Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini (AFP/Alberto Pizzoli)
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini (AFP/Alberto Pizzoli)

AS Roma

Gasperini Sebut Laga Lawan Inter jadi Tolok Ukur Perkembangan Roma

Gregorius Gelino • 19 September 2026 17:10
Ringkasnya gini..
  • Gasperini menyebut Inter Milan sebagai tim terbaik dan tolak ukur utama di Serie A yang ingin dikalahkan oleh semua klub.
  • Roma menyambut laga ini dengan percaya diri dan ingin memanfaatkan atmosfer penuh penonton di Stadion Olimpico sebagai motivasi, bukan tekanan.
  • Perubahan taktik serta pergantian pemain dilakukan murni untuk menyesuaikan kebutuhan tim demi meraih hasil maksimal.
Roma: Giornata ke-5 Serie A akan mempertemukan AS Roma dan Inter Milan di Stadion Olimpico yang diprediksi berlangsung panas. Giallorossi saat ini bercokol di peringkat pertama, sedangkan Nerazzurri berada satu tingkat di bawahnya.

Allenatore I Lupi, Gian Piero Gasperini, menegaskan bahwa timnya siap tempur menghadapi pemuncak standar sepak bola Italia saat ini. Roma memasuki laga penting ini dengan modal serangkaian hasil positif, Gasperini tidak memungkiri adanya antusiasme tinggi, baik dari skuadnya maupun dari para pendukung yang siap memadati stadion.

Inter Milan Jadi Tolok Ukur Serie A

Meski AS Roma mengawali musim ini dengan catatan impresif, Gasperini secara terbuka mengakui ketangguhan sang lawan. Bagi sang allenatore, skuat asuhan Simone Inzaghi masih menjadi yang terbaik di Italia.

“Inter tanpa diragukan lagi adalah tim yang harus dikalahkan di Serie A dan bagi tim mana pun. Mereka secara konsisten meraih hal luar biasa di Italia dan Eropa, setelah mencapai dua final Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir. Merekalah tolak ukurnya,” ujar Gasperini.

Ia menekankan bahwa seluruh klub Serie A saat ini berlomba-lomba memangkas jarak demi bisa menyaingi dominasi Nerazzurri. Inter meraih dua scudetto dalam tiga musim terakhir.

Manfaatkan Energi Positif Fans dan Strategi Taktis

Gasperini meminta anak asuhnya untuk menjadikan atmosfer Stadion Olimpico yang riuh sebagai suntikan bahan bakar tambahan, bukan beban. “Antusiasme atau keinginan apa pun adalah energi positif yang harus dimanfaatkan. Kita harus fokus pada pertandingan melawan Inter ini, pada performa kita, dan fakta bahwa kita akan bermain dalam atmosfer yang sangat positif,” tambahnya.

Selain mentalitas, aspek taktis juga menjadi sorotan pelatih gaek ini. Gasperini meluruskan persepsi publik terkait keputusan pergantian pemain yang kerap ia lakukan, seperti saat memasukkan bek atau merombak lini tengah dengan memainkan Marten De Roon, hingga mengganti nama-nama besar seperti Donyell Malen dan Paulo Dybala saat menghadapi Torino.

Menurutnya, setiap keputusan pergantian pemain murni didasari oleh kebutuhan membaca dinamika lapangan demi mengamankan hasil maksimal, bukan tanda menyerah atau bertahan secara pasif.

Tampil Tanpa Beban

AS Roma melangkah ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi. Hasil manis pada awal musim ini adalah bukti kerja keras seluruh tim.

“Ini adalah pertandingan sepak bola yang penting mengingat tensinya. Kita harus menghadapinya dengan kesadaran penuh bahwa kita sendirilah yang menciptakan situasi ini lewat hasil-hasil yang telah kita raih. Kita akan berusaha memainkannya dengan kemampuan terbaik kita,” tutup Gasperini.

Pertemuan AS Roma vs Inter Milan ini digadang-gadang bakal menjadi salah satu duel paling menentukan dalam perebutan papan atas Serie A musim ini.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan