menjadi final ke lima kita, jadi kita hanya memberi motivasi saja ke pemain. Atmosfernya memang sejak di Kediri saya ciptakan seperti final, jadi fokus-fokus saja,” katanya usai pertandingan.
 
Ibarsjah mengaku timnya sempat tertinggal di set ketiga karena spike bermain tergesa-gesa. Hal itu menyebabkan timnya sempat tertinggal jauh diawal set.

Baca: Susul JPE, Popsivo Melaju ke Grand Final


"Kita kurang rilex akhirnya kita ambil time out dan kembali rilex dan akhirnya kita bisa mengejar dan akhirnya kita berbalik memanfaatkan Rivan, ada dua atau tiga servis jadi membuat unggul. Kalau untuk final, BNI pasti punya strategi dan Samator juga punya strategi jadi nanti lihat di lapangan saja," tambahnya.
 
Sementara itu, Pelatih Palembang Bank SumselBabel, Pascal Wilmar mengaku kurang puas dengan kepemimpinan wasit dalam laga ini. Pasalnya dia menilai beberapa kali bola lawan keluar namun dinyatakan masuk oleh pemimpin pertandingan.
 
"Terus terang saja pimpinan wasit agak kurang fair ya, boleh lah bila bantu tuan rumah tapi maksudnya, terlalu. Ya pasti kalau kita sudah naik bagus kan akhirnya kan terkena ke psikis, yang harusnya kita main bagus dan lepas dengan luar biasa tapi akhirnya faktor itu kan mengikuti kita," katanya.
 
"Samator sudah masuk ke final, selamat. Kita akan berjuang di Yogya dan tempat tiga empat, kita kalah ya jadi terima saja, mungkin next kita bisa lebih baik lagi," pungkasnya.
 

Video: Kemana Langkah Liliyana Natsir?
 

 

(PAT)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif