Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini (AFP/Filippo Monteforte)
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini (AFP/Filippo Monteforte)

AS Roma

Gasperini Ingin Roma Contoh Konsistensi Inter

Gregorius Gelino • 19 September 2026 17:31
Ringkasnya gini..
  • Inter Milan diakui sebagai tim terbaik Serie A berkat statistik, konsistensi, dan hasil pertandingan yang lebih unggul dibanding klub lain dalam beberapa tahun terakhir.
  • Roma fokus pada perkembangan internal untuk meningkatkan level dan konsistensi tim, alih-alih hanya membandingkan diri dengan Inter.
  • Keunggulan Inter tidak cuma soal taktik, melainkan kombinasi banyak faktor yang membuat mereka tetap tangguh meski sudah beberapa kali berganti pelatih.
Roma: Gian Piero Gasperini mengakui keunggulan Inter Milan atas AS Roma dan tim-tim Italia lainnya. Menurutnya, statistik dan hasil pertandingan menjadi bukti objektif bahwa Nerazzurri berada di level tertinggi Serie A dalam beberapa tahun terakhir.

Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, tidak menampik keunggulan Inter Milan ketika ditanya mengenai perbedaan kualitas kedua tim. Alih-alih hanya membandingkan Roma dengan Inter, Gasperini menilai Nerazzurri memang memiliki catatan yang lebih baik dibandingkan mayoritas klub Italia dalam beberapa musim terakhir.

Menurut Gasperini, jawabannya dapat ditemukan melalui angka-angka yang sudah tercatat di kompetisi. “Angkanya jelas terlihat. Poin yang mereka raih, pertandingan yang mereka menangkan.”

Bagi Gasperini, statistik tersebut merupakan sesuatu yang objektif dan tidak perlu diperdebatkan. Jika Roma ingin mencapai level yang sama dengan Inter, fokus utama seharusnya bukan membandingkan diri dengan lawan, melainkan melakukan evaluasi terhadap perkembangan tim sendiri.

Inter Tim Terbaik Serie A

Gasperini secara terbuka menyebut Inter sebagai tim terbaik di Serie A dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga mengakui bahwa hanya Napoli yang beberapa kali mampu menghalangi dominasi Inter dalam persaingan papan atas.

“Angka-angka mengatakan dengan cukup jelas bahwa Inter adalah tim terbaik di liga dan sudah demikian selama beberapa tahun, meskipun Napoli beberapa kali menghalangi mereka.”

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan standar yang ingin dicapai Roma. Gasperini mengaku puas dengan perkembangan timnya, tetapi masih memiliki ambisi untuk membawa Giallorossi naik ke level yang lebih tinggi di klasemen.

Menurutnya, Roma mengalami perkembangan dibandingkan musim sebelumnya dan target berikutnya adalah mempertahankan tren tersebut sepanjang kompetisi.

Roma Ingin Naik Level

Gasperini menegaskan bahwa Roma tidak sekadar ingin mengalami peningkatan sesaat. Tim ibu kota Italia tersebut ingin terus berkembang hingga mampu berada di antara klub-klub papan atas Serie A secara konsisten. “Kami berusaha naik satu tingkat di liga. Kami ingin naik ke sana dan tetap berada di sana.”

Pernyataan itu menggambarkan ambisi Gasperini bersama Roma. Ia menyadari bahwa mengejar Inter bukan perkara mudah, tetapi perkembangan internal tim menjadi faktor yang lebih penting untuk diperhatikan.

Dibandingkan musim lalu, Gasperini melihat adanya kemajuan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa musim masih berada pada tahap awal sehingga terlalu dini untuk menarik kesimpulan mengenai kekuatan masing-masing tim.

Rekor Buruk Roma Hadapi Inter

Salah satu hal menarik yang diungkap Gasperini adalah perubahan hasil pertemuan Roma melawan Inter dalam beberapa tahun terakhir. Roma sempat memiliki periode ketika mampu meraih hasil positif saat menghadapi Nerazzurri. Namun, situasinya berubah dalam beberapa musim terakhir. Menurut Gasperini, Roma selalu mengalami kekalahan ketika menghadapi Inter dalam periode tersebut. Perubahan itu menimbulkan pertanyaan apakah Inter kini telah menemukan formula taktik yang efektif untuk menghadapi tim-tim asuhan Gasperini.

Bukan Hanya soal Taktik

Gasperini mengakui bahwa faktor taktik mungkin memiliki pengaruh. Namun, ia tidak melihat persoalan tersebut sebagai sesuatu yang sesederhana perubahan strategi. 

Pasalnya, Inter telah berganti pelatih beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir. Antonio Conte pernah memimpin Nerazzurri, kemudian Simone Inzaghi, dan kini Cristian Chivu. Meski terjadi pergantian pelatih, hasil Inter ketika menghadapi Roma tetap menunjukkan pola yang serupa.

“Mungkin ada elemen taktik, meskipun mereka memiliki pelatih yang berbeda. Conte, kemudian Inzaghi dan sekarang Chivu. Hasilnya tidak berubah.”

Bagi Gasperini, konsistensi tersebut menunjukkan bahwa keunggulan Inter kemungkinan merupakan hasil dari kombinasi banyak faktor, bukan semata-mata sistem permainan seorang pelatih.

Dominasi Inter Hampir Mirip Juventus

Untuk menggambarkan betapa sulitnya menghadapi tim yang sedang berada di level tertinggi, Gasperini menggunakan Juventus sebagai contoh. Ia mengingat periode ketika Juventus mendominasi Serie A dan memenangkan tujuh, delapan, bahkan sembilan gelar liga secara beruntun.

Pada masa tersebut, mendapatkan hasil positif melawan Bianconeri merupakan pekerjaan yang sangat sulit bagi lawan-lawannya. Namun, situasi akhirnya berubah. Menurut Gasperini, setelah periode dominasi tersebut berakhir, klub-klub lain kembali memiliki peluang lebih besar untuk mengalahkan Juventus.

Inter Berbeda dari Sebelumnya

Gasperini juga memberikan pujian terhadap perkembangan Inter. Menurutnya, Nerazzurri saat ini merupakan tim yang jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya, meskipun pada masa lalu mereka sudah mampu meraih kesuksesan.

“Kami jelas menghadapi tim yang luar biasa dan mereka jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya, ketika mereka sudah menikmati kesuksesan.”

Komentar tersebut memperlihatkan bahwa Gasperini tidak melihat dominasi Inter hanya sebagai hasil dari performa sementara. Ia menilai Nerazzurri telah mengalami peningkatan kualitas yang membuat mereka semakin sulit dikalahkan.

Roma Harus Fokus pada Diri Sendiri

Alih-alih terlalu memikirkan bagaimana mengalahkan Inter, Gasperini memilih mengarahkan perhatian kepada perkembangan Roma. Baginya, keberhasilan Inter justru bisa menjadi tolok ukur bagi Roma untuk mengetahui level yang harus dicapai.

Roma memang belum berada pada posisi yang sama dengan Inter berdasarkan hasil dan konsistensi beberapa musim terakhir. Namun, Gasperini melihat adanya perkembangan dibandingkan musim sebelumnya.

Tantangannya kini adalah mempertahankan peningkatan tersebut dan membawa Roma semakin dekat dengan level klub-klub terbaik Serie A. Dengan musim yang masih panjang, Gasperini belum ingin membuat kesimpulan akhir.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan