"Milan rindu Berlusconi. Biasanya dia melihat daftar peraih Ballon d'Or dan langsung membeli pemain tersebut. Saya selalu senang dengan Berlusconi, meskipun mengkritiknya ketika masuk dunia politik" kata Costacurta kepada Rai Radio, Rabu (13/10/2020).
Costacurta termasuk salah satu pemain dalam skuat terbaik sepanjang masa Milan. Tapi menurutnya, performa apik yang dimilikinya sebagai bek tengah tak lepas dari peran mantan pelatih Milan, Arrigo Sachi.
"Kita semua, Mauro Tassotti, Costacurta, Franco Baresi, Paulo Maldini bisa menjadi yang kami inginkan karena Arrigo Sachi. Dia gila dan aneh, tapi saya mengatakan itu dengan kasih sayang," ujar Costacurta.
"Pada awalnya, kami tidak mengerti apakah dia (Sacchi) jenius atau bodoh. Sebab, sungguh sulit untuk menerima latihan berat darinya pada pertama kali. Tapi akhirnya kami mengerti dan berterima kasih atas banyaknya kesenangan ketika latihan," tambahnya.
Kesuksesan Milan juga berlanjut kala dilatih Fabio Capello. Merespons itu, Costacurta tampak lebih respek hingga menganggap mantan juru taktik timnas Inggris tersebut sebagai ayah keduanya.
"Bagi saya, dia lebih dari seorang pelatih karena menduduki jabatan itu ketika ayah saya meninggal. Saya selalu berterima kasih kepadanya. Saya bisa melewati banyak masa sulit berkat Capello. Dia seperti seorang ayah dan kekuatannya terdapat ketika memberikan motivasi," kenang Costacurta.
Costacurta yang kini berusia 54 tahun juga mengaku sudah pernah bermain dengan 14 pemenang Ballon d'Or. Tapi yang paling berkesan di ingatannya adalah Marco Van Basten dan Ronaldo "the Phenomenon".
"Van Basten bergabung saat berusia 23 tahun dengan salah satu pergelangan kakinya yang cedera. Kemudian, Ronaldo adalah pemain yang paling sulit dijaga sepanjang karier saya," aku Costacurta.
Selain kenangannya di rumput hijau, Costacurta juga bercerita tentang pengalaman seru bersama rekan-rekan setimnya ketika berada di luar lapangan. Dia mengklaim pernah melanggar aturan bersama Maldini.
"Ketika harusnya istirahat, saya dan Maldini yang merupakan teman terdekat malah pergi ke disko. Tapi, kami tidak minum-minum dan merokok di sana. Beberapa orang ada yang bilang alkohol dan rokok membuat badan tidak fit ketika latihan pagi, Tapi, jangan tanya siapa saja itu kepada saya," ujar Costacurta.
"Mungkin saya hanya katakan satu, yakni Nicola Berti. Dia pernah membuat pesta yang luar biasa. Saya juga ingat pada suatu malam di Prancis ketika bersama Christophe Dugarry. Dia menjadi raja di French Riviera kala itu," tambahnya.
Saat ini, Costacurta berprofesi sebagai pengamat sepak bola di Sky Sport Italia. Dia bersama timnas Italia juga nyaris memenangkan Piala Dunia 1994 apabila tidak kalah dalam adu penalti dengan Brasil pada fase final. (football-italia.net)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News