Bermain di kandang sendiri, Atalanta sebenarnya tampil agresif sejak awal pertandingan. Namun, efektivitas Parma dalam memanfaatkan peluang membuat tuan rumah harus menelan kekalahan tanpa mampu mencetak gol.
Parma Curi Keunggulan pada Akhir Babak Pertama
Atalanta langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Peluang emas didapatkan Charles De Ketelaere pada menit ke-14 setelah berhasil melewati barisan pertahanan Parma dan mendapatkan ruang tembak di depan gawang.
De Ketelaere kemudian melepaskan tembakan untuk menaklukkan kiper Giovanni Daffara. Namun, bola justru melenceng tipis di sisi kanan gawang.
Memasuki 20 menit pertandingan, Atalanta masih menguasai jalannya laga dan terus berusaha membongkar pertahanan tim tamu. Meski demikian, Parma mampu bertahan sekaligus menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan balik.
Upaya Parma akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-41. Giovanni Fabbian berhasil menyambut umpan tendangan sudut dengan sundulan yang mengarah rendah ke tengah gawang. Gol tersebut membawa Parma unggul 1-0.
Atalanta berusaha menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Pada menit ke-45+2, Nicola Zalewski melepaskan tembakan dari luar kotak penalti menuju sudut kiri bawah gawang. Namun, Daffara melakukan penyelamatan gemilang untuk mempertahankan keunggulan Parma.
Gol Bunuh Diri Zappacosta Perbesar Keunggulan Parma
Memasuki babak kedua, Parma langsung memberikan tekanan kepada pertahanan Atalanta. Baru dua menit pertandingan berjalan, tim tamu berhasil menggandakan keunggulan melalui gol bunuh diri Davide Zappacosta.
Zappacosta bermaksud menghalau umpan silang yang mengarah ke gawang Atalanta. Namun, upayanya justru membuat bola masuk ke sisi kiri gawang sendiri dan mengubah skor menjadi 2-0 untuk Parma.
Keunggulan tersebut membuat Parma semakin percaya diri. Pada menit ke-58, Simone Lontani kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima operan akurat dari rekannya.
Lontani melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang mengarah ke sudut kanan bawah gawang. Bola gagal dihentikan Carnesecchi sehingga Parma semakin menjauh dengan keunggulan 3-0.
Pertahanan Parma Gagalkan Upaya Atalanta
Tertinggal tiga gol membuat Atalanta meningkatkan intensitas serangan. Tim berjuluk La Dea itu berusaha mencari gol untuk memperkecil ketertinggalan.
Namun, rapatnya barisan pertahanan Parma membuat tuan rumah kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Penampilan solid Daffara di bawah mistar gawang juga menjadi faktor penting dalam menjaga keunggulan tim tamu.
Hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Parma pun memastikan kemenangan 3-0 sekaligus membawa pulang hasil maksimal dari New Balance Arena.
Susunan Pemain Atalanta Vs Parma
Atalanta (4-2-3-1): Carnesecchi; Zappacosta, Scalvini, Obric, Bernasconi; Ederson, Pasalic; Zalewski, De Ketelaere, Rowe; Krstovic.
Pelatih: Maurizio Sarri.
Parma (3-5-2): Daffara; Delprato, Troilo, Drobnic; Britschgi, Fabbian, Sierro, Keita, Valeri; Toure, Lontani.
Pelatih: Alberto Gilardino.
(Muhammad Zaidan Rizky)