Suasana pertandingan Jakarta Popsivo melawan Jakarta BNI 46 (Humas Proliga)
Suasana pertandingan Jakarta Popsivo melawan Jakarta BNI 46 (Humas Proliga)

Susul JPE, Popsivo Melaju ke Grand Final

Olahraga proliga
Daviq Umar Al Faruq • 17 Februari 2019 01:05
Popsivo lolos ke final setelah mengalahkan Jakarta BNI dengan skor 3-1.
 
Malang
: Tim putri Jakarta PGN Popsivo Polwan menyusul Jakarta Pertamina Energi (JPE) ke partai puncak. Kedua tim ini dipastikan kembali bertemu di babak grand final di GOR Among Rogo, Yogyakarta, 23-24 Februari 2019.
 
Raihan ini didapatkan PGN Popsivo usai mengalahkan Jakarta BNI 46 dengan skor 3-1 (25-22, 21-25, 25-16, 25-10) dalam laga putaran kedua final four Proliga 2019 di GOR Ken Arok Malang, Jawa Timur, Sabtu 16 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sama-sama ingin mencuri poin penuh, PGN Popsivo dan BNI 46 sama-sama memperlihatkan permainan sengit sejak memasuki lapangan. Hanya saja, PGN Popsivo langsung mendominasi permainan dan mengambil set pertama 25-22.
 
Namun, BNI 46 langsung membalikkan keadaan dengan memimpin set kedua 8-4. Kesalahan yang sering dilakukan PGN Popsivo membuat BNI 46 semakin memimpin dan tanpa kesulitan mencuri set kedua dengan 25-21.
 
Pada set ketiga, mulai menemukan kembali ritme permainannya hingga membalikkan keadaan 25-16. Masih ingin menunjukkan permainan terbaiknya, anak asuh Risco Herlambang ini mengakhiri set keempat dengan 25-10.
 
Dengan kemenangan ini, PGN Popsivo dipastikan melaju ke grand final setelah mengunci tiga kemenangan selama babak final four. Mereka pun akan menemani Jakarta Pertamina Energi yang lebih dulu lolos ke partai puncak Proliga 2019.


Baca juga: Kalah Dari Samator, JPE Kecewa Kinerja Wasit


Pelatih PGN Popsivo Polwan, Chamnan Dokmai, mengatakan misi utama memastikan timnya menuju grand final telah tuntas. Dia berterimakasih kepada pemainnya yany menunjukkan permainan terbaiknya pada laga ini.
 
“Kita bisa belajar dari kesalahan kemarin, dan mereka semua belajar bagaimana caranya bisa keluar dari tekanan,” katanya usai pertandingan.
 
PGN Popsivo sendiri masih akan bertemu dengan Jakarta Pertamina Energi di laga terakhir, besok Minggu 17 Februari 2019. Namun Chamnan mengaku tidak akan memaksakan pemainnya dan bakal lebih mempersiapkan diri ke partai puncak.
 
“Kadang pemain yang tidak pernah kalah juga kadang tidak bagus. Hal itu karena kalau diatas biasanya lebih banyak tekanan, dari pada tim yang di bawah. Kita mempersiapkan dengan waktu panjang untuk melawan Pertamina,” tambahnya.
 
Sementara itu, Pelatih Jakarta BNI 46 Risco Herlambang mengaku PGN Popsivo bermain bagus pada laga ini. Meski menelan kekalahan, timnya tetap menargetkan meraih kemenangan pada pertandingan terakhir final four.
 
“Hasilnya sudah jelas ya, BNI tidak masuk grand final, kita memperbaiki saja nanti di Jogja perebutan tiga dan empat. Tiga lebih baik dari pada empat. Kalu evaluasi ya, tipikal pemain kita kan tidak seperti pemain asingnya Popsivo dan Pertamina, kalau bola jelek langsung dilempar ke April atau Basa pasti mati, hampir 78 persen mati, kalau kita bola jelek tidak bisa berkembang,” kata Risco.
 
Video: Wacana E-sport Masuk Kurikulum Perlu Kajian Matang
 

 

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif